Edisi 14-03-2019
AS Pangkas Anggaran Pertahanan Rudal


WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengusulkan pemangkasan anggaran pertahanan rudal.

Badan Pertahanan Rudal AS yang bertanggung jawab mengembangkan dan menguji sistem pertahanan rudal balistik itu akan menunda ekspansi sistem Ground-based Midcourse Defense (GMD) hingga dua tahun karena penundaan desain ulang penggunaan sistem ”kendaraan pembunuh” buatan Raytheon Co.

Kendaraan itu meluncurkan rudal pertahanan ke atas atmosfer bumi dan mencari serta menghancurkan rudal yang sedang menyerang. GMD merupakan jaringan radar, antirudal balistik berbasis di Alaska dan California, serta perlengkapan lain yang didesain untuk melindungi AS dari rudal balistik antarbenua (ICBMS).

Ekspansi pencegat rudal di Alaska dari 44 pencegat berbasis darat atau GBI menjadi 64 GBI telah dijadwalkan selesai pada 2023. Namun, penundaan itu karena masalah teknis dan tidak terkait pemangkasan anggaran lembaga tersebut, berarti penempatan tambahan 20 pencegat tidak akan beroperasi hingga 2025.

”Hal penting adalah menjadikannya tepat dan jika kita akan membangun lebih banyak GBI, kita ingin menempatkan kendaraan pembunuh terbaik di atasnya,” kata Tom Karako, pakar pertahanan rudal di Pusat Studi Strategis dan Internasional (CSIS) di Washington dilansir Reuters .

Pada saat yang sama, Korea Utara (Korut) mendorong program senjata nuklirnya setelah konferensi tingkat tinggi (KTT) kedua antara Pemimpin Korut Kim Jong-un dan Presiden AS Donald Trump di Vietnam tak menghasilkan kesepakatan. Aktivitas baru terdeteksi di fasilitas ICBM Korut.

Dalam anggaran itu, Badan Pertahanan Rudal (MDA) memperkirakan pemangkas-an USD1 miliar menjadi USD9,4 miliar. ”Apa yang Anda lihat pada 20 itu benar-benar terlihat seperti penurunan, tapi ini hanya penurunan pendanaan,” ujar Chief Financial Officer (CFO) MDA Michelle Atkinson.

Permintaan Trump yang lebih sedikit itu setelah peningkatan anggaran tahun lalu terkait beberapa tes rudal Korut. MDA memproyeksikan anggaran USD9,2 miliar pada 2021 dan USD9,1 miliar pada 2022 melanjutkan tren penurunan pendanaan.

Pengembangan teknologi laser oleh Pentagon untuk melumpuhkan rudal juga mengalami penurunan anggaran secara dramatis. Setelah hampir naik dua kali lipat dari USD109 juta pada 2018 menjadi USD224 juta pada 2019, Pentagon berencana menginvestasikan hanya USD235 juta pada teknologi itu dalam tahun fiskal 2020.

Proposal lain dalam Review Pertahanan Rudal ada - lah teknologi laser yang dipasang di drone untuk menghentikan rudal pada fase setelah diluncurkan. Fase awal peluncuran rudal itu merupakan saat paling rawan karena masih terbang dengan kecepatan rendah dan panas mesin bisa dengan mudah dideteksi serta tak mampu menghindari pencegat.

syarifudin