Edisi 14-03-2019
Banyak JPO di Jakarta Rusak Membahayakan


JAKARTA–Jembatan penyeberangan orang (JPO) di Jakarta masih banyak yang rusak. Kondisi ini sangat membahayakan keselamatan masyarakat pengguna fasilitas publik tersebut.

JPO Jembatan Gantung, Ceng kareng, Jakarta Barat mi - salnya. Jembatan yang ter in te - grasi dengan halte Trans ja kar - ta ini kondisinya sangat mem - prihatinkan. Setelah ru sak di - tabrak truk, JPO ter se but hing - ga kini belum di per baiki. Akibatnya, keselamatan pe - numpang Transjakarta yang hendak ke halte moda trans por - tasi massal terancam, apa-lagi di lokasi tersebut tidak ter sedia pelican cross maupun zebra cross.

Selain membaha yakan penumpang, tidak adanya JPO juga membuat pengendara rawan mengalami kecelakaan. “Kebanyak an sepeda motor yang jadi kor ban tabrakan be runtun,” ka - ta Sugih, 28, pen jual minuman di kawasan itu, kemarin.

Berdasarkan pantauan KORAN SINDO, kondisi halte Transjakarta kondisinya sangat mengkhawatirkan. Tanpa JPO, masyarakat yang ingin ke halte harus menyeberang di antara kendaraan yang melintas. Mes - ki ada dua petugas yang berjaga hingga malam hari, hal itu tidak membuat warga merasa nya - man untuk menyeberang.

Tanti, 32, pejalan kaki, me - ng aku takut terserempet ken - daraan saat melintas di ka was - an itu. Karena itu, Tantri enggan menyeberang sebelum ada pe - tu gas yang membantu. “Kalau nunggu jalan kosong, ya enggak bakal kosong,” tutur nya. Senada, petugas Trans ja - kar ta bernama Catur, 35, meng ungkapkan setiap hari - nya ada 1.000 orang yang me - lin tas di jalan ini.

Dengan kon - disi tanpa JPO, pelican cross, mau pun zebra cross sangat ra - wan terjadi kecelakaan. Catur mengaku berjaga ber - gantian dengan rekannya se la - ma delapan jam untuk men ja ga dan membantu pe nye be rang yang akan ke halte bus Trans ja - karta maupun sebaliknya.

Catur berharap pem ba - ngun an JPO dipercepat sebab kondisinya sangat mem ba ha - yakan bukan hanya bagi peng - guna Transjakarta, melainkan juga bagi pengendara. “Dari - pa da naik bus Transjakarta, ba nyak yang lebih milih naik angkot,” ucapnya.

Selain JPO Jembatan Gan - tung, kondisi mem pri ha tin - kan juga terlihat di JPO Tu ba - gus Angke. Selain banyak yang berlubang, landasan JPO juga ter lihat berkarat. “Banyak yang enggan menyeberang ja lan lantaran antarsepadan ja lan yang tak sama, yakni 1,5 me ter. Masa kita manjat dulu,” ucap Elga, 27, warga yang me lin tas.

Selain kondisi JPO yang ru - sak, lampu penerang JPO ju ga mati sehingga rawan terjadi tindak kriminalitas, terlebih di JPO itu setiap malamnya ba - nyak pekerja seks komersial dan waria yang mangkal. “Se ram sekali. Kalau malam saya engga mau lewat itu,” tambah Elga.

Kondisi JPO rusak juga ter - lihat di Jalan S Parman, de pan pusat perbelanjaan Cen tral Park, serta JPO Jalan Latu men - ten, tidak jauh dari Mall Season City. Selain tidak ada lampu penerang, kondisi jembatan juga banyak yang berkarat.

Wali Kota Jakarta Barat Rus - tam Efendi mengaku akan me - laporkan hal ini ke dinas tek nis. Dorongan pem ba ngu n an dan renovasi JPO akan dilakukan agar memberikan rasa aman warga. “Saya akan minta sudin memperbaiki, dan dinas me re - novasi total,” ucapnya.

Kepala Seksi Jalan Tak Se - bidang Dinas Bina Marga DKI Jakarta Imam A Nugraha me - ngatakan, tahun ini pihaknya berencana merenovasi 10 JPO di Jakarta yang kondisinya su - dah sangat mem prihatinkan, termasuk di antaranya JPO Jembatan Gantung.

Saat ini proses pembangunan masih dalam tahapan lelang. Ke depannya, JPO yang akan dibangun Pemprov DKI Jakarta tidak hanya berfungsi sebagai tempat untuk me nye - berang, tetapi juga akan di per - cantik sehingga menjadi daya tarik bagi Ibu Kota.

Selain akan menjadi tempat anak muda, JPO juga akan dibuat nyaman untuk kaum disabilitas. “Ada 10 yang akan di revitalisasi, tapi untuk lokasinya m asih dalam pembahasan, yang pas ti akan dilakukan da lam wak tu dekat ini,” kata Imam.

Imam menambahkan, JPO akan dibuat lebih natural, keberadaan kali dan pohon akan membuat JPO di Jembatan Gantung menjadi spot berfoto yang menarik bagi generasi milenial. “Rancangannya sudah ada, tapi belum bisa kami sampaikan, biar Pak Gubernur yang nanti bicara,” tutupnya.

yan yusuf