Edisi 14-03-2019
Gubernur California Moratorium Hukuman Mati


SACRAMENTO - Gubernur California Gavin Newsom akan menerapkan moratorium untuk hukuman mati dan menangguhkan hukuman untuk 737 narapidana hukuman mati serta menutup ruang eksekusi.

Newsom menandatangani perintah eksekutif untuk perubahan itu pada Rabu (13/3) di ibu kota negara bagian tersebut. Tidak ada narapidana hukuman mati yang akan dibebaskan selama moratorium tersebut. Jumlah narapidana hukuman mati di California semakin banyak karena mereka telah menunggu selama puluhan tahun.

Newsom menjelaskan bahwa dia yakin hukuman mati berbiaya mahal dan berat serta diterapkan secara tidak merata pada minoritas dan pelanggar disabilitas. ”Saya tidak yakin bahwa masyarakat beradab dapat mengklaim menjadi pemimpin di dunia sepanjang pemerintahannya terus menerapkan sanksi yang sudah dirancang sebelumnya dan eksekusi diskriminasi kepada rakyatnya,” ungkap isi pidato Newsom yang akan dibacakan, sesuai dokumen yang diterima Reuters.

Perintah eksekutif yang dikeluarkan Newsom akan mencabut protokol suntik mati California yang telah digugat di pengadilan. Perintah ini tidak akan memengaruhi vonis narapidana atau penahanan mereka, selain menghapus hukuman mati mereka.

Pakar dan penentang hukuman mati dari fakultas hukum Universitas Santa Clara, California, Ellen Kreitzberg menyambut langkah Newsom tersebut. ”Kepemimpinan moral gubernur menempatkan kita sejajar dengan negara lain dan negara bagian lain dalam menghapus hukuman mati,” tutur dia.

Newsom tidak memiliki wewenang untuk mengubah hukuman mati di California. ”Tapi dia dapat menolak menandatangani semua perintah pelaksanaan hukuman mati dan dapat mengubah hukuman mati jadi hukuman penjara seumur hidup,” ujar dia.

Di beberapa negara bagian lain yang telah menghapus hukuman mati, langkah meninggalkan hukuman mati dimulai dengan gubernur yang menolak menandatangani surat perintah pelaksanaan vonis mati. Rencana Newsom juga memicu kritik dari beberapa kelompok penegak hukum, termasuk Asosiasi Deputi Kejaksaan Distrik (ADDA).

”Pemilih di negara bagian California mendukung hukuman mati,” ungkap Presiden ADDA Michelle Hanisee mengutip kegagalan dua voting yang bertujuan menghapus hukuman mati dan langkah mempercepat proses eksekusi pada 2016.

”Gubernur Newsom yang mendukung inisiatif gagal untuk mengakhiri hukuman mati pada 2006, mengabaikan keinginan pemilih California dan menggunakan kepentingan pribadi melalui moratorium hukuman mati,” kata Hanisee.

California tidak melaksanakan hukuman mati sejak 2006 karena berbagai gugatan hukum pada protokol eksekusi dan penolakan dari beberapa pemimpin politik. Namun, narapidana kasus pembunuhan tetap dihukum mati di ruang pengadilan lokal.

syarifudin