Edisi 14-03-2019
Mentan Lepas Ekspor Komoditas Pertanian


MAKASSAR–Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman kembali melepas ekspor komoditas pertanian di Kawasan Industri Makassar, kemarin.

Dalam kesempatan itu, Mentan juga meluncurkan inovasi berbasis aplikasi, yakni IMACE (Indonesian Map of Agricultural Commodities Exports ) atau Peta Komoditas Ekspor Per tanian Indonesia. Menurut Amran, total ekspor komoditas pertanian Sulawesi Selatan (Sulsel) hingga kemarin lebih dari Rp800 miliar. Sementara volume ekspor komo ditas pertanian di Indonesia pada 2013 sebanyak 33 juta ton.Volume ekspor ini selalu mengalami kenaikan dan pada 2018 volume ekspor Indonesia mencapai 42 juta ton. “Bayangkan ekspor naik 10 juta ton dalam waktu 4 tahun. Jangan yang 30.000 ton itu dibahas terus tiga minggu. Tolong bahas tujuh bulan ter - akhir, eks por kita naik 10 juta ton,” demi kian ditegaskan Men tan Amran saat pelepasan eks por, ke ma rin.

Capaian ekspor pertanian ini merupakan prestasi yang membanggakan Indonesia. Ang ka ekspor komoditas per - tanian mengalami kenaikan. Terhitung sejak 2014 hingga 2018 terjadi kenaikan ekspor sebesar 29% yang nilainya men - capai Rp500 triliun. “Ini adalah penopang eko no - mi Indonesia. Ada dua hal yang menopang ekonomi Indonesia untuk bangkit, yaitu ekspor dan investasi, dan hari ini kita dong - krak ekspor,” ujarnya. Mentan pun menegaskan ekspor komoditas pertanian di era pemerintahan Jokowi-JK kini sudah langsung ke negara tujuan. Dulu transit ke Lam - pung, kemudian Thailand dan baru sampai ke India.

“Kami baru pulang dari Vietnam, Hanoi, kami minta semua direct , yaitu dari Indonesia ke Eropa. Ke mudian manggis juga, dulu transit ke Singapura dan Malaysia. Ta - pi, berkat kerja keras kita se - mua, kini dari Indonesia lang - sung ke Hong Kong,” katanya. Terkait dengan pengem - bang an komoditas ekspor di Sul sel, Amran meng ung kapkan, Kementan bersama Peme - rin tah Provinsi (Pemprov) Sul - sel menjadikan Luwu Raya (Kabupaten Luwu, Palopo, Luwu Timur, dan Luwu Utara) serta Enrekang menjadi lumbung lada yang akan menyuplai ke - butuhan dunia.

Komoditas ung gulan ekspor Sulsel lainnya, yakni kakao, pisang, kelapa, dan jambu mete. Namun ke depan, yang diekspor merupakan barang jadi atau olahan. “Ada juga talas yang akan di - ekspor ke Jepang. Kemudian ada ayam dan telur yang sudah tembus Jepang. Ini pertama da - lam sejarah Indonesia. Nah, dengan Pak Gubernur Sulsel yang hubungannya dengan Jepang bagus, aku yakin akses ekspor semakin baik. Target ekspor tahun ini lebih tinggi dari tahun lalu,” ungkapnya.

Peta Komoditas Ekspor

Mentan menuturkan, aplikasi Peta Komoditas Ekspor Per tanian Indonesia merupa - kan aplikasi berisi informasi ke - giatan ekspor komoditas pertanian di Unit Pelaksana Teknis Karantina Pertanian seluruh Indonesia. Tujuan aplikasi ini agar bisa digunakan pemprov dalam pembangunan pertani - an serta mendorong pertumbuhan komoditas pertanian ber orientasi ekspor. Dengan informasi dari IMACE dapat dijadikan landasan kebijakan pembangunan per tanian di tiap provinsi, khususnya di sentra-sentra komodi tas ekspor. Aplikasi ini juga bisa digunakan untuk mengkaji po tensi ekspor dan menyediakan pelaku usaha serta regulasi yang berpihak pada pengembangan agrobisnis setempat.

Amran menyebutkan, de - ngan aplikasi ini pemprov bisa melihat potensi ekspor di pro - vinsinya dan akan termotivasi mencari jalan agar komoditas di provinsinya bisa tembus pasar ekspor. Misalnya saja seperti sarang burung walet (sbw), ber dasar - kan data Karantina Ma kassar tahun 2018 ada 80.971 ton (sbw) keluar dari Sulsel ke be - berapa provinsi yang sebe nar - nya itu menjadi bahan baku komoditas ekspor di provinsi lain. “Nah, ini kesempatan bagi Pemprov Sulsel untuk mencari terobosan agar ekspor sarang bu rung walet bisa keluar lang - sung dari Makassar, tentu ini akan mengangkat pendapatan daerah,” ujarnya.

Kepala Badan Karantina Pertanian Ali Jamil menyebutkan, frekuensi aktivitas ekspor pada 2018 yang tercatat di Ka - rantina Makassar sebanyak 3.206 kali penerbitan phito sanitary certificate dengan vo lume 412.924 ton. Pada tiga bulan pertama tahun 2019 fre kuensi ekspor telah mencapai 474 kali dengan volume sebesar 138.737 ton. “Baru tiga bulan, tapi sudah mencapai 30% dari total vo - lume ekspor tahun 2018. Sangat berpotensi untuk bisa me - nargetkan peningkatan 200%,” kata Ali Jamil. Bagi masyarakat Sulsel yang ingin menjadi eksportir, Ke - men tan melalui Barantan siap mendampingi dan mem fasili - tasi nya melalui program Agro - Gemilang. Gubernur Sulsel Nur din Abdullah mengatakan, ekspor kali ini merupakan eks - por yang kedua dalam dua bulan terakhir.

Sebab itu, patut ber - bangga karena dalam empat tahun terakhir Indonesia tidak lagi menjadi negara pengimpor, tapi negara pengekspor. “Ekspor Sulsel meningkat 18%. Salah satu pemicu me - ning katnya ekspor kita adalah dengan kebijakan Bapak Presi - den Jokowi yang menjadikan mimpi masyarakat Sulsel dan Indonesia Timur bisa meng eks - por langsung produknya,” ujar Nurdin. Nurdin menyebutkan, dua bulan terakhir atas restu Pre si - den Jokowi, Pelabuhan Soe karno Hatta khususnya New Port bisa ekspor langsung ke Eropa, Amerika, dan Asia Timur. Dampaknya ekspor terus mengalami peningkatan. “Kenapa? Alasannya sangat jelas, yaitu selama ini ekspor kita ke Jepang saja membutuhkan waktu 36 hari, sekarang adanya ekspor langsung sudah bisa 16 hari,” katanya.

Sudarsono