Edisi 14-03-2019
AASI Optimistis Wakaf Asuransi Syariah Diminati Publik


JAKARTA – Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia (AASI) optimistis wakaf asuransi syariah bisa berkembang pesat di Indonesia. Hal ini didukung Indonesia sebagai negara mayoritas mus lim terbesar di dunia yang terbiasa dengan wakaf.

Wakaf adalah bentuk kedermawanan dalam Islam yang memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat sehingga men janjikan pahala tidak terputus. Ketua AASI Ahmad Syaíroni mengatakan, potensi wakaf asu ransi cukup besar, hal ini bisa dilihat dari minat masyara - kat dalam berwakaf khususnya untuk tanah dan bangunan. Menurut dia, wakaf asuransi akan mengalami pertumbuhan baik dalam industri asuransi. Hal ini karena produk wakaf asu ransi merupakan salah satu produk spesifik dan hanya ber - laku di asuransi syariah. “Saat ini sudah ada beberapa per usaha an asuransi yang punya pro - duk ini, dan produk ini akan naik daun seiring pemahaman serta kesadaran masyarakat tentang manfaat wakaf asuransi. Paling tidak tiga tahun ke depan,” ujar Syaíroni di Jakarta, kemarin.

Kendati demikian, dia meng akui tingkat literasi dan pe mahaman soal wakaf asu ransi menjadi tantangan. Hal ini membutuhkan kerja sama antara pelaku industri, regulator, dan pihak terkait. Tingkat li tera si wakaf masih rendah, se cara umum baru sebesar 8% dan pemahamannya masih sebatas dengan adanya praktik yang ter lihat di masyarakat. “Tan tang annya ba gaimana mengedukasi masya rakat untuk wakaf tunai dan wakaf manfaat asuransi se hingga tidak sekadar wakaf ta nah dan bangunan. Jadi, perlu literasi dan edukasi kepada ma syarakat luas,” katanya.

Menurut Badan Wakaf Indo nesia (BWI) potensi wakaf di Indonesia mencapai Rp180 triliun. Namun, pada 2017 total penghimpunan dana wakaf baru mencapai Rp400 miliar. Sementara berdasarkan data Bank Indonesia, sektor so sial Islam yang mencakup sis tem wa kaf memiliki potensi se ki tar Rp217 triliun (atau setara de - ngan 3,4% PDB Indonesia) se - hingga bisa memainkan pe ran sangat penting untuk mem per - cepat pembangunan eko no mi dan mendukung stabilitas keuangan.

Hafid fuad