Edisi 14-03-2019
Daya Beli Petani Semakin Meningkat


JAKARTA –Kesejahteraan petani di Indonesia dari tahun ke tahun semakin meningkat. Hal iniditunjukkandataBadanPu sat Statistik (BPS) yang menya takan daya beli petani semakin menguat apabila diukur dari Ni lai Tukar Usaha Pertanian (NUTP) tahun 2017 sebesar 111,77 poin naik 5,39% dari ta hun 2014 sebesar 106,05 poin.

“Jadi untuk melihat ke se jah - teraan petani itu harus dalam jangka waktu panjang. Tidak hanya data sebulan, karena ke - simpulannya bisa bias,” ujar Direktur Serealia, Direktorat Jen deral Tanaman Pangan, Ke - menterian Pertanian (Ke men - tan) Bambang Sugiharto dalam rilisnya, kemarin. Menurutnya, pertanian ter - uta ma tanaman pangan itu ber - sifat musiman sehingga ber fluk - tuasi antarbulan. Oleh ka rena itu, untuk menganalisis ke se jah - teraan petani tanaman pa ngan harus dalam kurun waktu pan - jang, yakni enam bulanan bah - kan tahunan. “Sehingga bi sa meng gambarkan kondisi per tani an secara utuh,” kata Bambang. Bambang menjelaskan, un - tuk melihat kemampuan daya beli petani tidak cukup membandingkan nilai tukar petani (NTP) saja sehingga tidak boleh par sial.

MeskipunFebruari2019 sudah memasuki panen ra ya dan wajar saja bila harga ga bah serta beras mengalami pe nye suaian, namun NTP 102,94 ma sih bagus di atas 100. “In di ka tor yang lebih jelas meng gambarkan kondisi usaha tani bisa dilihat dari nilai tukar usaha per tanian (NTUP) sebesar 111,18,” kata dia. Olehkarenaitu, Bambangme - minta agar hati-hati dan ja ngan serampangan menganalisis kesejahteraanp etanidenganNTPdan NTUP. Sebab bila ana li sis dalam kurun waktu pendek bu lanan akan menyesatkan, bi sa jadi bu - lan ini petani di anggap tidak se - jah terakarenaNTPdanNTUPtu - run. Kemudian bulan depan ber - ubah drastis menjadi se jahtera karena NTP dan NTUP naik.

Sudarsono