Edisi 14-03-2019
Kemenhub Resmikan Pelabuhan Tanjung Api-Api


BANYUASIN - Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Perhubungan laut bersama Gubernur Provinsi Sumatera Selatan meresmikan pengoperasian Pelabuhan Laut Tanjung Api-Api, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, kemarin.

Peresmian tersebut menjadi momen dalam upaya mendorong percepatan pengembangan kawasan pertumbuhan perekonomian di Sumatera Selatan. ”Pengoperasian ini dimaksudkan untuk meningkatkan konektivitas, menyambungkan dan membuka keterisolasian, memudahkan dan menekan biaya transportasi maupun logistik. Jadi, tidak hanya mempercepat pembangunan ekonomi, juga salah satu upaya untuk mempersatukan Indonesia,” ungkap Dirjen Agus, mewakili Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. Dirjen Agus menambahkan, infrastruktur yang baik akan mendukung kelancaran proses distribusi barang dan perpindahan orang dari satu tempat ke tempat lain.

”Hal tersebut pada akhirnya dapat meningkatkan daya saing Indonesia dengan negara lain secara internasional. Oleh karena itu, kita perlu menciptakan fondasi yang kuat melalui pembangunan infrastruktur yang merata di seluruh Indonesia,” pungkas Dirjen Agus. Pelabuhan Tanjung Api-Api di Kabupaten Banyuasin awalnya dibangun untuk melayani komoditas batu bara. Namun, ke depan pelabuhan ini diharapkan dapat menjadi pelabuhan pendukung untuk mengantisipasi kenaikan angkutan barang di Pelabuhan Boom Baru Palembang yang semakin meningkat. Sementara Gubernur Provinsi Sumatera Selatan Herman Daru mengatakan, keberadaan Pelabuhan Tanjung Api-Api akan mengantisipasi jumlah lonjakan barang dan logistik lainnya seiring dengan pertumbuhan barang masuk dan keluar ke wilayah Sumatera Selatan.

”Pertumbuhan ini belum didukung dengan rencana pengoperasian Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Api-Api yang akan dikembangkan pemerintah pusat sebagai pusat perekonomian baru di wilayah Sumatera Selatan dan sekitarnya,” ujarnya. Dia menambahkan, ke depan beroperasinya pelabuhan ini bisa dikelola bersama-sama antara pemerintah pusat dan daerah melalui kerja sama Badan Usaha Milik Daerah dan BUMN. ”Harapan kami, ke depan pelabuhan ini dapat diubah menjadi pelabuhan khusus angkutan barang sehingga dapat memperlancar arus barang dan jasa di wilayah Sumatera Selatan serta meningkatkan keterhubungan secara lebih luas, tertib, dan efisien, dengan harga yang terjangkau,” pungkasnya.

Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Palembang, Capt Mugen Sartoto menjelaskan, secara hierarki, Pelabuhan Tanjung Api-Api merupakan pelabuhan pengumpul yang berada di bawah wilayah kerja Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelab uhan (KSOP) Kelas II Palembang dengan ka pasitas kapal sandar mencapai 1.000 DWT dan draf maksimum 3,5 LWS. Pelabuhan ini dibangun di atas lahan Pemerintah Daerah Provinsi Sumatera Selatan dengan luas kurang lebih 8 hektare.

Adapun fasilitas eksisting yang terdapat di Pelabuhan Laut Tanjung Api-Api meliputi dermaga seluas (50x20) m2;, trestle (121,25x8) m2;, causeway (96x8) m2;, lapangan penumpukan (51x48) m2;, gedung kantor, pagar pelabuhan, gapura, signpost darat dan laut, serta pos jaga.

Ichsan amin