Edisi 14-03-2019
Pemerintah Dorong Pengembangan Energi Surya


MAGELANG – Pemerintah terus berupaya mengejar target bauran energi baru terbarukan (EBT) 23% hingga 2025.

Hal itu diwujudkan dengan meng galakkan program Penerangan Jalan Umum Tenaga Surya (PJU-TS) di seluruh daerah di Indonesia. “Pemerintah punya ko mitmen mengejar target bauran EBT 23% hingga 2025 sehingga kami terus berupaya me ningkat kan pengembangan EBT me lalui PJU-TS,” ujar Kepala Biro Hukum Kementerian Ener gi dan Sumber Daya Mi ne - ral (ESDM) Hufron Asrofi saat me resmikan PJU-TS di Dusun Ma ngunan, Desa Balekerto, Keca matan Kaliangkrik, Magelang, Jawa Tengah, kemarin.

Menurut dia, PJU-TS ini di - bangun menggunakan energi surya sebagai solusi terutama jalan-jalan di daerah yang be lum terjangkau listrik PLN atau bagi daerah ingin mengurangi kon - sum si listrik. Hal itu sesuai de - ngan Peraturan Menteri ESDM No. 12/2018 tentang Pe lak sa - na an Kegiatan Fisik Pemanfaatan Energi Baru dan Energ i Ter - barukan serta Konser vasi Energi. Sedangkanin fra strukturyang dibangun me rupakan usul an da - r i pemerintah daerah provinsi atau kabupa ten/kota. Pemerintah daerah ju ga wajib melakukan pera wat ansebagaipengelolaaset PJU-TS. Adapun pembangunan PJU-TS ini menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Be - lanja Negara (APBN) Kementerian ESDM.

“Tenaga surya merupakan karunia Tuhan yang patut kita syukuri. Sebab itu, kita harus memanfaatkan sebesar-besar - nya untuk kepentingan masya - ra kat,” kata dia. Berdasarkan data Kemen te - ri an ESDM, pada 2028 program PJU-TS telah terpasang di 26 provinsi dan 167 kabu pa ten/ ko ta dengan jumlah 21.839 ti - tik. Untuk Provinsi Jawa Te - ngah telah dibangun PJU-TS 2.611 titik yang tersebar di 17 kabupaten/kota. Dalam kurun tiga tahun ter - akhir (2016-2018), pemerintah telah membangun PJU-TS di 30.000 titik menerangi jalan se - panjang 1.500 kilometer (km) di 200 kabupaten/kota seluruh In - donesia. Pada 2019 di tar get kan tambahan PJU-TS mencapai 21.000 titik untuk mene ra ngi ja - lan sepanjang 1.000 kilometer.

“Termasukyanghariinidi res - mikan, yaitu 120 titik di Ka bup a - ten Magelang, Kota Ma ge lang 60 titik, dan Kabupaten Temang - gung 30 titik,” ungkap Hufron. Hufron mengatakan, ter ba - ngun nya PJU-TS khususnya di Jateng tak lepas dari dukungan dari pemerintah daerah. Pihak - nya berharap kehadiran pro gram PJU-TSbisamendorongper tum - buhan ekonomi daerah. “Kami berharap infrastruktur yang te - lah dibangun bisa di ke lola dan dipelihara dengan baik supaya manfaatnya dirasakan terus oleh masyarakat,” tutur nya. Pada kesempatan sama, Ang gota DPR Komisi VII Catur Sap to Edi menambahkan, pem - bangunan PJU-TS khususnya dapat membantu pemda lebih efisien dalam mengonsumsi lis - trik PLN.

“Program ini mem - ban tu pemda mengurangi ta - gih an ke PLN. Selain itu, juga meningkatkan unsur keamanan di daerah,” kata dia. Tidak hanya itu, pelak sanaan program pengembangan EBT tersebut merupakan ko - mitmen Pemerintah Indonesia men jalankan Konferensi Ting - kat Tinggi (KTT) PBB tentang Perubahan Iklim ke-24 (The Twenty Fourth Session of the Con ference of the Parties to the United Nations Frame Work Con vention on Climate Cha - nge) atau lebih dikenal COP-24 di Katowice, Polandia. Hal itu menjadi pedoman im - plementasi Perjanjian Paris da - lam mencegah naiknya suhu rata-ratabumisebesarmak si mal 20C, bahkan diupayakan men - capai 1,50C dibandingkan de - ngan kondisi praindustri.

Un tuk mencapai target 1,50C, se mua negara telah meratifikasi Pa ris Agreement harus ber upa ya mak si mal emisi gas rumah kaca. Sementara itu, Pemerintah Indonesia berkomitmen me nu - run kan emisi GRK (gas rumah kaca) sebesar 29% dari total emi - si pada 2030 dengan upaya sen - diri atau sebesar 41% de ngan ban tuan internasional dan me - nargetkan penggunaan EBT se - cara nasional sebesar 23% dari to tal bauran energi nasional pada 2025. Asisten Daerah III Ka bu pa ten Magelang Endra Indah Wa ca na mengatakan, pemanfaatan dan pengembangan peng gunaan listrik tenaga surya sudah semakin luas.

Adapun energi surya me ru - pakan sumber daya alam yang bisa dimanfaatkan berkelanjutanmelaluiPJU- TS.“Pe masangan PJU-TS ini me ru pa kan aksi nyata. Kami ber ha rap dapat di man - faatkan secara berkelanjutan. Apalagi Ma gelang mendapatkan banyak PJU-TS,” ucapnya.

Nanang wijayanto