Edisi 14-03-2019
Ambisi Eddie Alvarez di ONE Lightweight


JAKARTA– Juara dunia seni bela diri kelas ringan (lightweight) Eddie The Underground KingAlvarez tengah dalam misi mencapai ONE Lightweight World Title.

Petarung asal Amerika Serikat ini berambisi merebut sabuk juara tersebut sejak bergabung dengan ONE Championship akhir tahun lalu. Alvarez akhirnya memiliki kesempatan melakukan debut di ajang ONE Championship pada 31 Maret 2019 di Ryogoku Kokugikan di Tokyo, Jepang. Dia akan menghadapi jagoan knockoutasal Rusia Timofey Nastyukhin dalam pertarungan perempat final ajang ONE Lightweight World Grand Prix pada pertarungan utama ONE: A NEW ERA. “Saya telah berkeliling dunia dalam 15 tahun terakhir dan bertarung dengan para pesaing terbaik yang bisa saya dapatkan dengan tangan saya. Saya telah meraih gelar dari setiap organisasi besar dan ONE Championship satu-satunya organisasi yang belum saya menangkan,” ujar mantan petarung Ultimate Fighting Championship (UFC) itu.

Ya, menghadapi Nastyukhin memang akan membuat Alvarez semakin dekat dengan ambisinya meraih gelar perdana di ajang ONE Championship. Sejauh ini, dia memang telah berkeliling dunia dan mengalahkan beberapa nama besar di ajang seni bela diri. Petarung berusia 35 tahun ini telah memenangkan pertarungan melawan beberapa nama tenar seperti Shinya Aoki, Roger Huerta, Gilbert Melendez, Anthony Pettis, Rafael dos Anjos, dan Justin Gaethje. Mengelilingi setengah putaran dunia untuk menunjukkan kemampuannya di Asia, Alvarez mengetahui tingkatan kehebatan para petarung di ONE Championship dan tak meremehkan kompetisi ini.

Dia mengetahui dengan tepat apa yang akan dihadapinya karena pernah merasakan pertarungan di Asia pada awal kariernya. Tak hanya itu, The Underground Kingjuga sangat berharap bisa menambahkan gelar juara dunia lainnya di lemari pialanya. “Saya datang ke sini untuk mendapatkan gelar juara dunia. Saya tahu para peta rung sangat tangguh dan di ONE, mereka mengerti integri - tas dari olahraga ini serta apa makna menjadi seorang ahli bela diri dan saya ingin menjadi bagian darinya,” katanya.

Raikhul amar