Edisi 14-03-2019
The Citizens Sempat Dilanda Takut


MANCHESTER– Kedigdayaan Manchester City (Man City) menggilas Schalke 04 7-0 pada legkedua 16 besar Liga Champions, Rabu (13/3), bukan sekadar meloloskan mereka ke babak perempat final.

Kemenangan di Etihad Stadium kian menancapkan eksistensi The Citizensdi pentas Eropa. Bagi Man City itu merupakan kemenangan terbesar mereka di kompetisi Eropa. Produktivitas David Silva dkk juga terbilang bagus. Tercatat Man City telah menjaringkan 26 gol di Liga Champions musim ini atau lebih banyak dari tim lainnya. Ditotal dengan kemenangan 3-2 pada leg pertama (21/2), Man City unggul agregat 10-2. Mereka pun menjadi tim kedua yang meraih kemenangan besar di fase knockoutLiga Champions setelah Bayern Muenchen di babak 16 besar musim 2008/09 (agregat 12-1 atas Sporting Lisbon). “Ini adalah hasil yang jelas. Kami bahagia melaju ke perempat final Liga Champions. Harus diakui, kami tidak memulai laga dengan baik. Kami sedikit takut,” kata Pelatih Man City Pep Guardiola.

Guardiola juga mencatatkan rekor positif setelah laga ini. Dari total 10 kesempatan, dia sukses membawa timnya melaju ke perempat final sembilan kali. Meski demikian, Guardiola mengungkapkan Man City kesulitan menemukan ritme permainan di awal laga. Apa yang dikatakan Guardiola bukan tanpa alasan. Man City baru memecah kebuntuan melalui eksekusi penalti Sergio Aguero (35). Hal itu membuat The Citizens semakin nyaman dan berhasil menambah enam gol lainnya yang disumbangkan Aguero (38), Leroy Sane (42), Raheem Sterling (56), Bernardo Silva (71), Phil Foden (78), dan Gabriel Jesus (84). “Setelah unggul 1-0, kami rileks dan memutuskan bermain lebih agresif,” kata Guardiola.

Menyadari persaingan Liga Champions tidak mudah, Guardiola berharap para pemain yang cedera segera pulih. Juru taktik kelahiran Santpedor, Spanyol, itu menilai sangat penting untuk meraih kesuksesan di semua kompetisi yang mereka ikuti. Guardiola bertekad melanjutkan tren positif The Citizenssaat bertandang ke Liberty Stadium, markas Swansea City pada pertandingan babak kelima Piala FA, Sabtu dini hari (17/3). “Kami memiliki banyak pemain cedera. Kami ingin mereka segera fit agar kami mampu menjaga konsistensi penampilan. Semua pemain harus bersaing dengan yang lain untuk mendapatkan kesempatan tampil. Semuanya ingin bermain. Peluang itu selalu terbuka,” katanya.

Di kubu lawan, nestapa Schalke yang belum meraih kemenangan di tujuh laga terakhir semua kompetisi. Menanggapi hasil minor tersebut, pelatih Domenico Tedesco menganggap timnya memang bermain buruk. Kendari demikian, Tedesco bekerja keras untuk membangkitkan Schalke saat menghadapi RB Leipzig pada lanjutan Bundesliga, Sabtu (16/3). “Anda pasti bisa membayangkan bagaimana perasaan saya. Buruk. Selama 30 menit kami bermain baik, tapi setelah tertinggal 0-1, performa kami merosot drastis. Tidak ada gunanya mencari alasan, tapi kami harus segera melupakannya,” katanya.

Alimansyah