Edisi 14-03-2019
Pentingnya Serat untuk Jaga Kesehatan


KONSUMSIserat seperti yang banyak dianjurkan dapat menekan berbagai masalah kesehatan, termasuk risiko penyakit kronis seperti stroke atau kanker.

Hal itu diungkapkan Andrew Reynolds, peneliti di University of Otago, Selandia Baru. Dia mengatakan, asupan serat yang lebih tinggi membantu berkurangnya insiden berbagai penyakit yang secara mengejutkan sangat luas, seperti penyakit jantung, diabetes tipe 2, dan kanker kolorektal. “Mengurangi berat badan dan kolesterol total serta mengurangi kematian,” ujarnya, dikutip CNN. Reynolds dan timnya ditugaskan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk menginformasikan rekomendasi asupan serat pada masa depan. Para peneliti menganalisis lebih dari 180 studi observasi dan 50 uji klinis dari empat dekade terakhir. Menurut Jim Mann, profesor gizi di University of Otago, manfaat kesehatan dari serat makanan bahkan lebih besar dari yang diduga sebelumnya.

Sayangnya, mobilitas masyarakat modern yang tinggi membentuk pola hidup yang tidak sehat, di antaranya kurangnya asupan konsumsi buahbuahan dan sayuran, termasuk kurang aktivitas fisik. Pola hidup yang tidak sehat ini menyebabkan masyarakat perkotaan rentan terhadap penyakit, salah satunya masalah pencernaan. Menyikap masalah ini, Scrubber hadir sebagai solusi bagi masyarakat modern yang kian sibuk dan tidak sempat mengonsumsi sayur-sayuran dan buahbuahan untuk memenuhi kebutuhan serat harian. Berdasarkan data Puslitbang Departemen Kesehatan Republik Indonesia, konsumsi serat masyarakat Indonesia rata-rata hanya 10,5 gram per hari. Padahal, standar minimal konsumsi serat yang dianjurkan Badan POM RI yakni 30 gram.

Renny Yuliani, Product Manager Scrubber, menjelaskan bahwa Scrubber cocok dikonsumsi orang yang sibuk tapi tetap memperhatikan kesehatan sehingga membutuhkan sesuatu yang praktis untuk membantu kebutuhan serat setiap hari. Scrubber bisa menjadi alternatif bagi orang-orang yang tidak suka atau tidak bisa makan sayur atau buah, tapi sadar akan pentingnya konsumsi serat untuk kesehatan. “Scrubber mengandung bermacam serat, terdiri dari serat larut dan tidak larut, untuk memenuhi kebutuhan serat setiap hari dan mengandung prebiotik sebagai makanan untuk bakteri baik dalam pencernaan, sehingga baik dikonsumsi untuk membantu kesehatan pencernaan,” ujar Renny dalam acara Senam Sehat Scrubber yang diadakan Enesis Group.

Serat berfungsi mempermudah pekerjaan organ pencernaan, mengikat lemak dan kolesterol dalam tubuh, mengendalikan gula darah, serta baik untuk menjaga berat badan ideal. Peneliti menemukan, terdapat 15%-30% pengurangan risiko kematian dan penyakit kronis pada orang yang memasukkan serat paling banyak dalam makanan mereka dibandingkan mereka yang asupannya paling rendah. Makanan kaya serat dikaitkan dengan penurunan risiko stroke 22%, risiko diabetes tipe 2 dan kanker kolorektal 16% lebih rendah, serta risiko kematian akibat penyakit jantung koroner 30% lebih rendah.

Sri noviarni