Edisi 15-03-2019
Boeing Larang Semua 737 MAX


CHICAGO –Boeing Company memutuskan untuk mengandangkan semua pesawat jenis 737 MAX di seluruh dunia.

Keputusan dilakukan semata-mata demi keselamatan maskapai dan para penggunanya. Amerika Serikat (AS) dan Kanada yang se belumnya bersikeras menyatakan MAX 8 aman dioperasikan juga mengambil langkah serupa.

Otoritas kedua negara mengikuti negara lain seperti China, Inggris, dan Si ngapura yang melarang terbang Boeing MAX 8 setelah jatuhnya pesawat milik Ethiopian Airlines pada Minggu (10/3) lalu yang me newaskan 157 penumpang. Jatuhnya Ethiopian Airlines menjadi sorotan banyak pihak karena tipe pesawat yang jatuh tersebut sama dengan pesawat milik Lion Air JT610 yang juga jatuh di Laut Ja wa lima bulan silam.

Saat itu pesawat ter - sebutjatuhdiperairanKa ra wang, Jawa Barat, dan mene waskan 189 orang, termasuk kru. Sebelum keputusan pela ra - ng an tersebut dikeluarkan, Ba - dan Penerbangan Federal Ame - rika Serikat (AS) atau Fe deral Aviation Ad mi nis tration (FAA) me ne mukan fakta mence ngangkan di Ethiopia.

FAA menganalisis, jalur pener ba ng an dan data satelit perge ra k an MAX 8 Ethiopian Airlines yang jatuh pada akhir pekan lalu mirip dengan MAX 8 Lion Air JT 610 yang jatuh di laut Jawa. Kedua pesawat itu ter bang naik turun tidak me - nentu sebelum akhirnya me - nukik tajam menghantam ta - nah dan lautan.

FAA juga menyatakan, me - miliki bukti baru lain yang men dukung pernyataan ter - sebut. Penyelidik lokal menga - ta kan kotak hitam pesawat Ethio pian Airlines itu telah di - k irimkan menuju Paris, Pran - cis, untuk dianalisis lebih jauh.

“Rekaman data penerbangan dan rekaman suara kokpit di - bawa delegasi Ethiopia,” ung - kap Ethiopian Airlines. FAA dalam investigasi awal be kerja sama dengan Dewan Ke selamatan Transportasi Na - sional (National Transpor tation Safety Board/NTSB) da lam penyelidikan kecelakaan MAX 8 Ethiopian Airlines. “Semuanya sudah jelas.

Jalur penerbangan Ethiopian Air lines, juga pergerakannya, sa ngat mirip dengan MAX Lion Air,” ujar Acting Ad mi nis - trator FAA Dan Elwell seperti dikutip bbc.com kemarin. Presiden AS Donald Trump sebelumnya menyatakan, FAA akan mengeluarkan perintah da rurat sesuai dengan inf or - masi baru, keluhan, dan bukti fisik yang diterima dari lokasi kejadian.

AS dan Brasil men - jadi negara terbaru yang meng - hentikan pengoperasian MAX 8 setelah Indonesia, China, India, Inggris, dan Singapura. Kanada melalui Menteri Transportasi Marc Garneau juga mengeluarkan perintah pembekuan operasional MAX 8.

Berdasarkan bukti baru ke - celakaan di Ethiopia dan data satelit yang diterimanya, dia mengatakan pola pener ba ng - an antara MAX 8 yang di ope - rasikan di Kanada dan di Ethio pia mirip. Hanya di Ka - na da masih terkendali. Boeing menyatakan masih percaya diri dengan sistem keamanan dan keselamatan 737 MAX.

Namun, setelah berkonsultasi dengan FAA dan NTSB, perusahaan dengan pendapatan USD101,127 miliar pada 2018 itu memutuskan untuk mengandangkan seluruh MAX sebagai langkah antisipasi dan untuk memastikan keamanan. Presiden, Chief Executive, dan Chairman Boeing Dennis Muilenburg mengatakan, per - usahaannya bersama pihak in - vestigator akan berupaya se - baik mungkin untuk menguak penyebab kecelakaan dan mem bantu memastikan ke sa - lah an serupa tidak terulang.

Sejak kecelakaan, nilai pasar Boeing anjlok menjadi hampir USD26 miliar. Ini sebagai aki - bat anjloknya harga saham per usahaan itu dalam sepekan ter akhir. Kemarin saham Boeing berada di kisaran USD373, turun dari pekan sebelumnya yang berada di ang - ka USD422 per saham.

Presiden Association of Flight Attendants-CWA Sara Nel son mengatakan, kese la - mat an harus menjadi prioritas utama. Namun dengan pengandangan MAX 8, dia me - nilai reputasi Boeing yang men jadi merek nasional AS sedang dipertaruhkan.

“Merek ini bukan hanya Boeing, tapi AS secara umum,” tandas Nelson. Manajemen Maskapai Sout - h west Airlines menyatakan, pihaknya mengandangkan 34 MAX 8. Meski dianggap sebagai maskapai dengan armada MAX terbesar di dunia, Southwest Airlines menyatakan pe nye - top an itu hanya memengaruhi 5% dari jadwal penerbangan mereka.

Langkah serupa juga diambil American Airlines yang mengoperasikan 24 MAX. Meski mayoritas negara dan maskapai penerbangan me ngandangkan MAX 8, te - tapi sebagian kecil maskapai masih tetap meng ope ra si kan - nya. Salah satunya Cathay Pa - cific. CEO Cathay Pacific Ru - pert Hogg mengaku sangat puas dengan MAX 8. “Semua pesawat dapat meng alami tragedi,” kata Hogg kepada CNBC.

Sulit Dikendalikan

Para pilot di AS sempat me - lontarkan keluhan atas sistem kendali MAX 8 selama lepas landas pada akhir tahun lalu. Mereka mengaku mengalami kesulitan “menjinakkan” MAX 8 yang terkadang bergerak tu - run secara tiba-tiba. Fligh tra - dar24, pengawas lalu lintas uda - ra, juga menyatakan kece pa t an vertikal MAX tidak stabil.

Pada November lalu, dua pi - lot AS melaporkan keluhan oto matisasi sistem anti-stal - ling. Fitur baru itu dimak sud - kan untuk mencegah pesawat memiliki angle terlalu tajam dan kehilangan daya terbang. Tapi pada praktiknya sistem ter sebut justru selalu mem - buat pesawat menukik se hing - ga perlu diintervensi pilot.

Dari dalam negeri, Ditjen Per hubungan Udara Ke men - terian Perhubungan (Ke men - hub) merespons pernyataan Boeing dengan menetapkan la - rangan operasi untuk pe sa wat terbang Boeing 737 MAX 8 di Tanah Air. Larangan ini ber laku mulai 14 Maret 2019 hing ga waktu yang tidak ditentukan.

Direktur Jenderal Per hu - bung an Udara Kemenhub Po - lana B Pramesti mengatakan, larangan terbang tersebut mem perhatikan Continuous Airworthiness Notification to the International Community (CANIC) yang diterbitkan oleh FAA pada tanggal 13 Maret 2019 perihal updated information regarding FAA continued operations safety activity re la - ted to the Boeing model 737-8 and 737-9 (737 MAX) fleet.

“La rangan ini akan berlaku hingga adanya pemberitahuan lebih lanjut dengan mem per - timbangkan terpenuhinya ke - selamatan penerbangan,” ung - kap Polana di Jakarta kemarin. Namun larangan beroperasi terbang pesawat tersebut di - kecualikan bagi penerbangan B737-8 MAX yang bertujuan nonkomersial, tidak mem - bawa penumpang, dan ferry flight dalam rangka kembali ke lo kasi perawatan atau pe nyim - panan pesawat terbang.

Di Indonesia, Boeing 737 MAX 8 digunakan oleh Lion Air sebanyak 10 unit dan Ga ru - da Indonesia 1 unit. Menurut Polana, ke se la - mat an penerbangan menjadi hal terpenting dalam pe la yan - an penerbangan. “Bagi kami, keselamatan merupakan no go item yang tidak dapat ditawar,” sebutnya.

Sementara itu pengamat penerbangan Alvin Lie me nga - takan, larangan terbang untuk pesawat Boeing 737 MAX 8 ti - dak akan memberikan peng a - ruh besar terhadap ope ra sio - nal maskapai dalam negeri. “Termasuk terhadap pro - duk si dari Boeing itu sendiri. Karena Boeing itu perusahaan raksasa global, sedangkan di dalam negeri juga begitu.

Justru larangan ini sebagai ko rek - si bagi perusahaan sebesar Boeing,” ujarnya. Menurut dia, selama ada koor dinasi yang terus-me ne - rus melalui otoritas pener ba - ngan AS dan Direktorat Udara Kemenhub, hal itu memberi sinyal positif dalam rangka penyelenggaraan pelayanan udara mengacu pada safety dan sekuriti.

“Karena sudah ada pernyataan dari Presiden Amerika Donald Trump, saya kira ini akan diseriusi oleh pihak Boeing dan itu tidak ada masalah. Sebab Direktorat Udara juga melakukan inspeksi setiap saat, termasuk berkomunikasi dengan FAA maupun pihak Boeing,” ucapnya.

muh shamil/ ichsan amin


Berita Lainnya...