Edisi 15-03-2019
Jangan Jadi Konsultan, tapi Pemimpin Sejati


JAKARTA –MNC Group kembali menggelar kegiatan Manager Forum XXXVIII. Forum ini mempertemukan karyawan dengan jabatan manajer ke atas seluruh perusahaan di bawah naungan MNC Group, yang juga dihadiri oleh Chairman MNC Group Hary Tanoesoedibjo (HT).

KaliiniManagerForummeng ambil topik Strategic Business Turn around Case Studies 7. Pada Manager Forum ke- 38 ini, terdapat unit bisnis MNC Group yaitu MNC Land dan MNC Media yang mendapatkan giliran mempresentasikan business model.

Kegiatan MNC Group Manager Forum ini diselenggarakan secara rutin sejak 2009 silam. Awalnya manajer masih 300 orang berikutnya 400, kemudian 500 dan sekarang di level general manager (GM) ke atas sudah ada 700.

Selain itu, pada mulanya acara tersebut digelar tiga bulan sekali. Namun mulai 2018 lalu, acara Manager Forum tersebut diadakan setiap bulan sekali. Sementara acara Manager Forum kali ini merupakan yang kedua pada 2019.

Dalam kesempatan tersebut, HT memberikan arahan untuk menghadapi persaingan kepada seluruh unit bisnis yang tergabung dalam MNC Group. HT mengatakan bahwa seorang pemimpin itu harus mampu memberikan arahan yang benar dan jelas, jangan abu-abu.

“Kalau ada usulan bagus harus diterima. Harus banyak komunikasi, saya itu terus mendorong adanya komunikasi. Ayo dong jangan diem saja, harus utarakan pendapat,” kata HT saat menjadi pembicara dalam kegiatan Manager Forum XXXVIII di Jakarta kemarin.

Menurut dia, pemimpin yang baik adalah mau terjun langsung menyelesaikan persoalan perusahaannya, sehingga pemimpin bukanlah sekadar memberi saran, melainkan juga mengambil peran penting dalam tindakan.

Seorang pemimpin itu harus bisa mengarahkan dengan tegas dan jelas. Jangan menjadi pemimpin yang pengecut. Jika dalam suatu perusahaan ada persoalan maka harus segera diselesaikan.

HT menuturkan, antara pemimpin dan bawahan harus ada interaksi agar tahu pemikiran masing-masing. “Jadilah pemimpin yang tegas. Saya ingin membangun manusia berkualitas. Indonesia bisa besar kalau manusianya berkualitas, MNC bisa besar kalau manusianya berkualitas,” paparnya.

Dia pun menyampaikan bahwa membangun sesuatu itu harus bersifat keseluruhan atau end to end. Selain itu, eksekusinya juga harus end to end. “Saya terus terang ingin kita itu betul-betul berkualitas. Kerja berkualitas. Harus betul-betul menjadi pemimpin yang efektif dan produktif.

Maka jangan jadi konsultan, become a real leader,” cetusnya. Untuk bisnis MNC Media yang sangat kaya dengan konten, menurut dia tidak cukup di konvensional saja karena mulai sekarang akan berubah ke digital.

“Jadi, saya ingin memberikan gambaran di mana eco system bekerja. Di televisi, presentasi tetap sama; digital growing. We have to be digital business. Free To Air (FTA) paling besar, channel terbesar.

Di platform akan ada FTA konvensional dan digital juga. Di konten, kita juga punya konvensional dan digital supaya bisa capitalize digital growth,” beber HT. Di samping FTA sekarang, HT mengatakan akan mengembangkan Over-the-top (OTT) streaming, sehingga masyarakat yang meng gunakan gadget bisa melihat siaran televisi milik MNC Group.

“Nanti juga ada konten-konten tambahan. Kemudian nanti ada konten pendek khusus untuk sosial media akan kita masukkan ke sana. Saya yakin akan besar, karena basis pemirsa kita sudah besar,” ungkap HT.

Sementara untuk bisnis MNC Land, khususnya Lido, HT meng ungkap kan akan terus dikembangkan dan menjadikan kawasan resor terpadu yang ada lifestyle entertainment. “Jadi nanti ada kawasan resor terintegrasi, ada waterpark, ada studio alam.

Ada macam-macam di sana. Ada musik festival venue dan lainnya,” katanya. Chief Operating Officer MNC Land Andrian Budi Utama menuturkan, dukungan unit usaha MNC Group sangat dibutuhkan terutama melihat tantangan yang ada kedepan. “Visi Pak HT sangat kuat.

Visi ini men jadi penting, apalagi Lido mempunyai historikal sangat baik. Lido akan jadi destinasi yang ber skala internasional dan terbaik di Indonesia,” ungkap Andrian.

kunthi fahmar sand


Berita Lainnya...