Edisi 15-03-2019
Facebook Kewalahan Pulihkan Layanan


MENLO PARK - Facebook Inc masih kewalahan memulihkan layanan sepenuhnya, kemarin, setelah 17 jam jejaring sosial terbesar di dunia itu tak bisa diakses para pengguna secara global.

Kondisi ini memicu keluh an para pengguna. Sejumlah la - poran di laman Down De tec tor mencapai puncak hingga lebih dari 12.000 dan secara ber tahap turun menjadi be bera pa ratus pada kemarin pagi. Namun, ribuan pengguna mengeluh di Twitter dengan tagar #facebookdown, dengan sejumlah laporan media me - nye but angkanya menjadi juta - an orang.

BBC dan media lain melaporkan, terhentinya layanan ini merupakan yang terlama dialami Facebook. Perwakilan Facebook meng gunakan Twitter untuk mem beri informasi terbaru pada para pengguna tentang masalah yang terjadi.

Juru bicara Facebook hanya men - je laskan pernyataan awal peru sa haan tentang pema - daman yang terjadi pada Ra - bu (13/3) dan sedang be kerja mengatasi masalah itu se se - gera mungkin. Aplikasi Instagram, What - sapp, dan Facebook, juga pa - dam pada Rabu (13/3), meski Instagram menyatakan pi hak - nya telah mulai kembali aktif kemarin.

Facebook belum mem beri update pada layanan lainnya. Para pengguna media sosial di beberapa wilayah Amerika Serikat (AS) dan Eropa serta Jepang terkena dampak gang - guan itu, menurut data peta pemadaman DownDetector.

“Ya, saya tidak mendapat dosis meme harian saya dan saya pikir itulah mengapa saya ngambek. #FacebookDown,” tweet Mayra Mesina, peng gu - na Facebook. Perusahaan yang berbasis di Menlo Park, California, itu memperoleh pendapatan ma - yo ritas dari iklan.

Facebook menyatakan pada Bloomberg bahwa pihaknya masih me nye - lidiki se mua dampak. “Terma - suk kemungkinan mengem - bali kan dana para pemasang iklan,” kata pernyataan Face - book. Di Twitter, Facebook juga menyatakan masalah itu tidak terkait serangan distributed denial of service (DDoS).

Dalam serangan DDoS, para peretas menggunakan jaringan komputer yang mereka kontrol untuk mengirim permintaan informasi sebanyak mungkin dari berbagai laman sehingga server mereka tak bisa menangani lalu lintas dan situs itu men jadi tak dapat diakses.

syarifudin





Berita Lainnya...