Edisi 15-03-2019
Nekat Operasi Sendiri demi Bertahan Hidup


Menjalani operasi medis adalah mimpi buruk bagi banyak orang. Rasa takut selalu membayangi.

Mulai dari ketakutan akan kematian, takut rasa sakit dan kekhawatiran lain. Meski demikian, ada sejumlah orang menyingkirkan ketakutan tersebut dan hebatnya memutuskan mengoperasi diri sendiri.

Berikut kisah orang-orang yang melakukan operasi sendiri untuk bertahan hidup dan sembuh dari penyakit.

LEONID ROGOZOV

Leonid Rogozov, ahli bedah muda berusia 27 tahun, kala itu ia bergabung dengan Ekspedisi Antartika Soviet Ke-6. Pada 29 April 1961, Rogozov jatuh sakit: lemas, mual, suhu badan tinggi dan rasa sakit di bagian bawah kanan. Rogozov mendiagnosis dirinya: usus buntu akut. Masalahnya, ia adalah satu-satunya dokter di stasiun. Selain itu, ia tidak bisa dibawa ke mana pun.

Komplikasi dapat membunuh Rogozov sehingga ia harus bertindak cepat. Pada 30 April 1961 operasi dimulai. Rogozov dibantu oleh ahli meteorologi Alexander Artemyev, yang membantu dengan peralatan medis, dan insinyur mekanik Zinovy Teplinsky, yang memegang cermin dan lampu. 30-40 menit setelah operasi dimulai, Rogozov merasa sangat lemah dan pusing, memaksanya untuk istirahat selama 5 - 10 detik setiap 5 menit. Ia berusaha tetap tenang selama proses. Operasinya memakan waktu 1 jam 45 menit, dan berakhir dengan sukses.

AMANDA FEILDING

Trepanasi adalah salah satu jenis operasi tertua di dunia. Praktiknya adalah dengan melubangi tulang tengkorak. Dulu, metode ini diyakini dapat menyembuhkan pusing hingga sakit jiwa. Namun sekarang, tidak ada ahli bedah yang bersedia melakukannya karena mengancam nyawa.

Amanda Feilding menderita suatu kondisi yang membuatnya selalu merasa lelah. Bertahun-tahun dia mencari ahli bedah untuk melakukan trepanasi terhadapnya. Karena tidak berhasil, dia memutuskan melakukan operasi itu sendiri saat berusia 27 tahun. Dengan bor listrik dokter gigi yang dioperasikan lewat pedal kaki, dia melubangi kepalanya sendiri. Sampai kini dia merasa puas akan hasilnya.

ZHENG YANLIANG

Zheng Yanlian, petani miskin dari Hefei, China, menderita komplikasi gumpalan darah yang membuatnya nekat mengamputasi kakinya sendiri. Pria 47 tahun itu pertama kali merasakan sakit di kakinya pada Januari 2011. Saat berobat, dokter memberinya obat penghilang rasa sakit. Namun obat itu tidak memberikan dampak yang diharapkan.

Hingga akhirnya dokter menyarankan Zheng menjalani prosedur amputasi kaki. Karena merasa tidak bisa membayar pengobatan yang lebih baik di RS, pria ini nekat mengamputasi kakinya dengan menggunakan gergaji dan pisau buah. Suatu malam pada April 2012, dia dilaporkan menggunakan gergaji besi dan pisau buah untuk memotong kakinya, sedikitnya kurang dari enam inci di bawah pinggul. Zheng berusaha menyelamatkan hidupnya sendiri.

ARON RALSTON

Pria bernama Aron Ralston terpaksa mengamputasi lengannya sendiri ketika terjebak di sebuah batu besar di lembah di Utah Tenggara (AS) pada 2003. Aron mengalami kecelakaan ketika melakukan perjalanan seorang diri. Aron terjatuh dan tangannya terjepit sebuah batu besar yang sangat sulit untuk disingkirkan.

Ditambah lagi lokasi Aron sangat jarang dilalui orang ataupun wisatawan. Tak ada cara lain yang bisa dilakukan Aron selain mengamputasi tangannya dan kemudian mencari pertolongan. Aron awalnya mematahkan tulang-tulang lengannya agar bisa dengan mudah tendon, daging, dan jaringan di sekitar lengannya tersebut. Setelah berhasil, Aron berjalan mencari pertolongan. Kisahnya ini telah dibuat menjadi !lm dokumenter 127 Hours .

INES RAMIREZ PEREZ

Pada Maret 2000, Ines Ramirez Perez harus segera melahirkan. Rumah sakit paling dekat terletak 80 km jauhnya dari rumahnya di Meksiko Selatan dan tidak ada transportasi menuju ke sana. Anehnya setelah menahan rasa sakit selama 12 jam, si jabang bayi tak kunjung mau keluar.

Nekat, Inez pun duduk di bangku kayu lalu mengambil pisau. Setelah meminum beberapa teguk alkohol, dia melakukan operasi caesar sendiri. Jabang bayi berhasil dikeluarkan dengan selamat, lalu salah seorang anaknya diminta untuk memanggil suster agar menjahit luka bekas operasinya.

ROLAND MERY

Mantan tentara asal Inggris, Roland Mery telah melakukan operasi pergantian jenis kelamin sendiri dan selamat. Hal ini terjadi pada 2009, pria berusia 61 tahun ini ingin sekali mengubah jenis kelaminnya. Dia telah mengunjungi rumah sakit, namun pihak medis mengatakan bahwa dia harus menunggu selama dua tahun. Namun waktu itu nampaknya cukup panjang bagi Roland.

Oleh karena itu, pada suatu pagi dia memutuskan melakukannya seorang diri. Awalnya meminum beberapa penghilang rasa sakit dan pergi ke kamar mandinya dengan peralatan bedah darurat. Dia memotong alat kelaminnya dan kemudian memanggil istrinya untuk mendapatkan bantuan medis. Roland akhirnya dilarikan ke rumah sakit. Tak disangka, dokter justru mengatakan bahwa pembedahan yang dia lakukan begitu sempurna sehingga tidak perlu banyak usaha untuk mengatasinya.

DR EVAN O'NEILL KANE

Kane adalah ahli bedah kepala di New York City Kane Summit Hospital. Dia ingin membuktikan bahwa pembiusan total tidak diperlukan untuk operasi kecil. Dia menggunakan dirinya untuk menguji teorinya, yaitu mengambil usus buntunya sendiri memakai anestesi lokal.

Dr Kane duduk di meja operasi dengan meletakkan cermin di atas perutnya. 3 orang dokter bersiap-siap memberi bantuan jika terjadi hal yang berbahaya. Dr Kane membuat sayatan untuk mengambil usus buntunya, lalu asisten menjahit lukanya. Ketika berusia 70 tahun di tahun 1932, dia kembali melakukan operasi pada dirinya sendiri untuk mengobati hernia.

JAN DE DOOT

Pada 1651, seorang pandai besi Belanda Jan de Doot melakukan sistolitotomi terbuka pada dirinya sendiri untuk mengangkat batu kandung kemih yang dideritanya. De Doot telah menjalani dua operasi serupa sebelumnya. Keduanya dikerjakan oleh tukang batu dan sangat menyakitkan.

Tidak siap untuk mengalami rasa sakit seperti itu lagi,dia membiarkan batu ginjal itu tetap pada tempatnya. Sayang, rasa sakit luar biasa tetap dirasakannya. De Doot akhirnya memutuskan melakukan operasi sendiri. Sebelum operasi, dia menyuruh istrinya ke pasar dan memanggil kakaknya membantu memegang skrotumnya saat dia membuat sayatan untuk mencapai kandung kemihnya. Setelah itu, dia mengeluarkan batu dengan dua jari sebelum meminta saudaranya memanggil tabib menjahit sayatan.

DEBORAH SAMPSON

Deborah Sampson adalah salah satu orang prajurit Amerika Serikat (AS) yang tergabung dalam Resimen IV Massachusetts di Continental Army tahun 1.700-an. Dia tertembak di bagian paha, namun khawatir dokter yang merawatnya akan melarangnya kembali berperang.

Maka wanita perkasa ini melarikan diri dari rumah sakit dan mengambil sendiri peluru yang bersarang di pahanya dengan pisau sebelum kembali ke medan perang. Sayangnya, dia terluka lagi, namun kali ini lebih parah. Dia pun dikirim pulang dan dipensiunkan.

Sejarah Praktik Ilmu Pengobatan Bidang Kedokteran

OPERASI

Pada Abad Pertengahan, operasi dilakukan tukang cukur rambut, bukan dengan ahli bedah. Saat itu operasi dipandang lebih sebagai seni kerajinan tangan, bukan sebuah profesi di mana nyawa seseorang dipertaruhkan. Tidak hanya melakukan operasi saja, pencukur rambut juga melakukan sejumlah hal lain seperti pencabutan gigi, amputasi, penjualan obat-obatan dan tentunya mencukur rambut. Kedua profesi akhirnya digabungkan pada 1540 oleh King George II menjadi United Barber-Surgeons Company. Pada 1745 sebuah sekolah khusus bedah dibuka di London. Ini menandakan sebuah keharusan untuk mengemban ilmu bedah terlebih dahulu sebelum menjadi ahli bedah.

METODE PERKUSI

Seorang dokter Austria, Leopold von Auenbrugger menciptakan sebuah metode pada 1754 yang dinamakan methods of percussion atau metode perkusi. Metode ini digunakan mendeteksi apabila ada cairan berlebihan di dalam tubuh seseorang seperti pneumonia dalam paru-paru. Metode perkusi ini dilakukan dengan cara menepuk beberapa bagian tubuh seseorang dengan menggunakan jari. Metode yang dinamakan inventum novum ini terus digunakan hingga sekarang.

TEKANAN DARAH

Sirkulasi peredaran darah dan tekanannya sudah dipelajari selama berabad-abad. Pada 1628, seorang dokter William Harvey merilis sebuah buku berjudul Exercitatio Anatomica de Motu Cordis et Sanguinis in Animalibus atau pergerakan jantung dan darah dalam tubuh hewan. Buku tersebut kemudian dijadikan pedoman memahami sistem peredaran darah dalam tubuh mahluk hidup. Pada 1881, Samuel Siegfried Karl Ritter von Basch menciptakan alat untuk memonitor tekanan darah pertama kali yang dinamakan sphygmomanometer. Pada 1905, dokter Nikolai Korotko" menyempurnakan ciptaan Samuel dengan penemuannya akan perbedaan antara tekanan darah sistolik dan distolik.

STETOSKOP

Seorang dokter Prancis, Rene Theophile Hyacinthe Laennec pada 1816 menciptakan sebuah perangkat medis untuk mendengar suara jantung, pernapasan dan juga aliran darah dalam arteri dalam tubuh yang dinamakan stetoskop. Pembuatan stetoskop ini terinspirasi dua anak yang sedang bermain di halaman. Kedua anak menggunakan tabung kosong terbuat dari kayu untuk mendengarkan suara lebih jelas. Rene kemudian mengaplikasikan hal itu dalam dunia medis. Bagian dari stetoskop yang ditempelkan ke punggung seseorang mampu membuat suara organ dalam tubuh seseorang menjadi lebih jelas didengar.

KEMOTERAPI

Sebagian besar pengidap kanker menjalani perawatan kemoterapi. Seorang ahli imunologi Jerman, Paul Ehrlich merupakan pencipta dari ilmu kemoterapi ini. Pada era awal 1900-an, Paul memusatkan perhatiannya pada ilmu kekebalan tubuh di mana ia juga mencari cara untuk melawan penyakit yang menular dengan menggunakan obat. Ia berkeyakinan bahwa bibit penyakit hanya menyerap zat warna kimia tertentu; dan apabila menyerap zat kimia tertentu yang lain, bibit penyakit itu akan mati. Pengobatan dengan zat kimia itulah yang kemudian dikenal sebagai kemoterapi.

RADIOLOGI

Nama Marie Curie tentunya sudah tidak asing lagi bagi mereka yang berkecimpung di dunia medis. Wanita yang menimba ilmu di Sorbonne University di Paris, Prancis ini merupakan sosok pertama perintis bidang radiologi.Penemuannya telah melahirkan sebuah alat radiasi elektromagnetik yang dinamakan X-ray. X-ray hingga sekarang digunakan di setiap rumah sakit untuk mengetahui kondisi tulang dalam tubuh secara visual. Curie menghabiskan waktu bertahun-tahun melakukan penelitian terhadap bahan radioaktif seperti, polonium dan radium.

Negara Dengan Kualitas Dokter Terbaik

Jerman

Jerman memiliki sejarah panjang dalam bidang medis. Negara ini telah memproduksi jutaan tenaga medis professional terbaik termasuk dalam hal ini dokter. Jerman juga telah meletakkan dasar bagi para profesional medis untuk menjaga aliran sistem perawatan kesehatan yang berkembang. Di negeri paling kaya di Eropa ini, dari ahli bedah untuk dokter umum, masing-masing sangat terampil dan terlatih untuk pekerjaannya.

Kuba

Kuba punya rasio dokter dibanding jumlah penduduk merupakan tertinggi di dunia: 1 dokter melayani 148 orang. Bandingkan dengan AS: satu dokter melayani 480 orang.Meski terhitung miskin, Kuba juga memiliki salah satu layanan kesehatan terbaik di dunia. Anggaran kesehatan negara yang baru saja ditinggal mantan pemimpin besarnya Fidel Castro ini tidak pernah di bawah 10% dari anggaran nasionalnya. Bahkan, pada 2010, pemerintah Kuba menganggarkan 14,5% untuk memastikan seluruh rakyatnya bisa berobat gratis.

Amerika Serikat (AS)

Kebijakan dan hukum di Amerika Serikat memberikan jaminan kesehatan yang lengkap untuk warganya. Untuk menjamin layanan medis seperti yang e!sien dan efektif, AS memiliki sistem yang bisa melahirkan dokter-dokter dengan kualitas jempolan. Sistem kesehatan di AS tidak semata-mata berorientasi memberikan perawatan medis lebih baik, tetapi juga berusaha untuk mempertahankan hubungan yang harmonis dengan pasien.

Israel

Setiap tahun, Israel menyediakan anggaran yang cukup untuk pelatihan dan pendidikan dokter. Anggaran untuk pendidikan dokter itu wajib dialokasikan dari pusat hingga daerah dengan tujuan akhir memberikan bantuan medis kepada semua warga. Bahkan para dokter di Israel juga menerima konsultasi pasien dari negara lain.

Australia

Australia dikenal memiliki sistem perawatan kesehatan paling berkelanjutan dengan kualitas terbaik di dunia. Pemerintah Australia telah membentuk lembaga pelayanan kesehatan di mana mereka secara rutin diwajibkan berlatih bersama dengan spesialisasi di bidangnya masing-masing. Sistem itu membuat dokter di Negeri Kangguru ini sangat profesional dan memenuhi syarat untuk semua jenis perawatan akut.

Kanada

Kanada merupakan negara yang kaya sumber daya dan memiliki sistem pemerintahan stabil. Dengan kekayaan sumber daya dan juga pemerintahn yang stabil membuat pelayanan medis di negara ini sangat baik kepada warganya. Bahkan orang-orang dari negara lain mencari bantuan medis untuk pengobatan berbagai penyakit di negara tetangga AS ini. Beberapa penemuan dokter Kanada juga telah menjadi rujukan dunia di bidang medis karena terbukti menyelamatkan jutaan nyawa dari beberapa epidemi dan endemi.

Belgia

Belgia dalam beberapa tahun terakhir membuktikan memiliki kulitas dokter terbaik di dunia. Negara tetangga Belanda ini telah berhasil mengembangkan laboratorium besar, lembaga penelitian, rumah sakit dan industri farmasi yang menghasilkan tenaga medis yang profesional. Tidak hanya dokter umum tapi spesialis dari setiap bidang lain di negara ini ditunjang pengalaman besar dan kualitas pendidikan memadai.

KORAN SINDO/HARDIANSYAH

Berita Lainnya...