Edisi 15-03-2019
Stadion Kelas Dunia Mulai Dibangun


JAKARTA –Pemprov DKI Jakarta mulai membangun stadion kelas dunia di Kawasan Sarana Rekreasi Olahraga, Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Pembangunan Stadion Internasional Jakarta akan terintegrasi dengan moda transportasi massal. Stadion tersebut mulai kick off atau groundbreaking kema - rin. Stadion yang menelan ang - garan pembangunan sebesar Rp5 triliun itu memiliki ka pa - sitas 82.000 orang.

Pembangunan stadion ditargetkan ram - pung pada 2021. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, janji yang diberikan kepada warga Jakarta atas pembangunan sta - dion bertaraf internasional te - lah ditunaikan.

Stadion ini ba - kal menjadi stadion pertama yang betul-betul berkelas dunia dan bukan hanya kebanggaan Ibu Kota, tapi juga kebanggaan Indonesia. “Ini adalah mimpi ju - taan warga Ibu Kota,” ujar Anies di Tanjung Priok kemarin.

Menurut dia, pembangunan sta dion ini juga dirancang su - paya bisa digunakan untuk ber - bagai kegiatan seni dan budaya. Desainnya dibuat benar-benar sebagai contoh sebuah gedung dengan prinsip ramah ling ku - ng an berkelas platinum dan me - makai konsep ramah lingkungan.

Stadion Internasional Jakarta juga tidak berdiri sendiri, tetapi sebagai satu kawasan yang nantinya terdapat kawasan hijau, danau, dan aktivitas kegiatan lainnya sesuai asumsi warga menggunakan angkutan umum.

Posisi Stadion Internasional Jakarta berada pada lokasi sangat strategis di wilayah utara Jakarta yang bisa dicapai de ngan menggunakan moda transpor - tasi umum seperti KRL Com - mu ter Line, bus Transjakarta, light rail transit (LRT), serta mass rapid transit (MRT).

Lokasi stadion juga dilalui jalan tol lingkar dalam dan lin g - kar luar sehingga menambah ni lai strategis kawasan. De - ngan terbangunnya stadion ini, Pem prov DKI akan memiliki tiga fasilitas olahraga bers tan - dar internasional, yaitu Ja kar - ta In ternational Velodrome, Jakarta International Eques - trian Park, dan Jakarta In ter - na tional Stadium.

“Insyaallah dalam waktu dua tahun setengah, kita akan me - nyaksikan yang selama ini men - jadi cita-cita dan mimpi menjadi kenyataan. Kita harus bisa me - nunjukkan penggunanya me - mi liki adab internasional dan tata cara yang kelas dunia,” ung - kap Anies. Direktur Utama PT Jakarta Propertindo Dwi Wahyu Dar yoto menuturkan, proses per siap - an dan pengembangan lahan proyek hampir tuntas.

Pelaksanaan konstruksi fisik di laksanakan dalam waktu tiga pekan setelah kick off. Bangunan dan kawasan stadion dirancang un - tuk siap disertifikasi green building dengan target grade pla - tinum. Adapun penganggarannya melalui penyertaan modal dae - rah (PMD) yang dialokasikan dari APBD DKI.

Pada APBD 2018, pihaknya mengajukan anggaran Rp5 triliun dan sudah disetujui Rp900 miliar yang akan digunakan sebagai pe - nger jaan awal. Sisanya bakal di - bangun semacam kawasan ko - mer sial dengan tujuan self fi - nancing kebutuhan perawatan stadion.

Dari segi kapasitas, Stadion Internasional Jakarta mampu menampung 82.000 orang. Fa - silitas sosial lainnya ada masjid terapung. Pelatarannya dibuat saf supaya penonton bisa salat berjamaah karena banyak per - tandingan sepak bola digelar sekitar pukul 18.30 WIB dan 19.30 WIB.

“Di setiap titik harus kita per banyak toilet. Di sisi lain, masyarakat bisa berwisata air dengan adanya Danau Sunter. Di sekelilingnya akan dibikin jogging track sebagai fasilitas publik,” ujar Dwi. Pengamat perkotaan Uni - ver sitas Trisakti Nirwono Joga me minta Pemprov DKI me - mas tikan lahan yang dibangun un tuk stadion clear and clean.

Tidak ada sengketa lahan dan kepastian peruntukan sebagai Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang tidak akan diubah, seperti kasus peng gusuran Stadion Menteng dan Stadion Lebak Bulus. Terhadap BUMD yang mem - bangun dan mengelola Sta dion Internasional Jakarta, dia ber - pesan agar dapat me ngem bang - kan stadion dan kom pleks olah - raga secara pro fe sio nal.

Operasional dan pera watan stadion harus mandiri, tidak membebani APBD baik ketika masih dikelola BUMD mau pun hingga diserahkan pada Pem prov DKI. “Pemda harus mendukung dengan perencanaan kawasan stadion dan kompleks olahraga sehingga ke depan bisa seperti Stadion Gelora Bung Karno, Senayan.

Jaringan transportasi massal (MRT, Commuter Line, LRT, Transjakarta), pengendali an peruntukan kawasan fokus sebagai pendukung terkait kegiatan olahraga seperti venue, wisma atau apartemen atlet,” ujar Nirwono.

bima setiyadi


Berita Lainnya...