Edisi 15-03-2019
Cagub Maluku Utara Dituntut 12 Tahun


JAKARTA - Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada KPK menuntut calon gubernur Maluku Utara (Malut) dalam Pilkada Serentak 2018 Ahmad Hidayat Mus dengan pidana penjara 12 tahun.

Sementara adik kandungnya yang juga Bupati Bang gai Kepulauan, Sulawesi Tengah, nonaktif Zainal Mus dituntut 8 tahun penjara. JPU yang di pimpin Lie Putra Setiawan menilai, Ah mad Hi - dayat selaku bupati Ke-pulauan Sula, Malut, periode 2005- 2010, dan Zainal Mus selaku ketua DPRD Kabupaten Sula periode 2009-2014 ter bukti secara sah dan meya kin kan bersalah menurut hukum melakukan tindak pidana ko - rupsi (tipikor).

Hidayat dan Zainal dinilai telah melakukan beberapa perbuatan berlanjut secara melawan hukum dalam proses pengadaan lahan secara manipulatif untuk Bandara Bobong di Kabupaten Ke pu - lauan Sula dari APBD 2009 yang tidak sesuai dengan ke tentuan.

Kakak-adik ini juga terbukti mencairkan dan menyalurkan anggaran pembebasan tanah lokasi Bandara Bobong di luar peruntukan hingga mencapai Rp3.448.900.000 dalam dua tahap pada Agustus dan Sep tember 2009.

Dari perbuatan itu Hidayat dan Zainal memperkaya diri se be - sar Rp2,703 miliar dan mem per - kaya puluhan orang di antaranya Kapolres Kepulauan Sula saat itu dengan penerimaan Rp75 juta pada 9 September 2009 dan Kajari Kepulauan Sula saat itu dengan pe - nerimaan Rp35 juta sekitar 11 Sep - tember 2009.

JPU meyakini atas per buat an Hidayat dan Zainal, negara dirugikan Rp3.448.900.000. “Menuntut majelis hakim memutuskan, menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Ahmad Hidayat Mus dengan pidana penjara 12 tahun dan denda Rp1 miliar subsider 6 bu lan,” ujar JPU Lie Putra Se tia wan saat membacakan amar tuntutan atas nama Hidayat di Pengadilan Tipikor Jakarta kemarin.

JPU juga menuntut Hi da yat dengan pidana tambahan berupa uang pengganti sebesar Rp2,408 miliar selambatlambatnya satu bulan setelah putusan pengadilan memper - oleh hukum tetap atau diganti dengan pidana penjara 6 tahun. JPU Nanang Suryadi mem - beberkan, terhadap Zainal JPU menuntut pidana 8 tahun dan denda Rp500 juta subsider 6 bulan kurungan.

Terhadap Zainal juga dituntut pidana uang pengganti sebesar Rp294 juta selambat-lambatnya satu bulan setelah putusan peng - adilan memperoleh hukum tetap atau subsider 2 tahun. Atas tuntutan JPU, Ahmad Hidayat Mus dan Zainal Mus beserta tim penasihat hukum memastikan akan mengajukan nota pembelaan (pleidoi).

sabir laluhu




Berita Lainnya...