Edisi 15-03-2019
Dana Abadi Bakal Naik Bertahap


JAKARTA - Dana abadi di empat sektor direncanakan bakal naik terus secara bertahap selama lima tahun ke depan.

Empat sektor itu antara lain dana abadi kebudayaan, penelitian, Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), dan dana abadi perguruan tinggi. Rencana ini diharapkan da - pat meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia ke depan.

Deputi II Ke pala Staf Kepresidenan (KSP) Yanuar Nugroho me nye - but, dana abadi LPDP dalam lima tahun mendatang dapat mencapai Rp100 triliun. Me - nu rutnya, LPDP patut dikem - bangkan karena dengan dana tersebut banyak anak-anak Indonesia dapat melanjutkan pendidikan S-2 dan S-3.

“Meneruskan LPDP, dana abadi pendidikan. Ini akan ditingkatkan. Sekarang Rp60 triliun kita punya. Itu akan ditingkatkan sampai Rp100 triliun dalam lima tahun ke depan,” katanya di kantor KSP, Jakarta, kemarin.

Lalu untuk sektor pene li - tian, Yanuar mengatakan bah - wa saat ini telah dianggarkan dana sebesar Rp1 triliun. Dia menyebut ada kemungkinan dana abadi di sektor penelitian tersebut bakal dinaikkan lima puluh kali lipat dari jumlah saat ini.

“Dimulai dari Rp1 triliun yang sudah disiapkan pada ta - hun anggaran ini sebetulnya. (Ini) yang akan digarap temanteman Kemenristek-Dikti, dan masih dipikirkan bersama bagaimana pengelolaannya.

Tapi dana abadi penelitian atau riset ini juga akan meningkat sampai Rp50 triliun selama lima tahun ke depan pada 2024,” ungkapnya. Menurut Yanuar, untuk da - na abadi perguruan tinggi akan mulai dianggarkan sebesar Rp10 triliun, dan akan naik menjadi Rp50 triliun.

Dana abadi ini untuk mendorong uni ver si tas di Indonesia dapat bersaing masuk 500 besar dunia. “Jadi, tidak hanya jago kan - dang, namun juga masuk ke liga internasional. Saat ini ada tiga kampus yang masuk 500 besar, yakni UI, ITB, dan UGM.

Ide dana abadi ini untuk memperkuat perguruan tinggi itu agar tidak menggunakan mekanisme ke-uang an yang kaku,” tuturnya. Yanuar mengatakan, de - ngan pengelolaan dana abadi ini, hasilnya dapat digunakan per gu ruan tinggi untuk me - ningkatkan kinerja akademika kampus.

Mulai publikasi, riset, hingg a pe ningkatan SDM dosen. “Kalau untuk mahasiswa, pemerintah sudah alokasikan banyak. Yang tidak bisa bayar ada beasiswa Bidikmisi. Keterima perguruan tinggi dan miskin pasti dapat Bidikmisi.

Lalu ada afirmasi pendidikan, dari 3T (tertinggal, terluar, terdepan), dan Papua. (Beasiswa) PPA untuk peningkatan prestasi akademik,” katanya. Sementara itu, Direktur Jen - deral (Dirjen) Kebudayaan Ke - men terian Pendidikan dan Ke - budayaan (Kemendikbud) Hil mar Farid mengatakan, dana abadi untuk sektor kebudayaan diang - gar kan sebesar Rp5 triliun tahun ini.

Menurutnya, dengan penge lo - laan ini akan meng-ha sil kan bunga 6% pada 2021 men datang. “Jadi 2019 dianggarkan, 2020 masuk dalam APBN, hasilnya bi - sa digunakan 2021,” ujarnya. Dia mengatakan adanya dana abadi ini untuk mempermudah kegiatan kebudayaan.

Pasalnya, selama ini kegiatan kebudayaan bergantung kepada APBN yang pada saat yang sama mekanisme APBN tidaklah fleksibel. “Kami sedang berkomunikasi dengan Kemenkeu, nanti bentuknya (pengelolaannya) seperti BLU. Kelembagaannya mirip LPDP, kemudian fokus tentu pada kegiatan yang selama ini sulit dibiayai,” pungkasnya.

dita angga


Berita Lainnya...