Edisi 15-03-2019
6 Juta Wajib Pajak Telah Lapor SPT


JAKARTA– Direktorat Jenderal Pajak (Ditjen Pajak) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat hingga 13 Maret 2019 sudah ada 6 juta wajib pajak (WP) yang telah melaporkan kewajiban pajaknya melalui surat pemberitahuan tahunan (SPT).

Direktur Potensi, Kepatuhan, dan Penerimaan Pajak Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kemenkeu Yon Arsal mengatakan, jumlah tersebut meningkat dari tahun lalu yang sebesar 5,4 juta. ”Sampai kemarin malam, jumlah yang sudah dite-rima hampir 6 juta, yaitu 5,97 juta, meningkat dibanding tahun lalu yang 5,4 juta.

Berarti ada pertumbuhan secara agregat 10,7%,” ujarnya di Jakarta kemarin. Yon melanjutkan, penyampaian SPT tersebut berasal dari wajib pajak orang pribadi nonkaryawan yang tumbuh sebesar 17%. Namun, untuk penyampaian SPT orang pribadi karyawan mengalami penurunan.

DJP menargetkan hingga 31 Maret 2019, WP yang diwajibkan melapor SPT sebesar 18,3 juta, naik dari tahun lalu yang sebesar 17,5 juta. Menurut Yon, salah satu alasan adanya kenaikan pelaporan SPT karena kepatuhan wajib pajak yang semakin meningkat.

”Ini tidak terlepas juga dampak dari program pengampunan pajak. Kalau rata-rata WP non tax amnesty itu tingkat kepatuhannya sekitar 71% tahun lalu. Peserta tax amnesty kepatuhan formal penyampai-an SPT lebih dari 90%.

Artinya, memang ini kita jadikan benchmark bagi partisipan non tax amnesty untuk lebih baik kepatuhannya,” jelasnya. Yon menambahkan, DJP juga melakukan sosialisasi maupun edukasi untuk mendorong peningkatan pelaporan SPT melalui surat elektronik sebagai pengingat kepada para wajib pajak.

”Ini sebagai best practice yang ada hampir di seluruh negara bahwa mengingatkan wajib pajak itu praktik lazim,” ungkapnya. Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Humas Ditjen Pajak Kemenkeu Hestu Yoga Saksama mengatakan, dari 6 juta wajib pajak yang telah melaporkan kewajiban pajaknya melalui SPT, sekitar 92% sudah melalui e-Filing.

”Terbukti bahwa e-Filing sangat membantu masyarakat untuk menyampaikan SPT-nya,” tuturnya. Hestu menambahkan, DJP akan membuka layanan pada Sabtu (30/3). Sementara untuk batas pelaporan SPT pada 31 Maret 2019, DJP tidak membuka layanan di kantor.

”Jadi, kami hanya melayani pada hari Sabtu, 30 Maret saja. Selebihnya, wajib pajak tetap bisa melalui e-Filing, dari mana saja, kapan saja, tidak bergantung waktu,” tandasnya. Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo mengungkapkan, ada empat strategi yang dilakukan otoritas pajak untuk meningkatkan kepatuhan Wajib Pajak dalam melaksanakan pembayaran pajak.

Strategi pertama adalah memperbaiki pelayanan agar Wajib Pajak mau membayar pajak secara suka - rela. ”Kita memperbaiki pelayanan karena masih ada ketidakpuasan.

Kita ingin lebih baik lagi karena pada prinsipnya pajak Indonesia masih self assessment,’’ujarnya Strategi kedua, yakni meningkatkan jumlah tenaga pemeriksa di Direktorat Jenderal Pajak untuk memperbaiki kualitas penegakan hukum.

Ketiga, melakukan kegiatan sosialisasi maupun edukasi secara berkelanjutan untuk meningkatkan kesadaran atas pentingnya membayar pajak.

”Kita memperluastax awareness untuk menyasar Wajib Pajak di masa depan, karena pajak ini untuk kesejahteraan bangsa, bukan untuk pejabat atau menteri keuangan,” kata Mardiasmo. Strategi keempat adalah melakukan internalisasi nilai-nilai Kemenkeu untuk menguatkan moral dan integritas pegawai pajak dalam menjalankan tugas secara profesional.

Mardiasmo mengharapkan upaya ini bisa meningkatkan kesadaran Wa - jib Pajak Orang Pribadi dan mengurangi beban Wajib Pajak Badan yang selama ini menjadi tulang punggung penerimaan pajak. Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengaku Kemenkeu gencar memberikan sosialisasi, dalam upaya mendorong kepatuhan untuk membayar pajak penghasilan.

”Belum sampai saat ini (sanksi), kita lakukan kampanye saja sampai 31 (Maret),” ujar Sri Mulyani. Sri Mulyani optimistis, tahun ini jika pelaporan kepatuhan wajib pajak pribadi akan mencapai 85%.

Pasalnya,keuangan melalui Ditjen Pajak telah melakukan beragam inovasi untuk mempermudah pelaporan pembayaran pajak. ”Di luar itu, kami juga melakukan berbagai inovasi seperti mempermudah para pembayar pajak individual untuk jalankan kepatuhan pakai e-Filing dan e- Billing,” jelasnya.

oktiani endarwati