Edisi 15-03-2019
Lima BUMN Jalin Kemitraan Strategis


JAKARTA - Lima Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memperkuat kemitraan strategis untuk kegiatan operasional dan pengembangan bisnis perusahaan.

Kerja sama ini terkait dengan komitmen tentang acuan harga bahan bakar minyak (BBM). BUMN yang terlibat dalam kerja sama ini, yakni PT Pertamina, Inalum se bagai Holding Industri Per tam - bangan BUMN (Inalum, Bukit Asam, Aneka Tambang, dan Ti - mah), PT Angkasa Pura I, Ang - ka sa Pura II, dan PT Garuda Indo nesia.

Menteri BUMN Rini Soemarno mengatakan, kerja sama strategis ini adalah suatu langkah sangat penting sehingga BUMN bisa memberikan yang terbaik bagi bangsa.

“Dengan sinergi antar-BUMN ini diha - rap kan efisiensi bisa ber tam - bah, BUMN makin untung dan pelayanan kepada masyarakat bisa makin optimal serta bisa memberikan kemakmuran bagi rakyat Indonesia,” katanya pada acara penandatanganan kerja sama di Kantor Kementerian BUMN, kemarin.

Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati menjelaskan, melalui kerja sama ini Per ta mi - na akan memberikan layanan terbaik dalam memasok BBM kepada para perusahaan ter se - but.

Menurutnya, dengan vari - an produk yang lengkap dan ber kualitas serta layanan kom - prehensif melalui layanan ven - dor held stock (VHS) dan Franco, Pertamina telah berpenga lam - an memasok kebutuhan BBM di banyak perusahaan Indonesia.

“Karena itu, kami berterima ka - sih atas kepercayaan para pe ru - sahaan ini sekaligus menjadi bukti nyata sinergi BUMN,” ujarnya. Nicke menambahkan, per - janjian kerja sama dengan hol - ding BUMN Pertambangan ini ber laku selama lima tahun un - tuk jenis biosolar dan marine fuel oil 180 (MFO 180) sebanyak 25.000 KL per bulan dan akan meningkat menjadi 40.000 KL per bulan.

Direktur Layanan Strategis Inalum Ogi Prastomiyono me - nga takan, sinergi dengan Per - tamina dilakukan sejalan de - ngan rencana bisnis Inalum yang terus mendorong efisiensi dan produktivitas perusahaan, baik untuk memenuhi ke bu - tuh an dalam negeri maupun eks por.

Upaya tersebut meru - pa kan bukti nyata berjalannya sinergi BUMN antara Holding Industri Pertambangan dengan Per tamina. Inalum dengan Per - ta mina bersama dengan ang go - ta holding pertambangan terus meningkatkan produksi ter ma - suk program hilirisasi industri pertambangan sehingga ke - butuhan BBM akan semakin meningkat.

“Dengan kerja sama ini, perseroan bisa melakukan efi - sien si sekaligus mendapat ja - min an pasokan BBM sesuai de - ngan spesifikasi yang dibu tuh - kan dengan harga kompetitif,” ujar Ogi. Industri pertambangan me - rupakan salah satu pengguna terbesar BBM.

Hal ini untuk men dukung peningkatan pro - duk si di sektor pertambangan yang berkontribusi terhadap perekonomian nasional. “Total pemakaian BBM seluruh hol - ding saat ini sekitar 25.000 KL per bulan,” katanya.

Pada saat yang sama juga di - tandatangani Nota Kese pa ham - an Sinergi BUMN antara Per - tami na dengan Angkasa Pura I dan Angkasa Pura II. Ke se pa - haman itu ditandatangani Di rek - tur Utama PT Pertamina Nicke Widyawati, Direktur Uta ma PT Angkasa Pura II Mu ham mad Awaluddin, dan Direktur Uta ma PT Angkasa Pura I Faik Fahmi.

Melalui kerja sama ini, para pihak sepakat memperkuat ker - ja sama yang telah ber lang sung melalui penjajakan pe luang ba - ru. Seperti optimalisasi penge lo - laan aset Angkasa Pura untuk pengembangan SPBU atau bisa mencakup bidang-bidang usaha lain yang di usa hakan masingmasing pe ru sa haan.

Muhammad Awaluddin me - nyambut baik kerja sama de - ngan Pertamina tersebut. “Ini merupakan bagian dari upaya Angkasa Pura II dalam me - ngembangkan bisnis anorganik di samping kami pastinya juga fokus pada bisnis organik, yakni pengelolaan bandara,” ujarnya.

Faik Fahmi mengatakan perjanjian kerja sama ini sangat positif bagi Angkasa Pura I. Karena hal ini sesuai dengan rencana stra tegis Angkasa Pura I dalam mengembangkan bisnis dan por tofolio ke depannya.

nanang wijayanto