Edisi 15-03-2019
Pemerintah Diminta Kembangkan Industri Tembakau Alternatif


JAKARTA - Pemerintah diminta mendorong pengembangan industri tembakau alternatif di dalam negeri.

Pasalnya, industri ini bisa mengurangi dampak risiko kesehatan hingga 90% daripada rokok yang dibakar. Wakil Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Masduki Baidowi menjelaskan, produk tembakau alternatif perlu dikembangkan mengingat keterkaitan persoalan tersebut dengan petani tembakau dari kalangan nahdliyin.

”Saat ini terdapat produk tembakau alternatif yang tidak dibakar sehingga tidak mengandung TAR yang tinggi. Inilah sebenarnya yang mesti dikembangkan. Ke depan, kita berharap kepada pemerintah agar mendorong pengembang - an industri ini,” jelas Masduki, baru-baru ini.

Dia menegaskan, pemerintah perlu melakukan pengembangan riset sehingga ke depan dapat menyusun regulasi yang tepat terkait produk tembakau alternatif. Sementara, Ketua Pengurus Pusat Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) PBNU Rumadi Ahmad yang menyambut baik kehadiran produk tembakau alternatif dengan melakukan kajian panjang dan melalui riset khusus terkait urgensi pengembangan produk tembakau alternatif.

Menurut Rumadi, produk tembakau alternatif bisa mengurangi risiko kesehatan hingga 90% daripada rokok yang dibakar. Namun, hal ini belum ditangkap serius oleh pemerintah. Rumadi menambahkan, per - spektif pemerintah terhadap produk tembakau alternatif masih soal cukai dan kesehatan, tetapi paradigma untuk mengurangi risiko orang merokok itu belum dilakukan.

”Oleh karena itu, NU memandang penting riset-riset mengenai produk tembakau ini perlu dilakukan. Kedua, memastikan bahwa kalau dikembangkan, produk tembakau alternatif ini perlu perlindungan yang kuat,” katanya.

rakhmat baihaqi