Edisi 15-03-2019
Stripe Optimistis Raih Pertumbuhan


Meskipun hanya 5% perdagangan global yang menggunakan pembayaran daring, kesempatan tersebut terus berkembang.

Itu disebabkan tren pembayaran daring akan terus bergerak naik dan semakin populer.Patrick Collison, chief executive officer (CEO) dan pendiri Stripe ber sa - ma saudara kan dung - nya, John Collison, meng - ungkapkan bahwa ekonomi internet berkembang cepat.

Nilai perusahaan mereka kini mencapai USD9,2 miliar dan masih memiliki potensi untuk terus berkembang. Dalam wawancara dengan Bloom - berg, Collison bersaudara mengung - kap kan bahwa mereka terkadang meng alami paranoid tentang apakah mereka bisa mewujudkan kesempatan.

“Dalam skala global, skala pasar dan kesempatan tidak tumbuh besar,” ujar Patrick. Dia mengungkapkan, mereka tidak pernah berpikir akan membangun pe - rusahaan besar. Dia dan saudaranya juga sadar sesuatu yang besar tidaklah mudah untuk digapai.

“Apa yang selalu dipikirkan adalah bahwa kita masih dalam tahap ekspansi. Kita akan men - co cokkan kapitalisasi dengan kesem - pat an,” papar Patrick. Stripe yang dirikan dua saudara kan dung pada 2009 itu sudah memiliki ba nyak klien, seperti Macy’s, GE, Adidas, Docusign, Slack, dan Nasdaq.

Perusahaan itu mempekerjakan lebih dari 1.000 orang secara global dan mengelola miliaran dolar transaksi setiap tahun. Stripe melawarkan pelayanan pem - ba yaran daring dan transaksi melalui ponsel. Mereka juga mendukung pem - ba yaran melalui kartu kredit di 130 mata uang asing, transfer bank, Alipay, dan WeChat Pay.

Awalnya mereka me - ne rima bitcoin , tetapi akhirnya tidak me lanjutkannya. Stripe menerima pendanaan USD450 juta dari investor seperti Sequoia Capital, Visa, American Ex - press, Peter Thiel, dan Elon Musk. Kini, nilai perusahaan tersebut mencapai USD22,5 miliar.

Terbaru, mereka men - dapatkan pendanaan terbaru senilai USD100 juta dari investor Amerika Serikat (AS) Tiger Global. “Stripe berkembang secara inter na - sional,” ujar juru bicara Stripe kepada Inde pendent. “Aliran dana itu menjadi - kan kami bergerak ke wilayah yang stra - tegis,” jelasnya.

Stripe terus mengembangkan ber - ba gai produk dan pelayanan, termasuk men cegah penyalahgunaan dan pem - ba yaran fisik di toko. Mereka mem pe - ker jakan lebih dari 100 orang di Dublin yang fokus pada pembayaran lokal dan pengembangan produk.

Mereka juga menambah beberapa eksekutif senior, seperti Diane Greene, pendiri VMWare, dan mantan Chief Executive Google Cloud. Patrick Colli - son menyebut Greene sebagai “Godlevel CEO”.

Michelle Wilson, mantan petinggi Amazon, menjadi anggota Stripe. “Kami membangun Stripe untuk jangka panjang. Kami sangat berun - tung memiliki banyak direktur yang berpikir tentang revolusi infrastruktur untuk beberapa dekade mendatang,” papar Patrick.

Selama bertahun-tahun, pertum - buh an e-commerce selalu mengabaikan pem bayaran teknologi. Perusahaan masih mengandalkan bank. Sebe nar - nya, Paypal didesain untuk menye de r - ha nakan pembayaran, tetapi itu justru semakin buruk. Stripe kerap dianggap sebagai solusi terbaik.

Stripe sudah menandatangani kesepakatan dengan Lyft, Facebook, DoorDash, Deliveroo, Seedrs, Monzo, The Guardian, Boohoo, Salesforce, Shopify, Indiegogo, Asos, dan Task - Rabbit. Pada tahun lalu, 65% pengguna internet di Inggris dan 80% di AS mem - beli produk dari bisnis yang meng - gunakan Stripe.

Bukan hanya bermain pada korporasi besar, mereka juga meluncurkan Stripe Atlas pada 2016. Itu ditujukan untuk membantu pengusaha kecil di seluruh dunia untuk menggunakan sistem pembayaran daring. Target uta - ma nya adalah pengusaha muda dari Afrika, Timur Tengah, dan Asia.

andika hendra