Edisi 15-03-2019
Belum Ada Garansi Buat Ezra Di Skuad U-23


JAKARTA – Pernah menjadi pilihan di skuad tim nasional era Pelatih Luis Milla tak menjadi garansi pemain keturunan Indonesia-Belanda Ezra Walian langsung masuk daftar skuad timnas U-23 di bawah Indra Sjafri.

Ezra harus tetap bersaing dengan pemain lain agar bisa dibawa terbang ke Vietnam. Ezra mengawali latihan di Lapangan ABC Senayan, Jakarta, kemarin pagi bersama 29 pemain lainnya. Pemain RKC Waalwijk itu juga intensif mengikuti latihan.

“Saya akan berlatih sangat keras dan menunjukkan kemampuan. Ini pertama kali saya bekerja dengannya (Indra). Kami berdiskusi satu sama lain. Saya harap saya bisa berkembang di bawah asuhannya,” kata Ezra, seusai latihan.

Sejauh ini Indra sudah memiliki dua penyerang murni yang turut berjasa memberikan gelar Piala U-22. Mereka adalah Dimas Drajat dan Marinus Wanewar. Kemampuan Mari - nus sudah teruji saat mem bawa timnas U-22 menjadi kampiun Piala AFF U-22. Ezra pun mengakui kualitas penyerang timnas.

“Saya kira semua pemain mampu bermain baik. Mereka juga memiliki kemampuan uniknya masing-masing. Saya senang berada di antara para penyerang seperti itu,” kata Ezra.

Pada pemusatan latihan menjelang kualifikasi Piala AFC U-23, Indra memanggil 30 pemain. Dengan demikian, bakal ada tujuh pemain yang dicoret atau tidak dibawa ke Vietnam. Pencoretan akan dilakukan seusai uji coba melawan Bali United, Minggu (17/3).

Sementara itu, ada yang berbeda dari Egy Maulana Vikri saat mengikuti latihan, kemarin. Egy datang ke lapangan dengan ceria karena kehadirannya sangat ditunggu Indra.

Meski baru bergabung, pemain asal Sumatera Utara itu langsung menjalani latihan sesuai dengan periodisasi program yang telah disiapkan. Cukup mencolok saat Egy datang ke lapangan adalah warna kulitnya.

Dia kelihatan lebih putih dibandingkan saat berada di Indonesia, termasuk saat membela timnas sebelumnya. “Di sana musim dingin. Tak ada matahari,” kata Egy, sambil tertawa.

Saat di lapangan, Egy langsung berusaha menunjukkan kemampuan terbaik meski pemain berusia 18 tahun itu mengaku tetap butuh adaptasi dengan kondisi di Indonesia yang beberapa waktu ditinggalkan.

“Ini baru latihan pertama sehingga harus cepat beradaptasi seperti apa yang diinginkan pelatih. Ya, tidak ada masalah sampai saat ini. Hanya lima menit pertama yang harus melakukan penyesuaian,” kata Egy.

Cepatnya proses adaptasi ini, menurut Egy, tidak lepas dengan apa yang dijalani selama ini. Selain sudah lama bergabung dengan Indra, dirinya juga mendapatkan pelatihan khusus dari timnya sebelum bertolak menuju Jakarta.

“Di klub, saya mendapat latihan tambahan yang disesuaikan dengan kebutuhan timnas. Yang bikin capek hanya lama naik pesawatnya,” kata Egy, dengan tersenyum. Egy merupakan salah satu andalan Indra.

Meski bakal ada pencoretan pemain, peluang mantan punggawa timnas U- 19 itu untuk bertahan cukup besar. Saat ini ada 30 pemain yang menjalani pemusatan latihan dan bakal diciutkan menjadi 23 pemain untuk dibawa ke kualifikasi Piala Asia U-23 di Vietnam.

ma’ruf/ant