Edisi 15-03-2019
Jelang GP Australia, Direktur Balap Meninggal


MELBOURNE– Kabar duka menyelimuti keluarga besar Formula One (F1). Jelang balapan F1 2019 di Sirkuit Melbourne, akhir pekan ini, Direktur Balap F1 Charlie Whiting meninggal dunia karena pulmonary embolism atau penyumbatan pembulu darah di paru-paru, kemarin.

Whiting sejatinya akan meresmikan balap F1 pada musim ini yang sudah dilakukan bertahun-tahun. Namun, hal itu tak akan terjadi. Fédération Internationale de l’Automobile (FIA) pun sudah mengumumkan secara resmi pria asal Inggris tersebut telah meninggal dunia.

“Whiting meninggal di Melbourne, Kamis pagi, tiga hari sebelum musim balapan F1 dimulai akibat pembengkakan paru,” ucap pernyataan FIA, dilansir Crash. Dalam kariernya, Whiting sudah berkecimpung di F1 sejak 1977 bersama Hesketh sebelum mendapatkan tugas di Brabhan dan bergabung secara resmi dengan FIA pada 1988.

Selanjutnya, dia ditunjuk menjadi Direktur Balap F1 sejak 1997 serta menjadi anggota delegasi keselamatan olahraga bermotor. Dengan berita duka itu, semua pihak yang terkait dengan F1 pun terkejut dan menyampaikan simpati yang mendalam, termasuk Presiden FIA Jean Todt.

“Berita kematian Whiting sangat menyedihkan. Saya mengenalnya selama bertahun tahun. Dia direktur balap yang sangat hebat. F1 telah kehilangan seorang sahabat hebat dan karismatik,” ucapnya.

Direktur Manajemen F1 untuk Motosport Ross Brawn turut berduka cita atas meninggalnya Whiting. Menurutnya, Whiting merupakan pria yang hebat dan pekerja keras sejak dirinya sama-sama masih menjadi mekanik. “Saya mengenal Whiting sepanjang kehidupan balap saya.

Kami bekerja sebagai mekanik bersamasama, menjadi sahabat, dan menghabiskan banyak waktu bersama-sama di trek balap seluruh dunia. Saya sangat sedih mendengar berita tragis ini,” ujar Brawn. Bukan hanya rekanrekannya, seluruh komunitas balap juga turut sedih mendengar kabar meninggalnya Whiting.

Pasalnya, dia sudah dianggap sebagai tokoh penting F1 selama empat dekade. Hal ini yang membuat kematiannya mendunia. Bahkan, pembalap Mercedes Lewis Hamilton juga bersedih dengan kematian Whiting di usia 66 tahun. “Saya terkejut dan tidak percaya atas berita tersebut.

Saya sangat sedih atas berita kematian ini,” tulis Hamilton, melalui akun Instagrampribadinya. Bukan hanya pembalap F1 masa kini, beberapa mantan pembalap juga menyampaikan dukacita yang mendalam, termasuk juara dunia F1 1996 Damon Hill. “Ini kejutan besar bagi semua orang.

Dia adalah salah satu dari orang-orang yang selalu Anda pikir akan ada di sana sebagai alasan. Dia memiliki tanggung jawab besar dan peran penting dalam men - jaga olahraga tetap berjalan,” ungkapnya.

raikhul amar