Edisi 15-03-2019
Sentuhan Ruffles Desainer Dunia


MENDAPATKAN undangan pesta dari kolega, berarti saatnya Anda memburu koleksi busana cantik, mewah, dan elegan dari desainer papan atas dunia yang bernuansa feminin, stylish, dan dinamis.

Sebuah rancangan outfit yang berkualitas dengan signature yang khas penuh pesona. Koleksi baru misalnya dirilis brand fashion papan atas Giambattista Valli. Desainer asal Italia kelahiran Prancis ini tampaknya menyukai busanabusana yang memberi kesan feminin dan dramatis.

Pada Spring/Summer 2019, penggunaan ruffles kembali marak di panggung rumah mode. Dan Valli salah satu desainer yang khas dengan gaun bersiluet ruffles kembali melansir rancangan atraktif dengan sentuhan romantis tersebut.

Serangkaian koleksi yang terdiri dari atasan cropped off the shoulder yang dipadankan dengan gypsy maxi skirt, tentunya dibuat dengan teknik ruffles yang rumit. Valli menemukan rasa keseimbangan yang canggih, mewah, dan juga modern dalam busananya.

Dan dia memainkan permainan yang saling bertentangan di seluruh koleksi. Dengan pergantian siluet yang rapi, kompak, berkontur dengan hiasan imajinatif. Koleksinya mencakup dress bernuansa merah muda dengan motif bunga.

Gaun dengan detail lengan bentuk cape dan sentuhan ruffles ini ditawarkan dengan harga Rp45,9 juta. Terdapat juga busana fit and flare dress tanpa lengan bernuansa hitam dari bahan renda yang dibanderol harga Rp44,2 juta. Anda juga bisa melirik koleksi blus lengan panjang warna ungu dari bahan sutra yang lembut.

Busana dengan aksen kain panjang di bagian kerah ini dibanderol dengan harga Rp22,7 juta. Ada juga shift dress cantik yang pas badan bernuansa gabungan krem, putih, dan pink. Harga untuk mendapatkan busana dengan motif bunga-bunga kecil ini adalah Rp51,3 juta.

Terdapat juga koleksi silk dress bernuansa merah muda dengan aksen ruffles berlengan panjang seharga Rp37,9 juta. Valli lahir dan besar di Roma, Italia, dan memegang gelar akademisnya dari Liceo dan juga di bidang seni.

Pada 1987 dia memulai kursus dasar dalam ilustrasi di Central Saint Martins College of Art and Design di London. Sejak 2005, Valli mulai meluncurkan koleksi fashion sendiri dan menggelar solo show di Paris, Prancis.

Koleksinya hingga kini banyak disukai oleh fashionista hingga selebritas dunia, seperti Penelope Cruz, Sarah Jessica Parker, Jessica Biel, Natalie Portman, Diane Kruger, Halle Berry, Zoe Saldana, Julianne Moore, Brooke Shields, juga Putri Rania dari Yordania dan Putri Clotilde Courau.

Label mewah lainnya yang mengeluarkan rancangan anyar adalah rumah mode asal Italia, Marni. Melalui koleksi ready to wear untuk Spring/Summer 2019 , Marni menghadirkan warna beige dengan motif artsy yang penuh warna dan eklektik. Desain busananya menjadi salah satu alternatif yang tepat bagi penyuka gaya playful.

Label ini menguatkan esensi waktu pada koleksinya kali ini dengan warnanya yang unik. Membiarkan Anda untuk menginterpretasikan inspirasi dari koleksi yang mewakilkan sejarah keindahan gaya dari masa ke masa. Koleksi ini juga menjadi ajang pembuktian dari Francesco Risso.

Apakah creative director baru ini akan berhasil untuk beradaptasi dalam memahami nilai historis dan tipikal perempuan Marni sembari tetap menyisipkan karakter personalnya. Terdapat busana ciamik seperti A-line dress tanpa lengan bermotif floral.

Koleksi bernuansa dominan biru ini bisa Anda beli dengan harga Rp17,8 juta. Juga ada trim dress panjang berlengan sedang. Koleksi dengan sentuhan garis pinggang ini ditawarkan dengan harga Rp19,2 juta. Tersedia juga koleksi atasan putih berlengan sedang dengan motif rantai besar.

Busana bergaya santai yang cocok dikenakan saat hang out ke mal bersama sahabat ini ditawarkan dengan harga Rp4,9 juta. Opsi menarik lainnya adalah busanacoat berlengan panjang dengan motif bungabunga.

Koleksi dari bahan coated cotton yang nyaman ini dibanderol dengan harga Rp36,4 juta. Label Marni sudah berdiri sejak 1994 silam. Tercipta dari ide brilian Consuelo Castiglioni yang bekerja pada bisnis keluarga suaminya sebagai salah satu perajin fur atau bulu.

Pengerjaan fur dengan gaya yang sudah ketinggalan zaman membuat Castiglioni pun merasa harus mengubahnya dengan cara yang lebih modern untuk dapat bisa langsung dipakai. Akhirnya bisnis lini fashion - nya dikenal sejalan dengan kebutuhan para pemakainya akan koleksi fur dan diberi nama serupa dengan nama adiknya, Marni.

rendra hanggara