Edisi 16-03-2019
Politik Identitas Jadi Isu Debat Panas TKN-BPN


JAKARTA –Menjelang pelaksanaan debat pemilihan presiden (pilpres) putaran ketiga, Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-KH Ma’ruf Amin (KMA) terlibat debat panas dengan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga Uno.

Dalam acara yang dihelat di Gedung iNews Center tersebut, kedua kubu membahas isu politik identitas hingga pendidikan-kesehatan. TKN Jokowi-KMA diwakili Eriko Sotarduga, Ahmad Rofiq, Kapitra Ampera, dan Misbakhun.

Adapun dari kubu BPN Pra bowo-Sandi hadir Gamal Albi nsaid, Andre Rosiade, Jefrizal, Vasco Ruseimy, dan Raslina Rasidin. Mengenai politik identitas, TKN mempertanyakan sikap BPN yang selalu mengaitkan berbagai isu dengan afiliasi keagamaan pasangan calon.

Sikap tersebut dinilai TKN meng ancam keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). “Tolong dijelaskan ke - na pa selalu menggunakan po li - tik identitas untuk menyerang para lawan politik,” ujar in flu en - cer TKN Jokowi-Ma’ruf Amin, Misbakhun.

Misbakhun menilai penggunaan politik identitas sangat berbahaya mengingat Indonesia terdiri atas beragam suku, aga ma, dan ras. Penggunaan po li tik identitas hanya menebalkan perbedaan yang bisa mengarah pada perpecahan anak bangsa.

“Tapi ini seolah politik identitas menjadi jualan utama untuk mendapatkan ke - un tungan elektoral,” ucapnya. Anggota Badan Peme nang an Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Jefrizal, menepis bahwa kubu Prabowo-Sandi selalu meng - guna kan politik identitas.

Malah dia menilai isu politik identitas sengaja dimunculkan kubu Jo - ko wi-Ma’ruf Amin un tuk men - jatuhkan Prabowo-San di di ma - sya rakat. “Ini isu ja ngan dipoli - tisasi oleh 01. Ini isu murahan, justru ini yang selalu dipecahbelah oleh 01,” ucap Jefrizal.

Baginya NKRI merupakan keniscayaan. Bahkan selama ini dia gencar menjalankan tugas s - ebagai anggota parlemen untuk sosialisasi empat pilar kepada masyarakat. “Kalau bicara ke - bine kaan, saya ini sering sosi ali - sasi empat pilar,” katanya.

Mengenai isu pembangunan sumber daya manusia (SDM), kubu BPN Prabowo- San di menantang kubu Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin untuk menunjukkan data peningkatan pembangunan SDM. Khususnya dalam bidang pendidikan dan kesehatan.

BPN meminta data tersebut ditunjukkan secara akurat dengan referensi dari sumber tepercaya. Data tersebut penting diungkap untuk membuktikan indikasi ada atau tidaknya perbaikan di bidang pendidikan dan kesehatan.

“Apa indikator nasional yang terukur menunjukkan kesehatan dan pendidikan mengalami perbaikan? Kita min ta data-datanya ditun juk - kan,” ujar Juru Bicara BPN Pra - bowo-Sandi, Gamal Albinsaid. Anggota TKN Jokowi- Ma’ruf Amin, Kapitra Ampera, mengatakan, pembangunan SDM sifatnya berkelanjutan.

Pem bangunan SDM di bidang pendidikan dan kesehatan diakui ada peningkatan. “Kemarin statemen Perdana Menteri Malaysia Mahatir Muhammad menyatakan tentang perkembangan pendidikan dan kese hat - an di Indonesia,” ucap Kapitra.

Pada kesempatan yang sama influencer TKN Jokowi-Ma’ruf Amin, Misbakhun, menambahkan, saat ini ada peningkatan da lam pembangunan SDM di bi dang pendidikan dan kesehatan. “Indeks pembangunan SDM itu ukurannya pendidikan dan pelayanan kesehatan dan indeks itu menunjukkan peningkatan,” ucapnya.

mula akmal