Edisi 16-03-2019
Tren Suara Mengambang Meningkat


JAKARTA - Gelaran Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 tinggal tersisa sekitar sebulan lagi.

Sisa waktu masa kampanye yang kurang dari sebulan harus dimanfaatkan betul oleh kedua pasangan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) untuk menggenjot elektabilitas.

Saat ini, berdasarkan hasil survei terbaru Alvara Research Center, masih ada sekitar 11,4% persen ceruk suara yang bisa diperebutkan kedua pasangan calon dari pemilih yang belum menentukan pilihan (undecided voters). Pemilih yang belum memutuskan ini ada sedikit kenaikan dibandingkan survei sebelumnya.

Pada survei Desember 2018 lalu sebesar 10,6%. “Ada ceruk pemilih yaitu pemilih muda di mana prosentase yang belum memutuskan pilihan lebih besar dibandingkan generasi lainnya. Selain itu, partipasi mereka dalam menggunakan hak pilih juga lebih rendah.

Hal ini berpotensi menjadi gol - put (tidak memilih),” ujar CEO & Founder Alvara Research Center Hasanuddin Ali saat merilis hasil survei di Jakarta, ke marin. Survei dilakukan pada 22 Februari – 2 Maret 2019 dengan menggunakan metode multistage random sampling dengan melakukan wawancara ter ha - dap 1.201 responden di seluruh provinsi.

Rentang margin of error sebesar 2,88% dengan ting kat kepercayaan 95%. Hasan menambahkan, kedua kandidat harus mewaspadai fenomena golput dan kejenuhan psikologis pemilih menjelang tahap-tahap akhir masa kampanye Pemilu 2019.

Dari hasil survei tersebut diketahui pa sangan capres-cawapres no - mor urut 01, Joko Widodo - KH Ma’ruf Amin masih konsisten unggul di kisaran 53,9 %, se - men tara elektabilitas paslon no mor urut 02, Prabowo Su - bian to – Sandiaga Uno sebesar 34,7%. “Tidak terjadi lonjakan yang luar biasa untuk kedua pa - sang kandidat dibanding sur - vei-survei sebelumnya.

Jokowi- Kiai Ma’ruf masih stabil di ang - ka 53-55 persen sedangkan Pra - bowo-Sandi di kisaran 33-35 persen,” papar Hasan. Menurutnya, tren elek ta bi - li tas dari waktu ke-waktu kedua pas lon cenderung tidak meng - alami perubahan yang signi fi - kan.

Bahkan, dibanding survei seb elumnya, keduanya meng - alami penurunan turun tipis sehingga jumlah pemilih yang belum memutuskan sedikit ber tambah. “Posisinya kedua pa sang kandidat sama-sama tu - run 0,4 persen sedangkan yang belum memutuskan naik 0,8 persen,” urainya.

Dari hasil survei juga di ke - tahui bahwa dari 11,4% calon pe milih yang belum menen tu - kan pilihan, mereka yang cen - derung memilih Jokowi-Kiai Ma’ruf sebesar 68,1% sedang - kan yang condong memilih Pra - bowo-Sandi sebanyak 31,9%. “Ter nya ta yang belum memu - tus kan, condong ke Jokowi- Kiai Ma’ruf.

Kayanya kalau melihat angka elektabilitas dan yang belum memutuskan, peluang kenaikan suara Jokowi- Kiai Ma’ruf lebih tinggi dibanding Prabowo-Sandi kalau kita gabungkan dari elektabilitas dan yang belum memutuskan,” tuturnya.

Di sisi lain, soliditas pemilih ke dua paslon sudah cukup ting - gi (hard voters) di atas 70%. Pemilih pasangan Jokowi-Kiai Ma’ruf soliditasnya mencapai 80,7% sedangkan soliditas pe - mi lih pasangan Prabowo-Sandi seb esar 78,2%. “Artinya pemilih Jo kowi-Kiai Ma’ruf sedikit lebih solid dibanding pemilih Prabowo-Sandi,” urainya.

Dijelaskan, kemenangan kan di dat capres-cawapres akan sangat ditentukan oleh perebutan suara di ceruk pemilih Jawa dan Sumatera, pemilih muda, pemilih kelas menengah, dan pemilih muslim. “Elektabilitas pada ceruk tersebut yang perlu diperhatikan,” ujarnya.

Sementara itu, berdasarkan wilayah, pasangan Jowi-Kiai Ma’ruf unggul di hampir semua area kepulauan dengan elek ta - bi litas lebih dari 50% se dang - kan pasangan Prabowo Su bian - to-Sandiaga Uno hanya unggul di Sumatera dengan selisih yang tidak begitu jauh.

Di Sumatera, Prabowo-Sandi unggul 46,3% di banding Jokowi-Kiai Ma’ruf se besar 40,2%. Dan mereka yang belum memutuskan 13,5%. Sebelumnya tren tingginya suara mengambang juga di - tang kap oleh PolMark Research Center (PRC) Indonesia.

Berdasarkan jajak pendapat yang di - lakukan 7 Oktober 2018 – 12 Feb ruari 2019 angka mengambang mencapai 33,8% pemilih. Meskipun pasangan Jokowi- KMA tetap unggul 40,4% ber - banding Prabowo-Sandi 25,8%. Menurut Founder dan CEO Polmark Indonesia, Eep Sae ful loh Fatah gap 14,6% antara kedua pasangan capres-cawapres disebutnya kecil.

Karena masih ada 33,8% pemilih yang belum menentukan pilihannya. “Dengan masih adanya siswa waktu 34 hari lagi, jarak keduanya kecil. Karena masih ada 33,8% undicided voters,” kata Eep pada Forum Pikiran Akal dan Nalar yang digelar oleh Partai Amanat Nasional (PAN) dan PRC di Hotel Grand Arkenso Semarang, Jawa Tengah, be bera - pa waktu lalu.

Dalam survei tersebut juga membeberkan bagaimana ka - der-kader parpol yang tak solid dalam menjalankan instruksi pada Pilpres. Misalnya, ada 5,9% kader PDIP yang men du - kung Prabowo-Sandi dan 19,5% belum menentukan pi - lih an. Hal yang sama di tubuh PPP (30%), Nasdem (24,1%), PKB (15,7%), Golkar (30,6%), Pe rindo (27,9%), Hanura (24,7%), PSI (12,9%) dan PKPI (29,7%) yang kadernya men - dukung paslon 02.

Sama halnya di koalisi parpol lawan. Di tubuh gerindra (11%), Demokrat (28,5%), PAN (25%), PKS (15,7%), Berkarya (14,9%) yang kadernya mendukung palson 01. “Kalau kenyataan ini tak dibuka, semua orang termanjakan denga laporan lapangan.

Lader solid 110%. Kader sudah pasti tak mungkin membelot. Padahal dalam politik tak seperti itu. apalagi di Indonesia tak ada partai dengan ikatan iden titas yang kuat,’’ beber Eep.

abdul Rochim/ ahmad antoni