Edisi 16-03-2019
Dari Jambu Kristal hingga Bubble Tea


Jika Anda berjalan ke supermarket besar dan pasar tradisional di Indonesia, Anda pasti akan menemukan “jambu kristal”.

Jambu kristal cukup populer di Indonesia, ditandai dengan biji yang sedikit dan rasa sangat manis. Namun, tahukah Anda bahwa jambu kristal berasal dari Misi Teknik Taiwan (Taiwan Technical Mission) pada 2001 yang membantu petani Indonesia untuk menanamnya? Bali terkenal dengan industri pariwisatanya.

Tumbuhan asparagus yang digunakan di banyak restoran dan hotel bintang lima di Pulau Dewata ini sebagian besar berasal dari bagian utara Kabupaten Badung, Bali, yang merupakan hasil kerja keras petani lokal. Pada masa lalu, petani lokal hanya menanam singkong, jagung, dll, sehingga penghasilan mereka tidak tinggi.

Sebagian besar anak muda di desa pergi ke tempat lain untuk mencari nafkah. Namun, sejak 2010, para ahli dari Taiwan Technical Mission telah mulai membina petani lokal untuk menanam asparagus. Area yang ditanami asparagus sekarang sekitar lebih dari 60 hektare.

Asparagus yang dipanen tidak hanya dapat memasok kebutuhan hotel dan restoran di Bali, tetapi juga dijual ke kota-kota besar seperti Jakarta, yang akan sangat meningkatkan pendapatan petani lokal dan berhasil menarik banyak anak-anak perdesaan yang telah berpindah untuk kembali ke kampung halaman mereka untuk bertani.

Anda mungkin tidak tahu, pada kenyataannya, Taiwan telah mengirim pakar teknis ke Indonesia untuk kerja sama di bidang pertanian selama lebih dari 42 tahun. Wilayah kerjasamaberkisardari Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Bali, hingga Sulawesi Selatan.

Proyek-proyek kerjasamameliputi pertanian, peternakan, serta konservasi tanah dan irigasi. Saat ini, proyek kerja sama pertanian terbesar antara Taiwan dan Indonesia adalah “Kawasan Percontohan Pertanian Kara wang”, yang berencana untuk menanam lebih dari 1.000 hektare lahan pertanian di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, memperkenalkan teknik dan konsep pertanian modern Taiwan, pembinaan asosiasi pertanian, irigasi, mesin pertanian, pemasaran pertanian, dan pelatihan sumber daya manusia.

Dalam kawasan ini secara bertahap akan dilakukan kerja sama di bidang irigasi, penanaman padi, horti kultura, ternak dan unggas, serta asosiasi pertanian. Model kerja sama ini ke depannya akan dikembangkan ke wilayah lain di Indonesia dan berharap dapat meningkatkan kualitas serta kuantitas produksi beras, buah-buahan dan sayuran di Indonesia se hingga meningkatkan kehidupan para petani Indonesia.

Selain itu, Taiwan Technical Mission saat ini juga bekerja sama dengan Universitas Hasanudin di Sulawesi Selatan untuk mempromosikan “Proyek Varietas Padi Luar Biasa” di Makassar.

Pakar pertanian Taiwan akan membantu petani lokal dalam menanam varietas padi unggul di masa mendatang, diharapkan dapat meningkatkan produksi beras secara signifikan di Sulawesi Selatan sehingga area lokal ini tidak hanya menjadi lumbung berkualitas di Indonesia, tetapi juga memiliki peluang untuk memperluas pasar.

Kerja sama antara Taiwan dan Indonesia tidak hanya terbatas di bidang pertanian. Di bawah “Kebijakan Baru ke Arah Selatan” dari pemerintah Taiwan dalam beberapa tahun terakhir, pertukaran dan interaksi antara kedua pihak menjadi lebih baik dari sebelumnya.

Saat ini, ada sekitar 280.000 orang Indonesia yang bekerja di Taiwan, serta sekitar 30.000 pasangan nikah dan 10.000 pelajar Indonesia. Ada penerbangan langsung antara Taiwan dan Indonesia setiap hari, dan perjalanan hanya memakan waktu 5 jam.

Kedua negara telah meletakkan fondasi yang erat dan kooperatif dalam proyek-proyek, seperti ekonomi, perdagangan, energi, pendidikan tinggi, pelatihan bakat profesional, manufaktur, dan memerangi kejahatan transnasional. Bahkan produsen bubble tea populer di Indonesia, seperti Chatime, KOI, Co Co, Sharetea, semuanya adalah merek teh terkenal di Taiwan.

Taiwan dan Indonesia telah lama menjadi mitra regional yang tidak terpisahkan. “Berorientasi pada manusia” adalah semangat dasar promosi Taiwan terhadap “Kebijakan Baru ke Arah Selatan.” Interaksi antara Taiwan dan Indonesia semakin erat.

Kedua negara berbagi nilai-nilai universal demokrasi dan kebebasan. Ada banyak ruang kerja sama yang saling menguntungkan. Mari kita bergandengan tangan agar rakyat Taiwan dan Indonesia bisa bergerak menuju ke masa depan yang lebih baik.

JOHN CHEN

Representative,Taipei Economic and Trade Office

Berita Lainnya...