Edisi 16-03-2019
Tajuk-NPI Surplus, Pemerintah Waspada


Menyambut surplus neraca perdagangan Indonesia (NPI) pada Februari 2019, pemerintah justru diliputi kewaspadaan.

Pasalnya surplus NPI pada bulan kedua tahun ini terealisasi setelah sebelumnya selama empat bulan kinerja NPI defisit. Perolehan surplus NPI tersebut dimaknai bahwa pemerintah harus bekerja keras lagi guna menjaga NPI tidak defisit ke depan.

Data publikasi terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan NPI surplus USD 330 juta berkat selisih nilai ekspor yang lebih tinggi sebesar USD12,53 miliar bila dibandingkan dengan nilai impor sebesar USD12,20 miliar. Setiap kuartal pertama memang ada kecenderungan NPI surplus.

Tengok saja, pada kuartal pertama 2018 atau periode Maret tercatat, surplus NPI mencapai USD1,09 miliar dengan nilai ekspor USD15,58 miliar dan nilai impor USD14,49 miliar. Siklus awal tahun yang positif bagi NPI mem buat pemerintah tidak begitu percaya diri bisa mem pertahankan surplus.

Kewaspadaan pemerintah untuk tetap mencetak surplus NPI ke depan memang cukup beralasan. Sebagaimana diprediksi Wakil Direktur Institue for Development of Economics and Finance (Indef) Eko Listiyanto, surplus NPI hanya akan bertahan sampai Maret karena begitu masuk April dan Mei, defisit bakal muncul lagi.

Pemicu defisit berasal dari tingginya konsumsi, terutama memasuki bulan Puasa yang mendorong permintaan impor. Menarik dicermati bahwa nilai ekspor yang lebih tinggi daripada impor pada periode Februari 2019 justru mengalami koreksi bila dibandingkan dengan periode Januari 2019.

Sepanjang Februari lalu nilai ekspor tercatat sebesar USD12,53 miliar atau turun sekitar 10,03% bila dibandingkan dengan nilai ekspor pada Januari 2019. Penurunan nilai ekspor tersebut dikontribusi penurunan, baik dari sektor minyak dan gas (migas) maupun sektor nonmigas.

Ekspor sektor migas terkoreksi sekitar 11,85% dari USD1,23 miliar pada Januari 2019 menjadi USD1,09 miliar pada Februari lalu. Adapun ekspor untuk sektor komoditas (nonmigas) mengalami penurunan sekitar 9,85% dari USD12,69 miliar pada Januari 2019 menjadi USD11,44 miliar pada Februari 2019.

Berdasarkan data BPS, kinerja ekspor pada Februari 2019 adalah terendah sejak 2017. Nilai ekspor pada Februari 2017 sebesar USD12,57 miliar, Februari 2018 USD14,10 miliar, dan Februari 2019 USD12,53 miliar.

Sementara itu realisasi impor sepanjang Februari 2019 mencatat penurunan tajam sekitar 18,61% bila dibandingkan dengan periode Januari 2019. Adapun total nilai impor pada Februari 2019 sebesar USD12,2 bila dibandingkan dengan nilai impor pada Januari 2019 yang sebesar USD15,31 miliar.

Nilai impor yang terkoreksi cukup tajam dikontribusi penurunan impor baik di sektor migas maupun sektor nonmigas. Penurunan impor sektor migas dari USD1,66 miliar pada Januari 2019 menjadi USD1,55 miliar pada Februari 2019 atau terkoreksi sekitar 6,28%.

Penurunan impor sektor migas disebabkan penurunan nilai impor minyak mentah sekitar 31,57%. Adapun penurunan impor sektor nonmigas tercatat sekitar 20,14% dari USD13,3 miliar pada Januari 2019 menjadi USD10,65 miliar pada Februari lalu.

Adapun sejumlah negara mitra dagang Indonesia mencatat surplus, di antaranya Amerika Serikat (AS), India, Belanda. Secara kumulatif Januari-Februari 2019, surplus terhadap Negeri Paman Sam sebesar USD1,51 miliar, terhadap India yang sering disebut sebagai Negeri Anak Benua Asia sebesar USD1,23 miliar, dan terhadap Negeri Kincir Angin sebesar USD 412 juta.

Sebaliknya dalam perdagangan dengan China, Thailand, dan Jepang, Indonesia justru masih defisit. Untuk periode Januari-Februari 2019, Indonesia tekor terhadap Negeri Panda sebesar USD3,93 miliar, terhadap Negeri Gajah Putih USD622 juta, dan terhadap Negeri Matahari Terbit USD 413 juta.

Adapun negara tujuan ekspor terbesar adalah China, AS, dan Jepang. Ketiga negara itu sering disebut sebagai pasar ekspor tradisional. Kemudian diikuti India dan Singapura. Untuk menggenjot kinerja ekspor yang masih loyo, Presiden Joko Widodo (Jokowi) berkeinginan menambah pos kementerian yang khusus menangani ekspor.

Berita Lainnya...