Edisi 16-03-2019
Utang Luar Negeri Naik Rp77 Triliun


JAKARTA –Utang luar negeri (ULN) Indonesia pada akhir Januari 2019 tercatat USD383,3 miliar.

Posisi ULN tersebut me ningkat USD5,5 miliar atau setara Rp77 triliun diban ding kan dengan periode sebelumnya. “Posisi ULN tersebut terdiri atas utang pemerintah dan bank sentral sebesar USD190,2 miliar serta utang swasta termasuk BUMNsebesarUSD193,1miliar,” ujar Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) Onny Widjanarko di Jakarta kemarin.

Menurut Onny, peningkat an utang tersebut dikarenakan neto transaksi penarikan ULN dan pengaruh penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Dengan demikian, utang dalam rupiah yang dimiliki oleh inves - tor asing tercatat lebih tinggi dalam denominasi dolar AS.

Secara tahunan, lanjut Onny, ULN Indonesia Januari 2019 tumbuh 7,2% (yoy), relatif stabil dibandingkan dengan pertumbuhan periode sebelum nya. Pertumbuhan ULN yang relatif stabil tersebut sejalan dengan pening - katan pertumbuhan ULN peme - rintah di tengah perlambatan pertumbuhan ULN swasta.

ULN pemerintah sedikit meningkat pada Januari 2019. Posisi ULN pemerintah pada Januari 2019 sebesar USD187,2 miliar atau tumbuh 3,7% (yoy), meningkat dibandingkan dengan pertumbuhan bulan seb e - lumnya sebesar 3,1% (yoy).

Onny menjelaskan, pertumbuhan ULN tersebut terutama dipengaruhi oleh arus masuk dana investor asing di pasar surat berharga negara (SBN) domestik selama Januari 2019. “Hal ini menunjukkan peningkatan kepercayaan investor asing terhadap kondisi perekonomian Indonesia,” katanya.

Kenaikan posisi ULN peme - rintah memberikan kesempatan lebih besar bagi pemerintah dalam pembiayaan belanja ne - gara dan investasi pemerintah. Sektor-sektor prioritas yang dibiayai melalui ULN peme rin - tah, antara lain sektor jasa ke - sehatan dan kegiatan sosial, sektor konstruksi, sektor jasa pendidikan, sektor adminis - trasi pemerintah, pertahanan, dan jaminan sosial wajib, serta sektor jasa keuangan dan asuransi.

Sementara itu, ULN swasta mengalami perlambatan pada Januari 2019. Posisi ULN swasta meningkat USD1,5 miliar atau tumbuh 10,8% (yoy), melambat dibandingkan dengan pertumbuh an bulan sebelumnya sebesar 11,5% (yoy).

Sementara itu, lanjut dia, pertumbuhan ULN sektor per - tambangan dan sektor peng - adaan listrik, gas, uap/air panas (LGA) mengalami peningkatan dibandingkan dengan pertum - buh an bulan sebelumnya. Ada - pun pangsa ULN keempat sektor tersebut terhadap total ULN swasta mencapai 74,1%.

Kendati demikian, Onny mengklaim struktur ULN Indonesia tetap sehat. Hal ini tercermin, antara lain dari rasio ULN Indonesia terhadap produk domestik bruto (PDB) pada akhir Januari 2019 yang tetap stabil di kisaran 36%. Rasio tersebut masih berada di kisaran rata-rata negara peers . Negara peers adalah negara dengan grade setara atau double B.

kunthi fahmar sandy

Berita Lainnya...