Edisi 16-03-2019
Jalan Berat Wakil Inggris


NYON–Mengirim empat wakil ke perempat final tak menjadi jaminan tim Inggris akan melangkah mulus ke final, apalagi juara.

Hasil drawing perempat final yang digelar tadi malam memperlihatkan hanya Liverpool yang mendapatkan jalan relatif mudah. Manchester United (MU) bahkan sudah harus bertemu Barcelona di perempat final.

Bagi MU, ini jelas bukan pekerjaan mudah. Apalagi, jika dikaitkan dengan dua pertemuan final 2008/2009 dan 2010/2011. Dalam dua pertemuan tersebut, The Red Devils menelan kekalahan. Ini akan menjadi pertandingan dua leg pertama antara Barcelona dan MU sejak semifinal UCL 2007/2008 ketika Paul Scholes mencetak satu-satunya gol pada leg kedua di Old Trafford.

Dua tim lainnya, Tottenham Hotspur dan Manchester City (Man City), sudah harus bertemu di perempat final. Musim ini, kedua tim sudah sekali bertemu dengan kemenangan tipis 1-0 untuk Man City.

Bagi Tottenham, ini menjadi kesempatan mereka mendapatkan tiket semifinal untuk pertama kali sepanjang berpartisipasi. Sementara The Citizens memburu tiket semifinal kedua kali setelah 2015/2016. Nah , Liverpool bisa dibilang lebih ringan karena mereka hanya bertemu Porto.

Pasukan Juergen Klopp ini memiliki peluang mengulangi pencapaian musim lalu (final), meski di semifinal harus bertemu pemenang MU vs Barcelona. Jalan wakil Inggris ini bisa dibilang lebih sulit dibandingkan Juventus yang mendapatkan lawan Ajax.

Kedua tim ini pernah bertemu di partai final 1996 saat Juventus menang melalui adu penalti setelah bermain imbang 1-1 di waktu normal. “Saya tidak dalam posisi senang atau sedih. Ajax mampu mengalahkan Madrid sehingga kami harus berhati-hati,” kata legenda Juve Pavel Nedved.

Sejak Chelsea menjadi juara musim 2011/2012, belum ada lagi tim asal Inggris yang mengangkat trofi Liga Champions. Terakhir kali Inggris mengirim empat wakilnya ke perempat final 2007/2008. Saat itu terjadi final sesama tim Inggris yang mempertemukan MU dan Chelsea.

Hal serupa terjadi musim 2008/2009. Tiga dari empat wakil Inggris bahkan melaju ke semifinal. Namun di final, MU bertekuk lutut oleh raksasa Spanyol Barcelona. Setelah itu, grafik tim-tim Inggris cenderung naik-turun.

Tercatat, perjalanan wakil Inggris musim 2009/2010 hanya sampai perempat final, runner- up (2010/2011), babak 16 besar (2012/2013), semifinal (2013/2014), babak 16 besar (2014/2015), semifinal (2015/2016), perempat final (2016/2017), dan final (2017/2018).

Berbagai fakta tersebut mengindikasikan perjuangan Inggris tidak mudah. Namun, peluang selalu ada. Pengalaman di masa lalu diyakini bakal memantik semangat juang empat wakil Inggris di perempat final, yakni MU, Man City, Liverpool, dan Tottenham.

Bukan hanya di Liga Champions, Inggris juga menaruh harapan besar di Liga Europa. Musim ini dua wakil mereka, Chelsea dan Arsenal, ke babak perempat final, (15/3).

alimansyah

Berita Lainnya...