Edisi 16-03-2019
Pilihan Sulit Indra Sjafri


JAKARTA– Kehadiran tujuh pemain baru membuat persaingan dalam skuad tim nasional Indonesia U-23 semakin ketat.

Dua puluh tiga pemain yang lebih dulu memperkuat skuad Garuda Mudasudah membuktikan diri sebagai tim juara setelah meraih gelar Piala AFF untuk pertama kali. Sepekan jelang kickoffkualifikasi Piala Asia U-23 di Vietnam, Pelatih Indra Sjafri memindahkan lokasi pemusatan latihan ke Pulau Bali.

Tidak sekadar berlatih, skuad Garuda Mudaakan menjajal kekuatan tim Liga 1 Bali United pada Minggu (17/3). Laga uji coba ini akan menjadi bahan evaluasi bagi tim pelatih untuk mengetahui performa tim seusai menjalani pemusatan latihan dalam dua pekan terakhir.

Kesempatan ini juga menjadi ajang bagi tujuh pemain baru menunjukkan kualitasnya untuk mendapatkan satu slot ke Vietnam. Indra sudah memanggil tujuh pemain baru, yakni Ezra Walian, Saddil Ramdani, Egy Maulana Vikri, Mahir Radja, TM Ichsan, Kadek Raditya, dan Feby Eka Putra.

Pemanggilan ini untuk menambal kekurangan timnas yang dinilai lemah dalam mengantisipasi bola mati dan penyelesaian akhir. Berdasarkan regulasi AFC, Indra hanya bisa membawa 23 pemain ke Vietnam.

Artinya, akan ada tujuh pemain yang bakal dipulangkan ke klubnya masing-masing. Masalahnya, sebelum kedatangan pemain seleksi baru, tim Garuda Mudasudah membuktikan kualitasnya dengan meraih gelar juara Piala AFF.

Sebagai tim juara, Andy Setyo dkk tidak terkalahkan dalam lima pertandingan sejak fase grup hingga final. Dua laga awal fase grup dilalui dengan hasil imbang lalu menyapu bersih tiga pertandingan selanjutnya, termasuk melawan dua tim kuat Asia Tenggara, Vietnam dan Thailand.

Dua tim terakhir akan menjadi lawan mereka di kualifikasi Piala Asia yang bergulir 22 Maret mendatang untuk memperebutkan satu tiket ke putaran final. Kini, Indra memiliki pekerjaan berat untuk menentukan 23 skuad yang akan diboyong ke Vietnam dan memulangkan tujuh pemain.

Pelatih asal Sumatera Barat itu menyatakan tidak ada jaminan pemain bisa tetap memperkuat timnas mengingat banyak talenta baru, termasuk pemain yang berkiprah di luar negeri seperti Ezra, Egy, maupun Saddil.

Namun, dia tidak menampik jika kehadiran ketiganya merupakan tambahan positif untuk meramu dan menyusun kerangka utama skuad Garuda Muda. Indra akan memanfaatkan laga uji coba kontra Bali United sebagai ajang evaluasi untuk menentukan 23 pemain yang akan memperkuat timnas. “Saya belum bisa memberikan penilaian.

Kita lihat saja nanti setelah laga uji coba melawan Bali United. Setelah itu akan ditetapkan 23 pemain yang akan dibawa ke kualifikasi Piala Asia,” ujarnya. Di kualifikasi Piala AFC, Indonesia tergabung di Grup K. Andy dkk akan menghadapi tuan rumah Vietnam, Thailand, dan Brunei Darussalam pada 22–26 Maret.

Dua tim pertama dipastikan menjadi lawan terberat skuad Garuda Mudasekaligus menjadi partai ulangan semifinal Piala AFF lalu. Lolos kualifikasi Piala Asia menjadi target yang dibebankan PSSI kepada Indra.

Ini sekaligus merintis jalan menuju Olimpiade Tokyo dengan catatan bisa melaju ke putaran final dan menembus babak semifinal. Selain itu, target lain yang dibidik adalah medali emas SEA Games 2019 Filipina.

Timnas Senior

Sementara itu, tim nasional senior Indonesia mendapatkan hasil positif pada latih tanding pertama di Perth Australia. Tim besutan Simon McMenemy ini menang 3-1 atas klub Perth Glory pada laga yang digelar di Lapangan Litis Stadium, Rabu (13/3).

Dalam laga tersebut, mantan pelatih Bhayangkara FC membagi skuad Garuda dalam dua tim dengan strategi berbeda. Di babak pertama, Simon menurunkan penjaga gawang Teja Paku Alam, pemain belakang Yustinus Pae, Otavio Dutra, Fachrudin dan Ruben Sanadi.

Sementara pemain tengahnya Zulfiandi, Evan Dimas dan Subo Seto. Adapun lini depannya, Lilipaly, Greg dan Dedik. Sementara di babak kedua, Simon mengubah komposisi pemain dengan pola 3-4-3. Penjaga gawang diisi Andritany.

Untuk pemain belakang; Manahati, Ricky Fajrin dan Artur Bonai. Barisan tengah diisi; Rizky Pellu, Zulfiandi, Novri Setiawan dan Andik. Adapun lini depannya; Rahmat, Spaso dan Febri. “Kita cukup beruntung dapat lawan bertanding seperti Perht Glory.

Mereka bermain sangat cepat. Saya sangat senang dengan pertandingan ini. Para pemain juga membuat keputusan yang bagus. Banyak hal positif yang kami dapat dari pertandingan ini,” jelas Simon.

abriandi

Berita Lainnya...