Edisi 16-03-2019
Penantang Mercedes


MELBOURNE– Seri pembuka Formula One (F1) akan kembali digelar di Sirkuit Melbourne, besok. Musim 2019 diprediksi bakal berlangsung sengit.

Juara bertahan Lewis Hamilton dari Mercedes dipastikan mendapatkan ancaman lebih berat dari pesaingnya. Hamilton merupakan juara dua musim terakhir. Meski selalu mendapatkan ancaman, dia tetap tampil luar biasa.

Salah satunya pembalap Ferrari Sebastian Vettel yang kerap memberikan serangan. Namun, pembalap Inggris ini tetap bisa keluar dari tekanan dan mengakhiri sebagai juara dunia. Tahun ini, Vettel tetap menjadi musuh utama Hamilton.

Apalagi, Ferrari sangat berambisi memutus dominasi Mercedes yang sudah berjaya selama lima tahun terakhir. Tim asal Italia itu sudah menyatakan siap memberikan mobil Ferrari SF90 terbaik milik Vettel. Ferrari juga berharap pembalap mudanya, Charles Leclerc, bisa membuat kejutan.

Selain Ferrari, Hamilton dan Mercedes juga harus mewaspadai tim lain, termasuk Red Bull Racing. Tim asal Austria itu sangat fokus kepada Max Verstappen pada musim ini. Hal ini tentu berbeda dibandingkan tahun lalu di mana mereka harus mempersiapkan dua pembalapnya dengan Daniel Ricciardo.

Kini, Verstappen akan berduet dengan Pierre Galsy, jebolan dari Formula 2. Jadi, mereka dipastikan fokus dan memberikan mobil terbaik kepada pembalap asal Belanda tersebut. Hamilton mengatakan dua tim itu tetap menjadi ancaman terbesar dari timnya. Namun, dia juga tidak mengesampingkan tim lainnya.

“Saya tidak tahu tim mana yang berada di urutan keempat. Tapi, mereka sudah lebih dekat dibandingkan sebelumnya. Sebelumnya ada celah atau jarak. Saya pikir sekarang hanya setengah detik atau mungkin kurang. Jadi, ini luar biasa,” kata Hamilton, dilansir sportyahoo.

Selain perburuan gelar, pertarungan tim papan tengah juga diprediksi akan sangat kompetitif di musim 2019. Haas, Renault, Force India, McLaren, Toro Rosso, dan Sauber merupakan penantang utama di papan tengah musim lalu.

Tahun ini tampaknya persaingan mereka tidak akan mereda musim 2019. Renault dan Haas yang finis keempat dan kelima menikmati musim terbaik tahun lalu. Kemudian ada Force India yang berubah nama menjadi Racing Point setelah dibeli konsorsium yang dipimpin Lawrence Stroll.

Dukungan finansial dari jutawan asal Kanada itu akan menjadi modal bagus Racing Point yang akan diperkuat Lance Stroll dan Sergio Perez musim depan. Musim 2019 akan menjadi ujian bagi tim papan tengah untuk bisa mendobrak monopoli tiga tim, yakni Mercedes, Ferrari, dan Red Bull yang selalu berada di posisi tiga besar sejak 2013.

“Ini akan menyenangkan. Mungkin, saya akan melihat beberapa balapan di mana Renault atau Force India (Racing Point) akan lebih tinggi daripada yang pernah mereka alami di masa lalu,” ungkap Hamilton.

Vettel yang menjadi pesaing utama mengaku timnya telah mengatasi kelemahan yang diperlihatkan timnya ketika menurun pada paruh kedua musim lalu. Dia berharap kondisi itu tidak kembali terulang dan mampu membawa menjadi juara bersama Ferrari yang terakhir kali membawa pembalapnya menjadi juara dunia pada 2007 melalui Kimi Raikkonen.

“Ini perubahan besar (musim ini). Tapi, Mattia Binotto sudah bersama tim lebih lama dibandingkan yang saya kira dari sebagian besar orang yang telah bekerja untuk Ferrari. Saya pikir lebih dari 25 tahun sehingga dia bukan wajah baru,” kata sang juara dunia empat kali itu.

raikhul amar

Berita Lainnya...