Edisi 16-03-2019
Tekad Geisler Bangkitkan Tinju Indonesia


JAKARTA– Petinju asli Papua Geisler AP berharap bisa membangkitkan tinju Indonesia yang sedang mati suri.

Hal itu akan ditunjukkannya ketika menghadapi petinju asal Thailand Thoesak Sinam dalam perebutan sabuk gelar WBC Asia Afrika yang di gelar di Balai Sarbini, 30 Maret mendatang.

Geisler menyatakan pertarungan ini merupakan kesempatan terbesar dalam kariernya bisa melangkah ke tingkat yang lebih tinggi. Menghadapi Sinam di kelas welter ringan 63,5 kg, dia memang belum mengetahui permainan lawannya. Namun, dia sangat yakin bisa mendapatkan kemenangan.

Apalagi, petinju berusia 35 tahun ini memiliki target pribadi dalam pertarungan tersebut. “Saya menargetkan menang KO di ronde ketiga dari 12 ronde yang dipertandingkan. Saya masih belum tahu gaya bertarungnya seperti apa.

Tapi, saya melihat dari peringkat lawan, saya optimistis bisa melakukannya dengan baik,” kata Geisler, kemarin. Manajer Geisler, Yamander Yensenem, menyatakan Geisler harus tetap berprestasi. Karena, dia adalah satu-satunya petinju yang memiliki harapan besar untuk mengharumkan nama Indonesia, khususnya dari daratan Papua.

Sayang, dia mendapatkan minim dukungan, khususnya pemerintahan. “Geisler AP harus didukung karena bertanding tidak hanya membawa nama Papua, tapi juga Indonesia. Estimasi kami membutuhkan dana mencapai sekitar Rp250 juta untuk menghadapi laga melawan Siam,” ungkapnya.

Sementara itu, mantan petinju Indonesia Chris John menilai jika kehadiran Geisler berdampak positif untuk tinju di Indonesia. Sampai saat ini olahraga yang membesarkan namanya itu seperti tidak ada gaungnya, mulai dari amatir hingga profesional.

Hal itu yang membuatnya tergerak dengan mendukung sang petinju yang memiliki rekor 13 (10KO) menang, 11 kalah, 1 imbang itu. “Kondisi tinju profesional dan amatir terlihat mati suri. Tugas saya adalah mengaktifkannya. Untuk menjadi juara dunia memang harus memiliki banyak pertandingan,” ungkapnya.

raikhul amar




Berita Lainnya...