Edisi 16-03-2019
Mencerminkan Gaya Hidup Hip dan Kontemporer


TERLETAK bersebelahan dengan Bursa Saham Indonesia, hotel bintang lima Alila SCBD mencerminkan gaya hidup hip dan kontemporer.

Dengan adanya 227 kamar studio dan suite yang bergaya, ruang serbaguna yang inovatif untuk berbagai acara, kolam renang di luar ruangan, gym dan Spa Alila. Adanya sejumlah restoran kelas dunia dengan berbagai konsep. Alila SCBD menghadirkan New York style Vong Kitchen dan Le Burger yang buka 24 jam.

Kedua restoran tersebut dari tangan dingin chef peraih bintang Michelin, yaitu Jean-Georges Vongerichten, beserta putranya, Cedric. Dipersiapkan juga restoran Hakkasan dari The Hakkasan Group sehingga para tamu mempunyai pilihan untuk santap siang maupun malam hingga larut malam.

Alila SCBD terlihat menonjol di tengah kerumunan gedung-gedung pencakar langit dengan desain dan arsitekturnya yang unik—karya IAW yang berbasis di Bangkok. Desainnya terinspirasi bentuk lahan properti yang tidak biasa sehingga bangunan ini pun dibangun dengan podium yang panjang dan menara berbentuk berlian.

Tampilan hotel ini terdiri dari pola-pola tongkat aluminium dan kanopi yang tum pang tindih sehingga menghasilkan garis-garis dan bayangan. Bentuk bangunan yang dinamis mengikuti kamar-kamar untuk para tamu dalam berbagai konfigurasi berbeda.

Selain itu, adanya jendela menawan yang mem perlihatkan pemandangan kota, kamar mandi yang menyenangkan, dan segala kemudahan modern buatan desainer. Interior minimalis juga dipadu dengan karya seni orisinal yang khusus dipesan untuk urban retreat ini.

Di luar pintu masuk hotel, adanya karya bertajuk “Orbital of Joy” yang sangat besar dipasang di dinding—karya duo Indie guerillas dari Yogyakarta. Karya kontemporer berbentuk circular orbital ini menggambarkan siklus atau perjalanan yang terus berlanjut.

Enam karakter yang ada di karya ini mewakili para traveler dalam perjalanan pribadi. Setiap karakter memeluk ikon geotag yang melambangkan tempat yang mereka temukan dalam perjalanan untuk singgah, beristirahat, dan mengisi kembali energinya.

Melangkah ke dalam lobi hotel yang bergaya ruang du duk besar, tamu akan melihat instalasi seni yang dramatis bertajuk “Bats, Birds and Butterflies”—karya arsitek dan seniman kelahiran Austra lia, Richard Hassell, pendiri WOHA Architects, biro arsi tektur peraih banyak peng hargaan.

Karya itu mencakup sejumlah mozaik aluminium berbentuk burung, kelelawar, dan kupu-kupu tiga dimensi dalam berbagai ukuran, dari 80-400 cm, ditempel di dinding atau digantung dari langit-langit. Instalasi ini terinspirasi dari batik serta tekstil Asia Tenggara, menampilkan ikon-ikon yang dianggap melambangkan keberuntungan.

Kupu-kupu melambangkan umur panjang, kecantikan, dan keanggunan, sedangkan burung phoenix melambangkan satu dari empat makhluk surgawi yang membawa peruntungan dan kesempatan yang baik.

Sementara itu, interior Vong Kitchen dan Le Burger yang ditangani Rockwell Group dari New York mengembuskan napas Manhattan, dan desain interior untuk Hakkasan dikerjakan oleh firma GBRH yang terkenal dari Paris.

dwi nur ratnaningsih


Berita Lainnya...