Edisi 26-03-2019
Mahasiswa Perlu Diajari Mata Kuliah Baru


JAKARTA - Era Revolusi Industri 4.0 menuntut mahasiswa menguasai literasi data. Karena itu, mata kuliah baru yang bisa mengajari mahasiswa tentang literasi berbasis teknologi tersebut diperlukan.

Plh Rektor Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Intan Ahmad mengatakan, dengan ada Revolusi Industri 4.0, kam-pusnya sejak semester lalu telah memberikan mata kuliah efektif di bidang big data dan coding. Dia menyampaikan, perguruan tinggi memang perlu mela kukan berbagai program yang dapat mempersiapkan para mahasiswa dan lulusannya untuk berkiprah di era digital dan dapat memperoleh manfaat dari era masa kini tersebut.

“Dunia bisnis dan industri akan semakin banyak meng gun akan teknologi otomasi, se rbakomputer, daring, dan serba mesin yang diintegrasikan dengan teknologi kecerdasan buatan. Maka kita perlu merespons era revolusi industri ter sebut dengan sistem pen di - dik an yang menjawab tantangan masa kini dan bukan ma sa lampau,” katanya pada wisuda UNJ di Jakarta kemarin. Dalam wisuda kemarin UNJ meluluskan 1,760 orang terdiri atas 74 lulusan D-3, program Re kognisi Pembelajaran Lam - pau ada 22, S-1 sebanyak 1.249 orang, S-2 269 orang, dan S-3 146 orang. Sampai saat ini total alumni UNJ mencapai 117.855 orang.

Mantan Dirjen Belmawa Ke - menristekdikti ini men je las kan, tahun ini mata kuliah big data dan coding menjadi mata kuliah wajib bagi semua ma hasiswa baru. Tidak hanya bagi ma ha - siswa jurusan eksakta, namun juga sosial budaya wajib meng - ambil dua mata kuliah tersebut. Dia menjelaskan, selain li - terasi bahasa Inggris, maka l - iterasi data dan teknologi ada - lah kemampuan yang tidak bisa dinafikan bagi generasi muda. Jika kita memahami data, maka mereka pun akan mampu mem - baca dan menggunakan data tersebut untuk kehidupan.

Sementara itu, Men ris tekdikti Mohamad Nasir menga ta - kan memasuki era Revolusi Industri 4.0, era disrupsi tek nologi, diperkirakan 75-375 juta orang di dunia akan beralih profesi dan akan muncul profesi baru karena dampak per tum buhan teknologi yang begitu cepat. Hal ini membuat per gu ruan tinggi dituntut untuk siap menghadapi perubahan teknologi.

Neneng zubaidah