Edisi 26-03-2019
Tatong Bara Minta UNBK Tidak Dijadikan Beban


KOTAMOBAGU - Wali Kota Ko tamobagu Tatong Bara meng imbau seluruh siswasiswi yang menjadi peserta Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) untuk tidak menjadikan pelaksanaan ujian sebagai beban.

Justru, itu harus dapat dijadikan sebagai mo tivasi serta penyemangat untuk meraih hasil yang terbaik. “Saya juga berdoa semoga semua siswa-siswi peserta Ujian Nasional Berbasis Kom - pu ter di Kota Kotamobagu me - raih hasil yang terbaik,” ujar Tatong saat membuka secara resmi pelaksanaan kegiatan UNBK 2019 di Kota Kota mo - bagu yang dilaksanakan di SMK Negeri 1 Kota Kota - mobagu. Pada kesempatan tersebut, Wali Kota Kotamobagu juga me nyampaikan pelaksanaan kegiatan UNBK di wilayah Kota Kotamobagu kepada Wakil Gubernur Sulawesi Utara Steven OE Kandouw, melalui video conference.

Seperti diketahui, 14.764 siswa dari 183 sekolah negeri dan swasta se-Sulut mengikuti UNBK. Ujian kali ini dibagi menjadi 3 sesi sesuai mata pe - lajaran dan berlangsung selama empat hari. Wakil Gubernur Steven saat membuka ujian secara simbolis dimulainya UNBK, juga mem - beri dukungan kepada para siswa agar percaya diri dalam mengerjakan soal ujian. “Tidak ada joki dan tolongtolongan. Semua soal harus dijawab dengan kemampuan sendiri. Jangan lupa berdoa su - paya hasilnya bagus,” kata Ste - ven di SMK N 1 Manado. Pada kesempatan itu, Steven juga mengecek pelaksanaan UNBK di kabupaten dan kota di Sulut, dengan melakukan video conference dengan para bupati dan wali kota. Dia meminta para ke pala daerah serta dinas pen di - dikan di kabupaten dan kota mendukung pelaksanaan ujian supaya berjalan lancar.

“Pelaksa naan UNBK tingkat SMK ini harus berjalan baik, lancar, dan sukses,” pintanya. Turut hadir dalam pem bukaan UNBK tersebut Ketua DPRD Sulut Andrei Angouw, Sekdaprov Edwin Silangen, Kadisdikda Grace Punuh, dan Kepala SMKN 1 Moodie Lumintang.

Cahya sumirat