Edisi 26-03-2019
Berintegritas, Petarung, dan Konsisten Berpolitik


JAKARTA - Hanya sedikit politikus yang bisa berkiprah di kancah perpolitikan Tanah Air hingga puluhan tahun. Salah satunya Sabam Sirait, politikus kelahiran 13 Oktober 1936 di Pulau Simardan, Asahan, Sumatera Utara.

Dia mem buk tikan dirinya sebagai politikus ulung yang bisa berkiprah di tiga orde, yakni Orde Lama, Orde Baru, Orde Reformasi, serta tujuh presiden. Kiprah politik putra dari Fridrik Hendrik Sirait dan Julia Sibuea ini patut menjadi te - ladan bagi para politikus lainnya, terutama keluarga besar PDIP. Betapa tidak, Sabam Sirait terbukti mampu berkiprah di tujuh presiden, mulai di zaman Proklamator Soekarno hingga era Presiden Joko Widodo (Jokowi). Tadi malam, merupakan mo mentum emas bagi pria de - ngan nama lengkap Sabam Gunung Panagian Sirait ini yang merayakan ulang tahun per kawinannya ke-50 bersama sang pujaan hati, Sondang BR Sidabutar, sekaligus peluncuran buku berjudul Sabam Sirait: Berpolitik Bersama 7 Presiden.

Sejumlah tokoh nasional hadir dalam perayaan yang digelar di Balai Kartini, Jakarta tersebut. Tampak di antaranya Ketua DPR Bambang Soesatyo (Bam soet), Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly, Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi. Presiden Jokowi dalam kata pengantar yang tertulis dalam buku terebut, mengaku sudah cukup lama mengenal Sabam Sirait. Perjumpaan keduanya bermula ketiga Jokowi maju menjadi calon wali kota Solo pada 2005 silam. Namun, jauh sebelum perkenalan itu, Jokowi mengaku sudah cukup lama men dengar nama dan sepak terjang Sabam Sirait sebagai politikus senior PDIP.

“Beliau sebagai seorang politisi PDIP yang mumpuni. Kiprah beliau sebagai politisi di pentas per - politikan Tanah Air sungguh mengagumkan. Kekaguman itu semakin besar saat saya me - ngenal beliau cukup dekat,” tuturnya. Menurut Jokowi, banyak hal yang pantas diteladani dari kiprah Sabam Sirait, terutama dalam hal integritas dan sikapnya yang konsisten dalam berpolitik. “Dalam pandangan saya, keteladanan yang di tun - jukkan Pak Sabam dalam men - jalankan prinsip-prinsip politik yang baik dan lurus sangatlah berarti banyak. Saya beberapa kali mendapatkan nasihat ba - gai mana menerapkan prinsipprinsip politik tersebut dalam praktik di pemerintahan. Terus terang, saya merasa cocok deng - an pemikiran dan nasihat yang beliau sampaikan,” tutur nya.

Apresiasi senada juga di sam - paikan Bamsoet yang me ngaku kagum karena Sabam Sirait yang dinilai sangat kon sisten. Saat ini banyak politisi musiman yang kadang-kadang terpengaruh dengan musim dan tidak kon sis - ten. “Dalam diri Pak Sabam ini, ada kon sistensi sampai sekarang de ngan segala romantika dan di - namika politiknya. Jauh da - ripada gaya politisi hari-hari ini yang musiman. Musim kemarin memaki-maki calon (presiden), musim sekarang memuji se - tinggi langit calon itu. Ya be gi - tulah. Pragmatisme politik, dan itu tidak ada pada diri Pak Sa - bam,” tutur politikus Partai Gol - kar ini. Ungkapan senada di sam - paikan Prasetyo Edi Marsudi. yang mengaku sangat terkesan kepada sepak terjang Sabam Sirait.

“Saya banyak belajar dari sepak terjang beliau. Beliau bukan seorang pengecut, tapi beliau adalah seorang petarung yang luar biasa. Dan saya dapat pe ngalaman-pengalaman yang luar biasa dari beliau ini,” tu turnya. Sementara sang anak, Maruarar Sirait, mengucapkan terima kasihnya kepada seluruh kerabat, saudara, dan seluruh tamu undangan. “Terima kasih banyak kepada seluruh un dangan yang datang dari jauh-jauh untuk menghormati dan me nemui, serta mendoakan orang tua kami. Tahun ini memasuki 83 tahun. Kalau terpilih lagi sebagai anggota DPD, beliau paling tua,” paparnya.

Abdul rochim