Edisi 26-03-2019
Mengenang Menlu Evgeniy Primakov


Siapa itu Evgeniy Primakov? Pertanyaan ini tentu saja bersifat retoris. Nama diplomat Rusia yang luar biasa ini sangat dikenal di seluruh dunia, termasuk di Eropa, Amerika, Asia, dan pasti di Indonesia.

Tahun ini E.M. Primakov (almarhum) seharusnya genap 90 tahun. Menilai peran beliau yang pernah bertugas sebagai Menteri Luar Negeri (Menlu) Rusia pada tahun 1996-1998, maka Menlu Rusia yang se karang ini S.V.Lav rov bilang: “E.M. Primakov, tanpa membesar-besarkan, ialah pen cipta pokokpokok doktrin luar ne geri kami yang selama dua pu luh tahun belakangan ini tetap ak tuil. ”Pertama-tama, itu ke bijakan luar negeri yang ber si fat in dependen dan mandiri, ber da sarkan pada keterbukaan negara kami untuk bekerja sa ma de ngan negara dan persa tuan ne gara apapun atas prinsip-prinsip kesamara taan, saling meng hor mati dan saling meng untungkan”.

Dengan datangannya E.M. Primakov ke Kementerian Luar Ne geri (Kemlu) Rusia, kebijakan luar negeri kami sa ngat ber ubah. Sebagai dasar po litik luar negeri yang baru di jadikan wa wasan dunia polisentris. Diuta ma kan prinsip-prinsip saling menghormati kepen tingan-ke pentingan, ker ja sama an tara ne gara yang sa ma rata dan sa ling meng un tungkan, peno lak an hak pihak manapun pada he ge moni dan mendikte, serta di per ko koh nya peran sentral PBB. Salah satu bagian penting da lam kebijakan luar negeri Ru sia adalah peningkatan kerja sama dengan negara-ne ga ra Asia Pasifik dan mem promosikan interaksi pada “vek tor negara-negara Timur”.

Pen dekatan-pendekatan ini se ring sekali dan secara adil di sebut sebagai “doktrin Primakov”. E.M. Primakov sangat memperhatikan isu pengembangan kemitraan dialog Ru sia- ASEAN, mem pertim bang kan asosiasi ini sebagai orga ni sasi regional yang penting de ngan filosofi dan kepentingan sangat dekat dengan visi Rusia. Sim bolis bahwa setelah dilantik se bagai Menteri Luar Negeri Rusia, E.M. Primakov meng adakan salah satu kunjungan pertama ke mancanegara justru ke Jakarta. Pada Juli 1996, beliau adalah ke pala delegasi Rusia pada per temuan para Menteri ASEAN ka rena kita secara resmi me nan da tangani dokumen ten tang dialog kemitraan Rusia-ASEAN. Kemu dian beliau juga berpar tisipasi dalam per temuan Rusia-ASEAN dan sesi ARF di Kuala Lum pur (1997) dan Manila (1998).

Dokumen-dokumen pokok yang ditanda tangani pada wak tu itu sampai saat ini me nen tukan sifat kerja sa ma negara ka mi dengan se puluh negara ASEAN. Namun demikian, dalam se jarah Rusia, E.M. Pri makov ter kenal bukan saja sebagai menteri luar negeri. Orang yang terkenal sebagai war tawan terkemuka, ahli ju rusan ke timuran, di plo mat, pernah men jabat sebagai Kepala Badan Intelijen Luar Negeri Ru sia (1991-1996), dan kepala peme rintah Rusia (1998-1999). Sangat legendaris men jadi “putaran kembali” beliau di atas Atlantik pada 24 Maret 1999, ketika E.M. Primakov di tengah jalan menolak me lanjut kan penerbangannya ke Wa shington karena menge ta - hui tentang dimulainya penge boman Yugoslavia.

Menurut pa ra politikus modern, peris ti wa ini menjadi awal kebang kit an kembali sifat ke ne - garaan Ru sia dan de monstrasi per ta ma pada dunia bahwa upaya ber b icara dengan Rusia dari se gi kekuatan ada - lah mus tahil. Sebagai penutup, saya ingin memberikan contoh dari beberapa ungkapan bijaksana E.M. Primakov yang me ninggal dunia pada 26 Juli 2015 di usia 86 tahun. Sangat mengaget kan betapa aktualnya pikiran-pikiran beliau bagi Rusia modern dan dalam konteks situasi di dunia sekarang ini.

Pada tahun-tahun yang berbeda E.M. Primakov me nyampai kan: “Hanya mereka yang politiknya berkerabunan hendak mencoret Rusia dari daftar negara-negara adidaya, tanpa menilai sepenuhnya po ten sinya, dinamika dan prospek perkembangannya”; “Semua akan kalah kalau hubungan Rusia-AS akan meleset ke arah Perang Dingin baru. Ke sim - pulan ini sangat jelas sekali”; “Saya tidak mendukung me - reka yang suka memojokkan pihak yang lain. Ketika kita memojokkan yang lain de - ngan sanksi dan sete rus nya, begitu kita membantu ele - men-ele men ekstremis”; “Se mua ne ga ra, termasuk Rusia, punya ke kurangan tertentu dalam ke bijakan luar negeri.

Tetapi di Rusia kekurangan itu tidak se banyak seperti di AS”. Tokoh besar, politikus terkemuka, expert di bidang sejarah negara-negara Asia, dan seorang humanis, E.M. Primakov adalah teladan untuk para diplomat Rusia, guru, dan manusia dengan huruf besar.

LYUDMILA VOROBIEVA
Duta Besar Federasi Rusia untuk Republik Indonesia








Berita Lainnya...