Edisi 26-03-2019
Sumber Ekonomi Baru Jadi Pendorong Pertumbuhan


JAKARTA - Optimalisasi sumber ekonomi baru menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi, baik nasional maupun daerah.

Di Provinsi Riau, sektor per tanian dan pertambangan masih menjadi sektor andalan pertumbuhan ekonomi. Deputi Gubernur Bank Indo nesia (BI) Sugeng mengung kapkan, sektor pariwisata, ekonomi digital, pem ber da yaan usaha mikro kecil dan me nengah (UMKM), dan dana wakaf untuk sektor produktif, me rupa kan sumber ekonomi baru perlu dioptimalkan dalam mendo rong pertumbuhan eko - nomi. “Upaya mendorong sumber pertumbuhan ekonomi baru men jadi tantangan yang dihadapi Provinsi Riau untuk mengu rangi ketergantungan pada sek tor tertentu dan menggali po tensi sumber ekonomi baru lain nya,” ujar Sugeng pada serah terima jabatan (sertijab) Kepala Perwakilan BI Provinsi Riau di Pekanbaru, kemarin.

Untuk itu, peningkatan pro - duktivitas berasal dari opti ma - li sasi inovasi dan penggunaan tek nologi dibutuhkan untuk men dorong kinerja. Dia menga - ta kan, untuk mendukung per - tumbuhan ekonomi daerah, Bank Indonesia senantiasa me - la kukan langkah penguatan peran kantor perwakilan BI. Hal tersebut dengan mem - per kuat bauran kebijakan dan men dorong pengembangan sum ber pertumbuhan ekonomi baru, antara lain dengan men - do rong strategi pengembangan pariwisata dan mengop ti mal - kan potensi dari ekonomi digi - tal. Dalam hal ini, kata dia, dibu - tuhkan peningkatan produk ti - vi tas berasal dari optimalisasi ino vasi dan penggunaan tek - nologi.

“Ekonomi digital diproyeksi kan bisa menyumbang USD155 miliar terhadap PDB Indonesia dan pertumbuhan tenaga kerja sebesar 3,7 juta te - naga kerja pada 2025,” katanya. Ekonomi digital juga dipan - dang mampu mengoptimalkan besarnya jumlah UMKM di Indo nesia sehingga bisa men do - rong pertumbuhan ekono mi. Selain itu, ekonomi syariah juga memiliki potensi besar da lam mendorong perekonomian melalui optimalisasi dana wa kaf tunai untuk usaha pro duktif. Dengan kehadiran Kepala Perwakilan BI Provinsi Riau yang baru, Sugeng menyam pai - kan tiga harapan pertama pim - pinan baru mampu mene rus - kan dan meningkatkan kon tri busi BI di daerah, terutama dalam mendorong kinerja per eko - nomian di Provinsi Riau melalui peran sebagai strategic advisor yang kredibel dan bisa diandalkan di daerah.

Kedua, penguatan koordi - na si dengan pemerintah daerah da lam wadah Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID). Ketiga, Kantor Perwakilan BI Provinsi Riau diharapkan senantiasa me menuhi kebutuhan uang ru - piah di masyarakat dalam jum - lah nominal yang cukup, jenis pecahan yang sesuai, tepat wak - tu, dan dalam kondisi layak edar hingga ke daerah terpencil. Sebelumnya BI juga men du - kung akselerasi perekonomian Kepulauan Riau (Kepri) melalui penguatan potensi sektor ung - gulan Provinsi Kepri. BI me - man dang terdapat tiga potensi prio ritas yang dapat dikem - bang kan di Kepri. Pertama, pengembangan industri pariwisata di Kepri yang saat ini masuk sebagai tiga besar pintu masuk wisatawan mancanegara ke Indonesia.

Kedua, memaksimalkan potensi maritim Provinsi Kepri mencakup industri perkapalan, pelayaran, perikanan, dan pa riwisata Bahari. Ketiga, penguatan sumber daya manusia yang mendukung pengembangan sektor unggulan. Untuk mendukung per tumbuhan ekonomi daerah, Bank Indonesia senantiasa mela kukan langkah-langkah penguat - an peran Kantor Perwakilan BI.

Kunthi fahmar sandy