Edisi 26-03-2019
ESDM Bangun Tenaga Surya di Puncak Papua


JAKARTA –Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memberikan 18.102 unit lampu tenaga surya hemat energi (LTSHE) di Kabupaten Puncak, Papua.

Hal ini sejalan dengan fokus pemerintah dalam membangun infrastruktur tenaga listrik untuk masyarakat di daerah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar). Staf Ahli Menteri ESDM Bidang Lingkungan Hidup dan Tata Ruang Satry Nugraha me - ngatakan, membangun infra - struktur di timur Indonesia me - mang tak semudah di kawasan barat, mengingat kawasannya sulit dijangkau serta infra struk - tur penunjang lainnya masih minim bahkan sulit. Misalnya saja dalam penyediaan tenaga listrik untuk masyarakat di daerah tertinggal, terdepan, dan ter luar. Bentang alam Papua menyebabkan aliran listrik dari Perusahaan Listrik Negara (PLN) belum bisa masuk ke ber - bagai wilayahnya, salah satunya di Kabupaten Puncak, Papua.

Kementerian ESDM me nye - rahkan secara simbolis paket lampu tenaga surya hemat ener gi kepada masyarakat di Ka bupaten Puncak. Adapun pa - ket yang dibagikan 18.102 unit LTSHE diserahkan bagi warga di 86 desa di kabupaten itu. “Program LTSHE merupa - kan salah satu instrumen untuk memastikan bahwa seluruh ma syarakat mendapatkan ak - ses energi modern dan pene - rang an sebagai upaya mewu jud - kan energi berkeadilan,” kata Satry melalui keterangan res - mi nya di Jakarta, kemarin. Satry mengungkapkan, ha - rap a nnya agar lampu tenaga sur ya hemat energi ini mem berikan ba - nyak manfaat untuk masya ra kat sekitar.

“Saya juga meng ha rap kan LTSHE yang telah ter pa sang da - pat dipeli hara oleh ma syarakat penerima LTSHE dan pemerintah daerah agar man fa at nya bisa di - rasakan masya ra kat da lam jangka wak tu lama,” ujar nya. Papua memang menjadi pri - o ritas untuk dipasang LTSHE. Satry mengungkapkan, dari to - tal alokasi anggaran Rp558 mi - liar tahun 2018, dari jumlah itu sebanyak Rp152 miliar meru - pa kan alokasi untuk pema sang - an LTSHE di Papua. Untuk tahun ini program LTSHE akan menyasar 98.481 rumah tangga lainnya yang be - lum berlistrik. Karena 12.531 rumah tangga tersebut berada di Papua.

Total desa yang akan ber listrik LTSHE pada 2019 se - banyak 1.083 desa terletak di 119 kabupaten/kota. Sejak dua tahun lalu, tepat - nya tahun 2017, Kementerian ESDM menginisiasi program LTSHE. Program ini merupa kan langkah pra-elektrifikasi yang khusus ditujukan pada ru mah tangga belum berlistrik sama sekali. Ke depannya dae rah yang sudah terpasang LTSHE akan didorong dilanjut kan dengan penerangan on grid dari PLN. Pada 2017, program LTSHE telah dilaksanakan di lima pro - vinsi, yakni Maluku, Nusa Teng - gara Barat, Riau, Papua, dan Papua Barat, dengan jumlah ang garan sebesar Rp276 miliar.

Dengan jumlah anggaran itu, LTSHE pada 2017 dapat mem - berikan penerangan di malam hari untuk 79.556 rumah tang - ga yang terdapat di 1.208 desa terletak di 28 kabupaten/kota. Setahun berikutnya pro - gram ini merambah rumah tang ga lainnya yang terdapat di 16 provinsi. Dengan kata lain, pada 2018 ada tambahan LTSHE untuk 172.996 titik ru - mah tangga. Anggaran yang di - keluarkan untuk pemba ngun - an ini sebesar Rp558 miliar. Se - lain menyediakan listrik untuk rumah tangga, Kementerian ESDM juga menyediakan pene - rangan jalan umum tenaga sur - ya (PJU-TS) sebanyak 21.839 titik untuk 26 provinsi. Provinsi Papua mendapatkan alokasi pe - masangan PJU 600 titik dan 300 titik di antaranya dialo kasi - kan di Kabupaten Puncak.

Listrik Sentani

Di sisi lain, PLN terus me mu - lihkan pasokan listrik untuk masyarakat Sentani pasca ben - cana banjir bandang dan tanah longsor terjadi pekan lalu. PLN berhasil memulihkan gardu hingga 99% dan 100% penyu - lang telah pulih. Sementara itu, sejumlah kondisi gardu masih dalam pekerjaan penyelesaian, antara lain enam gardu padam karena terendam, perbaikan tiga tower SUTT 70 kV Orya, dan sejumlah jaringan rusak atau putus di sejumlah titik. Cuaca yang kurang bersa ha - bat seminggu kemarin menjadi kendala proses pemulihan pa - sokan listrik untuk warga. Cua - ca itu mengakibatkan banjir su - sulan dan tanah longsor yang akhirnya berdampak pada se - jumlah jaringan.

“Saat ini tim pemulihan ke - listrikan masih terus bekerja di lapangan di lokasi-lokasi ben - cana banjir kemarin. Namun, memang terdapat beberapa lo - kasi belum teraliri listrik karena akses yang belum bisa ditem - puh serta infrastruktur meng - alami kerusakan berat,” ujar Executive Vice President Corpo rate Communication & CSR PLN I Made Suprateka. Saat ini PLN fokus menye le - saikan perbaikan jaringan ru sak atau putus di titik-titik yang su - dah bisa diakses sembari menunggu air surut.

Selain itu, perbaik an tiga tower SUTT 70 kv di Orya juga terus dikebut. Ganggu an dan pekerjaan ini me nyebab kan beberapa lokasi di Sentani mengalami pema daman.

Nanang wijayanto