Edisi 26-03-2019
Investasi Gli Azzurri


PARMA– Tumbuhnya talenta muda potensial menjadi daya tarik tersendiri di babak kualifikasi Piala Eropa 2020. Tren tersebut juga menular ke Italia.

Gli Azzurri mengorbitkan pemain-pemain yang tidak kalah menjanjikan setelah investasi yang mer. Sorotan publik tertuju kepada Nicolo Barella, 22, serta Moise Kean, 19. Keduanya tampil impresif dan menyumbangkan gol saat Italia mengalahkan Finlandia 2-0 pada laga perdana Grup J kualifikasi Piala Eropa 2020, Minggu (24/3). Kegemilangan Barella dan Kean bukan hanya membuat publik Italia bersukacita. Kebanggaan besar justru dirasakan Pelatih U- 21 Italia Luigi di Biagio. Dia mengungkapkan kedua pemain tersebut merupakan produk dari proyek jangka panjang yang dilakukannya bersama staf pelatih.

“Gol mereka membuat kami bangga. Banyak pemain yang menjadi berita utama saat ini berasal dari proyek yang kami mulai delapan tahun lalu. Ketika itu, kami diminta mereformasi lengkap akademi muda Italia dan yayasan. Ada banyak pemain yang di masa depan akan menjadi tumpuan tim,” ungkap Di Biagio, dilansir football-italia.net . Di Biagio mengatakan mencuatnya pemainpemain muda ke tim nasional tidak terlepas dari dukungan dari semua pihak, khususnya Pelatih Roberto Mancini. Mantan pelatih Manchester City itu memiliki keinginan sama ingin mengor - bitkan lebih banyak pemain dari tim U-21.

Karena itu, Di Biagio akan terus melakukan pemantauan dan analisis untuk membantu Mancini. Juru taktik berusia 41 tahun tersebut memprediksi nama-nama potensial lainnya akan kembali terjaring saat Italia berpartisipasi di Piala Eropa U-21, Juli mendatang. “Kemenangan melawan Finlandia semakin memperkuat kami. Mancini ingin mengenal beberapa pemain internasional U-21 lainnya dan saya perlu menghabiskan waktu bersama mereka sebelum Piala Eropa. Kami semua akan bekerja sama,” paparnya. Pernyataan Di Biagio tercermin dari skuad Italia di kualifikasi Piala Eropa 2020 Grup J untuk menghadapi Finlandia dan Liechtenstein.

Mancini memboyong tujuh pemain muda. Mereka adalah Barella, Kean, Alessio Cragno, 24; Gianluca Mancini, 22; Stefano Sensi, 23; Nicolo Zaniolo, 19; dan Bryan Cristante, 24. Mancini kemungkinan besar akan kembali memaksimalkan pemain-pemain tersebut saat menjamu Liechtenstein di Stadio Ennio Tardini, dini hari nanti. Alasannya, skuad Gli Azurri sedikit ramping setelah kehilangan Federico Chiesa, Alessandro Florenzi, Stephan El Shaarawy, dan Cristiano Piccini. Sementara Mattia Perin diragukan. “Akan ada beberapa perubahan melawan Liech ten - stein. Itu dilakukan untuk menghadirkan kesegaran di dalam tim. Kami akan terus memantau perkembangan terkini, termasuk kondisi para pemain,” kata Mancini.

Beberapa perubahan diyakini tidak mengurangi semangat tempur Italia meraih kemenangan. Italia berambisi memperpanjang laju apik mereka yang belum terkalahkan dalam lima laga terakhir sekaligus mengintip peluang naik ke puncak klasemen sementara Grup J. Namun, Mancini enggan membebani pemain-pemain mudanya, khususnya Kean. Dia meminta penyerang Juventus tersebut untuk tetap membumi dan menikmati setiap laga. “Kean sejatinya penyerang murni. Tapi, dia bisa bermain di beberapa posisi. Kualitas dan fisiknya menjanjikan. Tapi, dia masih dalam tahap berkembang,” ujarnya.

Kepercayaan diri Gli Azzurri kian tinggi, sedangkan sang tamu sedang jeblok. Armada Helgi Kolvidsson ini menuai hasil buruk dalam lima laga terakhir, termasuk saat tumbang 0-2 dari Yunani, Minggu (24/3). Akibatnya, Liechtenstein tenggelam di dasar klasemen sementara Grup J.

Alimansyah



Berita Lainnya...