Edisi 26-03-2019
Menang Dramatis


AMSTERDAM– Jerman mengawali kualifikasi Piala Eropa 2020 dengan hasil positif. Nyaris terpeleset saat melakoni laga tandang, Der Panzer berhasil meraup poin penuh dengan mencegah Belanda melakukan comeback.

Jerman baru mengikuti laga pertama pada kualifikasi Piala Eropa 2020 di Grup C dengan menyambangi Johan Cruyff Arena, Senin (25/3). Semula tim tamu diyakini bakal meraih kemenangan besar karena sempat unggul dulu 2-0 lewat Leroy Sane (15) dan Serge Gnabry (34). Tapi, kondisinya berubah karena Belanda bisa membalas dan menyamakan kedudukan. Gol Matthijs de de Ligt (48) dan Memphis Depay (63) membuat siapa yang bakal keluar sebagai pemenang menjadi tidak bisa diprediksi. Berhubung hingga menjelang bubaran belum tercipta lagi gol, duel big matchitu dianggap akan berakhir imbang. Tapi, prediksi itu meleset karena Nico Schulz bisa memak simalkan assistMarco Reus pada menit ke-90 yang sekali gus mengunci kemenangan armada Joachim Loew.

“Bisa meraih poin penuh di sini, di Belanda saat mengawali kualifikasi, sangat fantastis. Itu akan memudahkan pekerjaan kami. Tapi, kami melihat masih banyak tugas yang perlu diselesaikan. Kami harus bisa menjaga kendali lebih baik, terutama saat unggul 2-0,” ucap Loew, dilansir Skysport. Hasil ini sudah dinanti Jer - man mengingat sempat me le - wati dua laga terakhirnya tanpa kemenangan. Saat menjamu Belanda di ajang UEFA Nations League, Toni Kroos dkk hanya bisa berbagi hasil 2-2. Begitu juga ketika kedatangan Serbia untuk berlatih tanding yang berkesudahan 1-1. “Para pemain bertarung de - ngan luar biasa dan saya hanya bisa menyanjung mereka. Kami tampil bagus pada awal babak. Kami benar-benar menguasai pertanding an dan bertahan dengan baik. Namun, gol pertama mereka datang pada saat yang buruk,” ucap Loew.

Mantan pelatih VfB Stuttgart itu selanjutnya akan fokus untuk mengatasi kelemahan Jerman yang sempat terlihat saat bentrok De Oranje. Dia punya waktu selama tiga bulan untuk menyelesaikan tugas itu sebelum melakoni lanjutan kualifikasi kontra Belarus. “Terkadang kami berbuat ceroboh dan mudah kehilangan bola. Ini adalah proses yang harus dilalui tim yang masih muda. Yang membuat saya puas adalah tim ini tidak pernah kehilangan rasa percaya bahwa bisa memenangkan laga ini,” tandas Loew. Bagi kubu tuan rumah, kekalahan ini menimbulkan keresahan. Pasalnya, itu berpotensi melanjutkan keterpurukan Belanda yang sudah dua kali secara beruntun gagal melewati fase kualifikasi turnamen besar. Negeri Kincir Angin pernah gagal saat kualifikasi Piala Eropa 2016.

Belanda batal hadir di Prancis karena hanya menempati urutan keempat Grup A dengan torehan 13 poin hasil empat menang, satu imbang, dan lima kalah. Hal serupa terjadi saat kualifikasi Piala Dunia 2018. Belanda juga absen di Rusia lantaran terdampar di urutan ketiga. Walau sama-sama meraih 19 poin dengan Swedia, mereka harus tersingkir karena kalah produktivitas. Kini, kisah yang sama bisa saja terulang. Faktanya, akibat kekalahan ini, Belanda yang semula berada di urutan kedua, harus turun ke urutan ketiga. Tempat mereka diambil alih Jerman, meski sama-sama mendulang tiga poin. Padahal, Belanda sempat mengawali langkahnya dengan melibas Belarus 4-0.

“Kami tidak bisa memulai pertandingan dengan baik. Kami tentu tidak mengetahui bagaimana Jerman bakal bermain. Tapi, saya tidak terkejut. Hal itu membuat saya sadar harus membuat sejumlah penyesuaian,” kata Pelatih Belanda Ronald Koeman. Untuk sementara Jerman dan Belanda tertinggal tiga poin dari Irlandia Utara yang sukses mencatat dua kemenang an beruntun. Setelah melibas Estonia 2-0 pada laga pertama, tim asuhan Martin O’Neil itu menundukkan Belarus 2-1 di Windsor Park.

M mirza









Berita Lainnya...