Edisi 26-03-2019
Poin Ekstra Jadi Keuntungan Bottas


SAKHiR– Aturan baru mendapatkan satu poin dari hasil putaran tercepat (fastest lap) diyakini akan menjadi pembeda di Formula One (F1) akhir musim ini.

Pembalap Mercedes Valtteri Bottas mengatakan, itu bisa menjadi keuntungan bagi pembalap yang memiliki kecepatan. Bottas sangat percaya bahwa aturan baru itu akan memberikan perbedaan besar di akhir klasemen pembalap musim ini. Pembalap Finlandia itu menjadi yang pertama men - dapatkan poin tambahan di Australia. Meski ada bebera pa pembalap lain mencoba menga - lahkan catatan lap itu, waktu putaran terbaiknya tetap berta - han hingga balapan berakhir. Meski hanya satu poin, Bottas sangat yakin kondisi tersebut akan membuat perbedaan yang signifikan dalam persaingan memperebutkan gelar juara dunia F1 pada musim ini.

Terbukti, dia sekarang sudah mengumpulkan 26 poin yang diraihnya seusai menem - pati podium pertama dan men - ca tat kan waktu lap tercepat saat balapan di Australia. “Ini satu poin dan kalau Anda dapat tiga atau lebih, itu akan mendatangkan perbedaan besar di akhir tahun,” kata Bottas, dilansirgpblog.“Anda tidak pernah tahu. Satu poin bisa jadi pembeda di akhir. Ten - tu kami mau mengambil risiko. Tapi, tahu kalau Anda akan da - pat 25, 28, atau 15, berapa pun, itu tetap masih lebih penting daripada satu poin ekstra. Jadi, Anda harus menghitung risikonya,” ujarnya.

Sementara itu, bos Mercedes Toto Wolff menyebut sangat puas dengan hasil dari balapan timnya di Australia, khususnya kepada Bottas yang mampu menunjukkan penam pilan yang sangat mengesan kan. Karena, dia menjadi pem balap pertama yang mampu me ngumpulkan 26 poin dalam satu balapan sepanjang sejarah F1. Sebelumnya Bottas sempat diragukan bisa tampil baik di awal musim F1 2019. Hal ter - sebut tak terlepas dari buruk - nya performa pembalap berusia 29 tahun itu di pertengahan musim 2018. Menurutnya, performa drivernya itu harus puas mengakhiri F1 2018 dengan berada di urutan kelima pada klasemen akhir pembalap.

Namun, kemenangan di seri perdana serta tampil sangat baik di sepanjang akhir pekan di Sirkuit Albert Park, Bottas telah menunjukkan mental yang kuat. Pembalap kelahiran Nas tola, 28 Agustus 1989, ini mam pu bangkit seusai mendapatkan begitu banyak kritik di akhir musim F1 2018. Hal itulah yang membuat Wolff merasa senang. “Bagaimana dia (Bottas) bisa bangkit setelah disebut tidak layak di paruh kedua musim lalu. Mencetak kemenangan dominan adalah bukti dari potensi manusia serta seberapa besar peran kekuatan mental di situ,” ungkap Wolff.

Raikhul amar