Edisi 26-03-2019
Film Gagal di Box Office, Iger Mengaku Salah


SEBAGAI seorang CEO, Bob Iger bukan tipe orang yang menghindar dari kesalahan, termasuk ketika Solo: A Star Wars Story tidak mampu menunjukkan performa prima di box office dibandingkan film Star Wars lainnya. Karena itu, penggemar pun berdebat soal apa yang salah dari film tersebut.

Namun, Bob Iger mengakui bahwa itu murni kesalahannya. Pasalnya, dia menjadwalkan begitu banyak film Star Wars secara berurutan. Kesalahan itu di - sebutnya tidak bisa membuat mana jemen waktu yang pas. “Saya yang harus disalahkan. Terlalu banyak film Star Wars , terlalu cepat,” katanya. Ke depannya, Iger mengatakan bahwa Disney akan sedikit lebih berhati-hati tentang volume dan waktu. Dia tidak mengutip berapa jumlah pendapatan box office Solo . Tetapi, dia merespons langsung perta - nyaan apakah Disney harus mengerem dan tidak mengeluarkan film Star Wars setiap tahun. Jawabannya adalah iya. Solo hanya menghasilkan USD213 juta di box office domestik Amerika menurut Box Office Mojo.

Sebelumnya The Last Jedi menghasil kan USD620 juta dan Rogue One menghasilkan USD532 juta. Jika angka itu disesuaikan dengan inflasi, Solo adalah film Star Wars dengan kinerja terburuk sepanjang masa. Film itu juga merupakan Star Wars tercepat yang dirilis beriringan. Solo tayang di bioskop pada Mei 2018, hanya jeda lima bulan setelah The Last Jedi . Analis box office berspekulasi bahwa jadwal tayang Solo merusak performanya. Sebab, penonton bios kop membutuhkan lebih banyak wak tu sebelum ingin melihat petualangan Star Wars lain di bioskop. Apa lagi, setiap tahun ada satu film Star Wars baru sejak 2015. “Fans butuh waktu sebelum ingin menonton lagi,” kata Iger.

Danang