Edisi 15-04-2019
Kepemilikan Akta Kelahiran Ditingkatkan


JAKARTA –Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) terus berupaya meningkatkan kepemi likan akta kelahiran untuk anak dengan berbagai cara dan inovasi.

Melalui Ditjen Kependuduk an dan Pencatatan Sipil (Dukcapil), berbagai terobosan dan inovasi dikembangkan. Kebijakan tersebut di antaranya melalui perbaikan sis tem pelaporan, yakni dengan me - ngon versi pelaporan akta-akta kelahiran secara manual ke da - lam Sistem Informasi Ad mi - nistrasi Kependudukan (SIAK). Dengan cara ini disertai pe - ningkatan kecepatan serta ber - bagai kemudahan yang dite - rap kan dalam penerbitan akta ke lahiran, pada akhir 2018 ca - kupan kepemilikan akta ke la - hiran bahkan sudah mencapai 90,47% atau 5,47% melam - paui target Rencana Pemb a - ngunan Jangka Menengah Na - sional (RPJMN) 2015-2019. “Capaian yang sangat baik ini merupakan kerja tim yang so - lid antara pusat-daerah, tegak lurus dalam mewujudkan tar - get-target capaian,” kata Di rek tur Jenderal (Dirjen) Duk - capil Kemendagri Zudan Arif Fakrulloh Zudan di Jakarta kemarin.

Tahun ini untuk mem per - lancar pemberian akta kelahiran bagi anak umur 0-18 tahun, berbagai upaya percepatan pelayanan masyarakat se ma - kin digencarkan. “Penerbitan akta online terus dipacu, kartu identitas anak (KIA) dan pe ne - rapan tanda tangan digital pada dokumen kependudukan tahun ini harus sudah terea li - sasi,” lanjutnya. Dengan Gerakan Indonesia Sadar Adminduk (GISA) yang diluncurkan awal 2018 disusul dengan Dukcapil Go Digital yang di-launching awal 2019, seluruh penduduk Indonesia diharapkan akan memiliki ak - ta kelahiran. Sebelumnya Menteri Da - lam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo membuat terobosan dengan mengeluarkan Per - atur an Menteri Dalam Negeri Nomor 9 Tahun 2016 tentang Percepatan Kepemilikan Akta Kelahiran.

Dua hal yang sangat me - nen tukan kecepatan pening - kat an kepemilikan akta kela - hir an adalah penerapan Surat Per nyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM) kebenaran data kelahiran dan kebenaran data perkawinan dan pener bit - an akta kelahiran secara online. Pada akhir 2016 cakupan ke - pemilikan akta kelahiran anak tercatat meningkat secara sig ni - fikan menjadi sebesar 74,29% dibanding pada 2015 yang hanya mencapai 62,62%. Selanjutnya Dukcapil me - laksanakan pelayanan keliling, pelayanan di hari libur, pe la - yanan terpadu dengan berp e - doman kepada data anak yang be lum memiliki akta kela hir - an, dan melaksanakan lang - kah-langkah afirmatif bagi penduduk rentan/terkendala da lam pengurusan dokumen di panti-panti.

Selain itu, juga me lak sa - nakan pelayanan terintegrasi, penerapan SPTJM, pen er - bitan akta kelahiran secara on - line, penerapan KIA yang se - cara tidak langsung dapat men - dongkrak cakupan kepemilikan akta kelahiran, serta men - ciptakan ekosistem pelayanan dengan melibatkan instansi ter kait seperti yang telah di - lakukan dengan IBI, Dinsos, Dinkes, dan rumah sakit. Dengan berbagai upaya dan terobosan ini, cakupan ke pe - milikan akta kelahiran terus me ningkat secara signifikan dan pada akhir 2017 cakupan sudah mencapai angka sebesar 85,20%. Dengan capaian ter se - but, sejatinya target RPJMN telah tercapai pada 2017 atau dua tahun sebelum batas akhir RPJMN. Peningkatan ini sig - nifikan jika di ban dingkan pada 2014 di mana cakupan kepe - milikan akta ke la hiran untuk anak baru se besar 31,25%.

M yamin