Edisi 15-04-2019
MPR Ajak Media Bangkitkan Partisipasi Publik di Pemilu


LOMBOK – Pemilihan umum (pemilu) serentak tinggal lima hari lagi. Partisipasi rakyat dalam menggunakan hak pi lih nya sangat penting dalam menyukseskan pesta demokrasi lima tahunan ini.

Karena itu, Ma jelis Permusyawaratan Rak yat (MPR) mengajak para prak tisi media massa ikut menggelorakan minat publik agar da tang ke tem pat pemungutan sua ra (TPS) untuk menyalurkan aspirasi politiknya pada 17 April men datang. Kepala Biro Humas MPR Siti Fauziah mengatakan, wak tu lima menit di TPS untuk me nya - lurkan hak politik sangat me - nen tukan masa depan bang sa dan negara lima tahun ke depan.

“Kita (MPR) me mang nggak boleh mengikuti politik praktis, tapi lembaga kita adalah lem - baga politik. Kita melayani ang - gota yang ber politik. Kami harap peran serta media meningkatkan par tisipasi publik. Lima menit (di TPS) menentukan waktu lima tahun mendatang. Bagai - mana media membangkitkan minat agar masyarakat tidak banyak golput. Bagaimana me - ning katkan peran serta supaya golput rendah dengan pemberitaan yang positif,” ujar Siti saat Media Expert Meeting ber tajuk Peningkatan Partisipasi Publik pada Pemilu 2019 di Gili Tra wa - ngan, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), Jumat (12/4). Siti memastikan ajakan un - tuk aktif berperan dalam pol i tik ini bukan mengarahkan atau mengajak publik memilih calon tertentu, tapi mengajak agar publik berperan aktif da lam pes - ta demokrasi dengan me mi lih sesuai hati nurani.

“Kita akan punya pimpinan baru, anggota MPR pada Ok tober nanti. Mung - kin pola po litik kita berubah semoga pemberitaan kita tetap netral. Peran kita harus tetap dijaga tak memihak, harus men - jaga bagaimana kita tetap ber - peran supaya tidak melempem,” tuturnya. Kepala Subbagian Pemberitaan dan Layanan Informasi Biro Humas Budi Muliawan (Wawan) menambahkan, MPR merupakan rumah kebangsaan yang me ng awal ideo logi Pan - casila dan ke daul at an rakyat. “Implementasi dari kedaulatan rak yat, saat ini (pemilu seren - tak) adalah best practise dalam menempatkan kedaulatan rak - yat pada posisi tertinggi atau po - sisi sangat mulia. Rak yat bisa menentukan presiden seka ligus wakilnya (di DPR),” tu turnya.

Dia menambahkan, pada 17 April 2019 akan menjadi se jarah baru dalam perpolitikan di Ta - nah Air karena pemilu le gislatif digelar serentak de ngan pemilu presiden. Tahun 2014 digelar pilihan presiden langsung, tapi masih dipi sah kan dengan pileg. “Nanti, 17 April, kita cip - takan sejarah baru. Pasti per ma - salahannya akan banyak. Kita punya tang gung jawab moral. Tren par tisipasi publik ke TPS pada 2014 menurun. Kita pu - nya tanggung jawab un tuk me - nyua rakan hak pilih yang su dah diatur konstitusi,” ka tanya. Hal ini, kata dia, bukan soal me milih yang mana, tapi ba - gaimana bisa menggunakan hak pilih dengan asas luber dan jurdil. “Itu menjadi tanggung jawab kita,” tuturnya.

Dikatakan Wawan, ada se - dikit kekhawatiran jika publik tidak didorong berpartisipasi dalam politik, maka demokrasi di Indonesia akan kembali mun - dur. “Itu sangat mahal har ga nya. Pesta demokrasi kita ha rapkan 17 April rakyat Indonesia merayakan hak demokrasinya yang dijamin konstitusi,” katanya. Soetomo Samsu, salah se - orang praktisi media menuturkan, saat ini sebenarnya de ngan tingkat fanatisme publik yang tinggi, potensi partisipasi warga menggunakan hak pilihnya diprediksi bakal me ning kat pula.

“Warga sangat an tusias. Di tem - pat saya, mi salnya, ketika masa pen daf taran pindah (memilih), ada an tusiasme warga,” ujar nya. Namun, dia memberikan ca - tatan bahwa dalam pemilu kali ini perhatian publik dan me dia terlalu fokus dalam pil pres saja. Padahal yang juga ti dak kalah penting adalah pileg. “Pileg pada pemilu kaki ini terlupakan. Isu gender, caleg bersih, terlupakan seolah-olah Pemilu 2019 ha nya - lah pilpres. Kita perlu meng - gaungkan itu,” katanya.

Abdul rochim