Edisi 15-04-2019
Maduro Perintahkan Penambahan Jumlah Milisi Sipil


CARACAS - Presiden Venezuela Nicolas Maduro memerintahkan penambahan milisi sipil hingga hampir satu juta anggota.

Perintah itu muncul saat pemimpin oposisi Juan Guaido mengunjungi negara bagian Zulia yang terkena dampak terburuk pema dam - an listrik. Guaido mendesak mi liter meninggalkan dukung an terhadap Maduro saat krisis ekonomi meng aki - batkan pe ma daman listrik di beberapa wilayah pada bulan lalu. Milisi sipil yang dibentuk pada 2008 oleh mendiang mantan presiden dan mentor Maduro, Hugo Chavez, secara lang - sung dikontrol presiden dan bertujuan melengkapi pasukan bersenjata.

Maduro me nya ta kan bertujuan menambah jum - lah anggota milisi menjadi tiga juta orang pada akhir tahun ini dari jumlah sekarang sekitar dua juta orang. Maduro mendorong mereka terlibat dalam produksi per ta - nian. Krisis pangan dan obatobat membuat lebih dari tiga juta warga Venezuela mengungsi ke luar negeri dalam be - berapa tahun terakhir. “Dengan senapan Anda di bahu Anda, bersiap membela tanah air dan menggali tanah un tuk benih tanaman agar menghasilkan makanan untuk masyarakat, untuk rakyat,” kata Maduro pada ribuan anggota milisi yang berkumpul di ibu kota Caracas. Maduro menge - na kan seragam kamuflase kaki saat berpidato di depan para milisi. Sejauh ini petinggi militer masih setia pada Maduro, meski Guaido menawarkan amnesti pada para personel militer yang bersedia berpindah dukungan.

Ratusan tentara telah meminta suaka di negara tetangga Kolombia. Dengan aliran listrik yang sebagian besar telah pulih di Caracas, pemerintahan Ma du - ro melakukan penggiliran lis - trik untuk seluruh warga. Guaido mengunjungi se - jum lah wilayah untuk meraih dukungan publik. Di Zulia yang menjadi lokasi sumur minyak pertama di negara itu dan tem pat bagi kota terbesar kedua, Maracaibo, Guaido me - nya ta kan, “Kami di sini untuk me meriksa situasi, pen de ri - taan Anda. Tapi Zulia akan bangkit.”

Secara terpisah, dua pegawai bank sentral Venezuela yang ditangkap setelah bertemu Guaido awal pekan ini telah di - bebaskan. Kelompok hak asasi manusia (HAM) Penal Forum menjelaskan, otoritas Vene - zuela telah menahan lebih dari 1.000 orang setelah unjuk rasa antipemerintah tahun ini. Kepala staf Guaido juga ditahan bulan lalu.

Syarifudin