Edisi 15-04-2019
Penataan Trotoar Bangun Budaya Jalan Kaki


JAKARTA - Penataan jalur pedestrian di Jakarta yang dilakukan Pemprov DKI bukan hanya membenahi kemudian melebarkan. Penataan trotoar saat ini juga merupakan bagian dari membangun budaya jalan kaki dan ekosistem komersial.

Sekarang ini Pemprov DKI tengah memperbaiki trotoar di kawasan Kemang, Jakarta Se - lat an yang direncanakan ram - pung pada Desember 2019. Pe - na taan dilanjutkan di Cikini, Ja - karta Pusat dan Casablanka, Ku ningan, Jakarta Selatan. Menurut Gubernur DKI Ja - karta Anies Baswedan, pe nata - an trotoar dengan pelebaran se - perti di Kemang dan Sudirman- MH Thamrin yang sudah ditata terlebih dahulu adalah bagian dari pembangunan ekosistem komersial dan sistem budaya. “Konsepnya membangun se buah ekosistem komersial di mana jalan kaki bisa leluasa, kegiatan komersial berjalan de - ngan baik, dan harapannya seni budaya tumbuh kembali,” ujar Anies di lapangan Banteng, Ja - karta Pusat, kemarin.

Dia menjelaskan, konsep eko sistem komersial itu seperti pe rilaku orang yang datang ke pu sat perbelanjaan atau mal pada hari libur nyaman berjalan dalam menentukan tempat tu - juannya, makan di mana, duduk di mana, dan sebagainya. Ini di - ka renakan adanya fasilitas jalur pe destrian untuk memilih. Untuk tempat seperti di ka - wasan Kemang otomatis orang akan menentukan terlebih dulu mau berhenti di mana lantaran tidak ada fasilitas bagi pejalan kaki. Setelah trotoar ditata, ka - wasan Kemang bakal berubah menjadi tempat di mana orang bisa berjalan kaki dari satu tem - pat ke tempat lain dan kegiatan seni budaya akan bermunculan di trotoar sepanjang Kemang.

“Mereka yang bisa tampil atau berjualan di trotoar adalah hasil-hasil yang sudah dikurasi. Jadi bukan siapa saja bisa di situ, melainkan karya seni yang su - dah dikurasi. Dengan demikian, menjadi contoh membangun ekosistem pejalan kaki dan eko - sistem komersial menuju sis - tem budaya yang baik, ini yang sedang kita lakukan di Ke - mang,” ungkap Anies. Mantan menteri pendi - dikan dan kebudayaan itu me ni - lai penataan trotoar di Kemang akan menjadi contoh penataan trotoar di jalan lingkungan yang tidak terlalu besar seperti pe - nataan trotoar di kawasan Su - dirman-MH Thamrin. Meski de mikian, konsepnya tetap sa - ma yakni melebarkan jalan kaki bukan jalan roda dua atau roda empat. Selama ini pelebaran jalan kerap difokuskan untuk sepeda motor bukan untuk pejalan ka - ki.

Konsekuensinya trotoar se - makin kecil. Maka itu, pe le bar - an trotoar yang masuk konsep penataan jalur pedestrian di la - kukan untuk mengubah mind - set pembangunan di Ibu Kota. “Membangun jalan itu bukan hanya jalan untuk kendaraan beroda, tapi jalan untuk kaki karena kakilah alat transportasi pertama dan utama kita. Seka - rang sudah ada di Sudirman contohnya. Contoh kedua di ka - wasan yang bukan jalan utama tapi wilayah yang lebih kecil se - perti Kemang,” ujar Anies. Saat ini Pemprov DKI tengah menyusun rencana teknis lan - jutan dari penataan trotoar di mana akan ada angkutan umum yang melayani. Dia meng ingin - kan Jakarta memiliki udara ber - sih dan kaitannya mengurangi kendaraan bermotor. Sebab, salah satu sumber polusi ter be - sar di Jakarta adalah kendaraan bermotor baik roda dua, roda empat maupun lebih.

Angkutan umum ke depan diarahkan tidak lagi meng gu na - kan sumber energi yang po lu si - n ya tinggi. Contohnya Trans ja - kar ta sebagai bus milik Pem - prov DKI mulai menggunakan bus listrik pada pekan depan. Selanjutnya seluruh Trans ja - karta akan menggunakan bus lis trik. “Kalau sudah lengkap semua baru kita umumkan. Se - karang kita sedang menyusun sampai rencana teknisnya,” ucapnya. Ketua Fraksi NasDem DPRD DKI Jakarta Bestari Barus ber - ha rap Dinas Perhubungan DKI menyiapkan rekayasa lalu lintas ketika proyek revitalisasi tro - toar di Kemang, Jakarta Selatan rampung. Menurutnya, ka was - an Kemang merupakan salah satu wilayah yang memiliki traffic lalu lintas tinggi, namun jalan yang menjadi penunjang lalu lintas tidak begitu lebar, hanya 3-4 meter.

Dia menyarankan agar lalu lintas di Jalan Kemang Raya dan Jalan Raya Kemang 1 dibuat sa - tu arah. “Mudah-mudahan bi sa dibuat satu arah, yang pen ting ada pengarahan arus lalu lin - tas,” kata Bestari. Dia menilai percuma jika me larang kendaraan pribadi me lintas tetapi arus lalu lintas tetap dibuat dua arah. Dia mem - prediksi lalu lintas di Kemang akan macet parah bila tidak ada rekayasa lalu lintas. Apalagi, kawasan Kemang digadanggadang menjadi lokasi wisata dan pusat kuliner di Jakarta. “Kalau dua arah pasti akan macet, tapi kalau satu arah tidak macet. Contohnya sekarang di Jalan KH Wahid Hasyim di ja - dikan satu arah itu bagus tidak macet kemudian kawasan Sa - bang, Jakarta Pusat juga sudah satu arah itu sudah bagus,” ung - kapnya.

Selain di Jakarta Selatan, titik-titik penataan trotoar di Ja karta Pusat yakni kawasan Senen meliputi Jalan Kramat Raya hingga Jalan Senen Raya; kawasan Cikini meliputi Jalan Cikini Raya, Jalan Pegangsaan Timur, Jalan Pegangsaan Barat, Jalan Pangeran Diponegoro, serta Jalan Raden Saleh Raya. Penataan trotoar di Jakarta Utara yakni kawasan Sunter meliputi Jalan Danau Sunter Selatan, Jalan Sunter Jaya, Ja - lan Sunter Jaya 1, dan kawasan Penjaringan di Jalan Jembatan Tiga. Dua lokasi penataan tro - toar di Jakarta Barat yakni ka - was an Grogol tepatnya Jalan Prof Dr Latumenten dan ka was - an Tomang di Jalan Tomang Ra - ya. Sementara penataan trotoar di Jakarta Timur akan dila ku - kan di kawasan Jatinegara yak - ni Jalan Otto Iskandardinata dan kawasan Cililitan di Jalan Mayjen Sutoyo.

Ketua Koalisi Pejalan Kaki Ahmad Safrudin menuturkan, untuk mewujudkan kota layak huni itu idealnya dengan wa l ka - bi lity index yang memadai dan masuk agenda strategis pem ba - ngunan kota. Akan ideal lagi apabila pembangunan fasilitas pe jalan kaki bisa merata dan berimbang ke seluruh wilayah kota.

Bima setiyadi