Edisi 15-04-2019
Proyek Dua Waduk Terancam Molor


BOGOR –Penyelesaian proyek pembangunan dua waduk yang merupakan solusi banjir DKI Jakarta di Sukamahi dan Cipayung, Puncak, Megamendung, Kabupaten Bogor terancam molor.

Hingga saat ini proses pembebasan lahan di dua waduk tersebut belum mencapai 100%, bahkan kondisinya masih terbengkalai. Berdasarkan data yang diperoleh, untuk Waduk Sukamahi, lahan yang akan dibebaskan mencapai 46,96 hektare dan terdiri atas 640 bidang. Hingga akhir Maret 2019 pembebasan lahan mencapai 81,1% di 519 bidang. Sementara Waduk Cipayung dari 78,35 hektare dari 935 bi dang tanah yang akan dibebaskan, sekitar 324 bidang dengan luas 31,42 hektare telah dibebaskan atau 34,7% dalam proses pembayaran uang ganti rugi (UGR). ”Di samping itu, masih ada 492 bidang dengan luas 28,2 hektare atau 52,6% menunggu proses pembayaran. Yang jelas sebagian pembayaran sudah dilakukan, progresnya 816 bidang seluas 59,62 hektare,” kata Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC) Bambang Hidayah.

Dengan progres pembayaran lahan 81,1%, kata dia, mulai April ini pembangunan fisik Waduk Sukamahi bisa dilakukan percepatan jika sudah membayar 492 bidang. Dia menilai, kendala pembebasan lahan pembangun proyek waduk masih terbilang wajar mengingat banyak dan luasnya lahan yang akan dibebaskan. ”Tapi, saya kira terkait dana tidak ada kendala, hanya terjadi keterlambatan saja sebab di seluruh Indonesia semua proyek strategis nasional minta dibayar dalam waktu bersamaan pembebasan lahannya,” ungkapnya.

Camat Megamendung Hadijana mengaku pihaknya bingung ketika banyak warga yang datang menanyakan terkait pembayaran lahan sebab pihaknya tak bisa memastikan kapan pembayaran tahap berikutnya dilakukan. ”Yang jelas kita menunggu saja. Dan tak bisa memastikan,” katanya Hadijana memaparkan, ada beberapa desa di wilayah administrasinya yang terkena dampak dari pembangunan Waduk Sukamahi atau Ciawi dan Cipayung. ”Di antaranya Desa Ciawi, Gadog, Sukakarya, dan Kopo, itu yang terkena dampak dari pembangunan Waduk Sukamahi Ciawi. Dari 505 bidang atau lahan tanah di Desa Gadog, sebanyak 85 bidang tanah sudah siap dibeli,” katanya. Sedangkan, untuk Desa Cipayung yang memiliki 292 bidang tanah untuk pembangunan Waduk Sukamahi, baru 219 lahan yang sudah dibeli pemerintah.

Sementara Desa Kopo, menurutnya baru dilakukan proses pengumuman saja ke sebagian wilayah. Pengumuman itu, kata dia, baru ditempel di papan pengumuman kantor desa agar warga mengetahui kalau di desanya akan dilakukan pembebasan lahan untuk pembangunan waduk. ”Nanti dilakukan musyawarah terlebih dahulu sebelum pembelian tanah,” ucapnya. Sementara di Desa Sukakarya yang terdapat 46 bidang tanah untuk dibebaskan hingga saat ini belum ada yang dibebaskan. ”Saya kira masalah pembebasan lahan ini pasti akan diutamakan dulu ke desa-desa yang merupakan bidang tanah tempat bangunan waduk dibangun. Desa Kopo dan Sukakarya sebagian besar wilayahnya adalah genangan air, makanya belum dilakukan pembebasan lahan,” katanya.

Haryudi